
Masih memeluk Luca.
Perlahan Lingga merasa kakinya sangat sakit, ya Luca menginjak kaki Lingga dengan sengaja agar Lingga melepaskan pelukannya, Lingga masih bertahan sampai akhirnya ia mengalah.
Kejam banget sih.... ucap Lingga.
Kejam???...aku hanya mengucapkan salam padamu... kilah Luca lalu berbalik pergi meninggalkan Lingga yang sedang menahan ekspresi kesakitannya. Begitu Luca berlalu Lingga segera mengaduh kesakitan
Awwwww.....hhhh....dia gak pernah berubah masih aja sadis.... ringis Lingga sambil memegangi kakinya yang kesakitan.
Diluar, Marie dan Max sudah menunggu Luca. Awalnya mereka ingin menguping namun Stuart, sekertaris Lingga menahan mereka untuk tidak mendekati ruang rapat. 10 menit kemudian Luca keluar.
Maaf, bisa beri aku jalan...ucap Luca pada stuart di hadapannya . Pria bermata sipit itu berbalik dan menunduk sopan pada Luca. Mengetahui Luca adalah Tunangan sang tuan yang selama ini ia cari. Luca hanya mengangguk sopan lalu melewati Stuart di ikuti Max dan Marie yang tak sabar ingin menggosip.
Gak nyangka ternyata nona Luca sangat cantik...batin Stuart bicara lalu segera menghampiri tuan mudanya yang masih betah didalam ruang rapat.
Luca masuk ke ruangannya diikuti Marie dan Max.
Luca duduk di kursinya, sedangkan Max & Marie sudah bertopang dagu menunggu penjelasan Luca.
Luca menatap mereka heran.
Ck...jelasin, apa yang terjadi didalam... tanya max kepo.
Kontrak kerja...sahut luca datar.
Ck...masa sih cuma itu...ayolah cerita, kepo banget nih... ujar marie.
beneran kok cuma itu... sahut luca, ya luca menganggap memang tidak ada yang terjadi selain kontrak kerja.
Ck kirain ada yang lain... ucap Marie lemas, hilang antusias. Luca hanya tersenyum tipis lalu memeriksa mail boxnya.
Kirain dia macam-macam sama kamu... ucap Max seraya berdiri diikuti marie berjalan menuju meja mereka masing-masing.
WHAT.!!!!! pekik mereka terkejut dan segera mendekati Luca dan membanjirinya dengan banyak pertanyaan.
Kini bahkan Max menarik kursi Luca hanya untuk menghadapnya.
Jelasin...aku diapain aja sama cowo ganteng itu ... ucap Max, Marie yang berdiri dibelakang Max ikut mengangguk cepat
Luca menyesal, kenapa ia begitu polos. Luca menatap kedua manusia yang sedang kepo level akut dihadapannya itu. Luca pun menghela nafas berat
Marie dan Max masih menunggu penjelasan Luca. Luca tak juga menjawab sampai akhirnya mereka gemas dan kesal.
Hey...ayo bicara...kesal marie.
Memelukku...ucap Luca bersamaan dengan Marie yang bicara.
Hah!!!!! pekik mereka terkejut.
Kenapa?? tanya max
Rindu ..sahut Luca jujur tapi mereka berdua tak percaya dan menganggap Luca sedang mengerjai mereka, Max yang merasa sedang dikerjai dengan malas mengembalikan posisi duduk Luca menghadap meja kerjanya kembali
Halah.... aku gak tahu kalau kamu bisa becanda begini Ca.... ucap Max menuju mejanya dan duduk di kursinya.
Tahu ni, bikin kaget aja sih kamu... lagian ya emang kamu tunangannya pake dipeluk segala.... ucap Marie yang tak habis fikir, karna selama ini ia mengenal Luca sebagai sosok yang gak neko-neko tapi saat mendengar ucapan seenak jidatnya Luca ia menganggap Luca tak ada bedanya dengan dirinya dan Max, sesama pecinta lelaki tampan dan doyan halu
mmm....dia memang bukan tunanganku, tapi mantan tunanganku...ucap luca cuek.
hhhh..... max dan marie menoleh pada Luca heran, lalu kembali menggelengkan kepala tak habis fikir ternyata Luca 11/12 dengan mereka.
Luca?? gadis cantik itu tak terlalu perduli dengan isi fikiran marie dan max, dia sudah berkata jujur tanpa mengurangi ataupun menambahkan apapun, percaya atau tidak bukan urusannya.