
Keesokkan paginya...
Sasa sedang memilih pakaian yang akan ia pakai pagi itu, sedang Dani sudah didapur membuatkan sarapan mereka.
Sa... sarapan...gak usah lama dandannya juga cantik kok... teriak Dani memanggil sahabat cantiknya itu dari dapur.
Tak lama Sasa keluar dari kamarnya dan duduk manis di meja makan lalu ikut menyantap sarapan sederhana yang sudah dibuat Dani untuknya.
Pagi ini lo mau kemana...tanya sasa setelah meneguk susu nya.
Mmm...ya nemuin klien...sahut Dani segera membersihkan sisah susu yang singgah di sudut bibir manis Sasa tanpa canggung. Sebut saja sebuah KEBIASAAN.
Mmm Okay, perlu gue anter?? tanya Sasa
mm..gak perlu ntar supir klien gue yang jemput...sahut Dani lalu menyelesaikan sarapan mereka.
Wuiiihhh...mantep ya Mr. Lawyer... ejek Sasa, Dani hanya mengangkat dagunya sombong.
Tak lama mereka pun bersiap berangkat bekerja setelah membersihkan sisah makanan mereka, maklum Dani adalah seorang "clean freak"
Sasa membuka pintu apartemennya bersamaan dengan Mr. Stalkernya.
Pagi Sayang.... sapa Jordan dengan senyum khas casanovanya. Sasa hanya mendengus kesal, hingga mengundang senyum menggoda dari Mr. Stalker untuknya.
Hallo Mr. Stalker... sapa Dani yang tiba-tiba muncul dari belakang Sasa, dan dengan sengaja memeluk pinggang ramping Sasa dari belakang dan meletakan dagunya diatas kepala sasa yang tingganya hanya sebatas dada dani.
Sontak Jordan meruntuhkan senyum casanovanya, mata elangnya masih menatap tajam pada tangan dani yang begitu lancang memeluk pinggang ramping Sasa yang harusnya hanya boleh ia sentuh. Apalagi senyum sombong dari dani yang membuatnya semakin kesal.
Hallo BOCAH INGUSAN... sahut Jordan dengan rahang mengetat karna cemburu plus marah. Sungguh pemandangan paling menyenangkan untuk seorang Dani.
Yuk SAYANG... ucap dani sengaja pada Sasa lalu menutup pintu apartemen sasa dan segera merangkul pinggang sasa dan berjalan melewati Jordan yang sudah kebakaran jenggot.
Dasar bocah ingusan...geramnya, Dani menoleh dan menyeringai mengejeknya.
Cukup...habis sudah kesabaran jordan, ia pun segera menarik tangan Dani menjauh dari pinggang Sasa dengan kasar. Membuat Sasa & Dani terpisah, Sasa terkejut sedangkan dani? pemuda menyebalkan itu hanya memasang wajah tak berdosanya dengan sengaja semakin memicu rasa kesal Jordan.
Saat Jordan hampir meninju Dani tiba-tiba leher Jordan sudah dipiting Sasa dan segera menyeretnya masuk kedalam lift diikuti dani yang masih mengejeknya dibelakang sambil mem-video kan penderitaan jordan
Hei... sayang lepas dulu, aku harus menghajar boca menyebalkan itu... ujar Jordan pada Sasa, gadis berbodi model dengan tinggi standar yang sedang memiting Jordan itu.
HAHAHA... Dani tak bisa lagi menahan tawanya. Setelah selesai merekam ia langsung mengirim video itu pada Luca di negri seberang. Dan langsung masuk kedalam lift yang saat itu hanya diisi mereka bertiga.
Masih betah memiting leher Jordan, membuat Dani berjongkok menyesuaikan tingginya dengan Jordan yang segera menatapnya kesal, dengan wajah tak berdosa-nya, Dani menopang dagunya dengan tangan yang bertumpu pada kedua lututnya dan menikmati penderitaan Jordan.
hhhh... "itu" apa baik-baik saja.. sindir Dani sengaja.
Kau... ucap Jordan ingin marah namun Sasa segera mengeratkan pitingannya.
Aduh... sayang, iya, iya aku ngalah... ujarnya pasrah.
Dani tertawa kecil ia pun bangkit.
Well, enough for this Game.... Aku rasa beberapa tahun mengenal dan mengejar Sahabatku ini, sudah pasti cukup banyak membuatmu tahu dengan jelas bagaimana "ISTRIMU" ini..ucap Dani yang segera menerima tatapan tajam dari Sasa saat mendengar kata ISTRI. Dan Jordan yang sudah terlepas karna kini sepertinya Sasa bersiap menghajar Dani tanpa ampun.
Ups. Sorry,..... TUNANGAN-mu maksudku... ralatnya segera sambil nyengir. Hei, dani tak ingin dandanannya hancur saat ia bahkan belum selesai bertemu dengan kliennya akibat Sasa yang menghajarnya tanpa henti, tentu saja Dani harus pakai jurus selamat.
Jordan masih merapihkan jas dan dasinya yang sedikit berantakan.
Ting lift terbuka mereka pun keluar, Sebuah mobil mewah sudah menunggu Dani. Dani menoleh pada sepasang anak manusia di sampingnya.
Good Luck MR. Stalker, ah... atau lebih tepatnya sekarang namamu menjadi "MR. Bucin"... ucap dani masih mengejek.
Jordan?, laki-laki itu tak menyangkal, karna itu memang benar.
Baiklah, aku pergi..Cup ( Dani sengaja mengecup Pipi Sasa didepan Jordan)...ucap Dani lalu berlalu dengan ponggahnya dan masuk kedalam sebuah mobil mewah yang sudah menjemputnya.
Hei.... ucap Jordan tertahan saat Sasa justru kini menarik Jordan dan merapihkan pakaian, Dasi, Jas & tatanan rambut Jordan tanpa diminta.
Berhentilah merengek untuk hal yang tak penting... ucap sasa lalu menuju mobilnya dan meninggalkan Jordan yang terdiam mematung dengan perhatian kecil dari Tunangan JUTEK-nya itu.
Sayang... nanti lunch aku jemput... teriaknya semangat, Langkah Sasa terhenti, ia melihat sekitar yang sudah menatapnya, Ah... stalker gila itu selalu membuat sasa malu...sasa pun segera berlari masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya.
hehehehe... Tunanganku sangat menggemaskan bukan...ucapnya pada orang-orang yang menatapnya.
Lalu ia pun masuk kedalam mobil yang menjemputnya.