LUCA

LUCA
Titik Terang



Luca.... hhhh.....hhh.... hhh.... Lingga berteriak memanggil Luca sambil berlari.


Lingga berlari mengejar bayang yang sudah berlalu menaiki sebuah taxi... nafasnya tersenggal senggal. Ia yakin itu tunangan kecilnya, bocah cantik yang sudah memenjarakan seluruh hatinya namun egonya selalu menyangkal, apalagi dengan penolakan keras Luca padanya.


Lingga selalu berkata ia tak mencintai Luca, tapi ia tak bisa menjelaskan mengapa ia selalu mengkhawatirkan gadis itu, berharap gadis itu selalu ada didekatnya agar bisa selalu ia lihat.


"Kalo gak cinta, ngapain sih lo repot banget nyuruh gue untuk selalu mengawasi itu bocah, Lo kata enak apa di tuduh stalker" Ucapan jordan 4 pada Lingga setangah tahun lalu saat Luca masih ada di Indonesia hingga saat ini bahkan tak bisa Lingga jawab.


Bahkan hingga detik Lingga tak berhenti mencari Luca sekali pun ada begitu banyak wanita cantik dan sexy mendekatinya.


Tuan...hhh.hhh..hhh ucap para bodyguard yang ikut berlari mengejar Lingga.


Luca.....gumamnya sambil masih mengatur nafasnya sambil begitu berharap Luca berbalik dan datang menghampirinya..


Aaarrrggghhhh.... Lingga berteriak kesal sambil menarik rambutnya frustasi, karna lagi-lagi ia kehilangan jejak Luca.


Tuan, kita harus pergi.... Ucap sekertaris Lingga mengingatkan jadwal Lingga yang padat apa lagi sejak ia resmi memimpin "Shadow".


Lingga mengatur nafasnya, tak lama sebuah mobil datang menjemputnya. Lingga masuk ke mobil dan segera menghubungi Jordan


Tidur jordan terganggu, ia menggeliat dan mencoba meraih benda yang suaranya sangat mengganggu tidur cantiknya


Lingga.... Itu yang tertulis di layar hp jordan. Jordan malas mengangkatnya namun karna mereka berada di perahu yang sama membuat Jordan rela meninggalkan tidur cantiknya


Halo... Ucap Jordan


Aku melihatnya... Ucap Lingga


LUCA...ucap Lingga hingga sontak membuat mata jordan terbuka lebar. Yah jika ia bisa menemukan luca ia juga pasti bisa menemukan Sasa, begitu juga sebaliknya.


Dimana lo ngeliat dia...tanya jordan sudah sadar sepenuhnya


Milan... Ucap Lingga dan mobil berhenti di depan pintu masuk bandara


Hey kita sudah mencari disana lebih dari 1000 kali dan selama ini gak ketemu, apa lo yakin itu dia? Jangan sampai itu cuma halusinasi lo doang... Ujar Jordan


Entahlah gue gak tahu, tapi hati gue bilang itu dia... Ucap Lingga, masih betah didalam mobil.


Hhh..bucin... Batin jordan bicara.


Ok gue bakal suruh orang-orang kita buat nyari di seluruh penjuru itali lagi.... Ucap Jordan mengalah.


Ia sudah tahu kalau Lingga, sahabatnya itu benar-benar sudah jadi Bucin nya Luca, yah walau pun laki-laki itu takkan pernah mau mengakuinya, jordan tak ambil pusing, Yang penting ia bisa menemukan Sasa, Sungguh ia tak tahan dianak tirikan oleh ibu kandungnya sendiri karna sudah kehilangan Sasa.


Sesungguhnya mereka bisa lebih cepat menemukan keberadaan Luca dan Sasa, jika saja Dio, kakak dari Dani mau bekerjasama. Tapi sayang laki-laki itu (Dio) sangatlah menyebalkan, ia begitu pintar hingga membuat Jordan tak bisa mendapatkan informasi sedikit pun darinya..


Belum lagi keluarga Anggara yang tidak tahu menahu perihal keberadan putri bungsu mereka, begitu juga dengan ayah dari Sasa. Sungguh membuat Jordan dan Lingga sakit kepala. Jujur saja kalau boleh ia ingin sekali mengumpat kepada mereka. Bagaimana bisa mereka menjadi orang tua, jika mereka bahkan tak tahu dimana anak mereka berada.


Jordan cukup mengerti jika itu soal keluarga Luca yang memang tak pernah perduli pada anak-anaknya dan hanya menjadikan mereka alat. Tapi bagaimana bisa yang disebut orang tua justru tak tahu menahu dimana anak mereka. apalagi ayah dari sasa, satu-satunya yang kini menjadi orang tua sasa sejak alya meninggal. Jordan tahu bahwa yang terjadi hingga menyebabkan calon ibu mertuanya meninggal saat sasa masih SMP adalah sebuah kesalahpahaman, namun jordan tak bisa mengerti mengapa calon ayah mertuanya itu justru tak berusaha menjelaskan malah membawa "Parasit" kedalam rumahnya.


Jordan memang seorang playboy, dia juga bukan orang baik, namun jika ia berada di posisi calon ayah mertuanya, ia tak kan dengan bodohnya membawa parasit itu ke dalam rumahnya dan membuat satu-satunya buah hatinya terluka begitu dalam dan membencinya bahkan menganggapnya sudah mati.