LUCA

LUCA
Apa kau juga menyukainya???



2 bulan kemudian, London, Hotel P, Malam


Lingga menatap pemandangan diluar jendela suite room yang ia tempati untuk seminggu ini selama melakukan perjalan bisnis kali ini di inggris.


Pikirannya terus menjelajah memikirkan dimana tunangan kecilnya. Dimana dia, bagaimana dia, apa dia tumbuh dengan baik, apa dia sudah meraih mimpinya, apa dia kesepian, apa dia kesusahan, apa ada yang mengganggunya dan lain lain.


Lingga tak pernah mengerti mengapa ia begitu perduli pada tunangan kecil yang dengan lancangnya menyebutnya pedophil sejak pertemuan pertama mereka. Hari itu Lingga bisa saja merobek bibir manis Luca, namun saat menatap mata indah Luca, seorang Lingga Kendrick justru hanya bisa terpaku.


Belum lagi betapa terkejutnya dia, saat caffein yang biasa ia minum, sanggup membunuh tunangan kecilnya itu jika ia ceroboh.


Singkat?!, yah sangat singkat pertemuan mereka, namun selalu berhasil membuat Lingga selalu merindukannya apalagi sekarang sudah 6 tahu sejak Luca menghilang, Ia sempat menemukannya namun seolah takdir memintanya untuk terus berjuang hingga membuatnya kembali kehilangan jejak.


Tak jauh berbeda dengan Jordan, Laki-laki itu masih terus mencari Sasa calon tunangannya. Kalau bukan karna cintanya pada sang ibu yang begitu besar jangan harap ia mau menghabiskan waktunya dengan percuma hanya untuk mencari Sasa, gadis cantik yang sejak pertama bertemu sudah melabelinya sebagai seorang STALKER, hello.... stalker... oh tuhan, saat itu sungguh jordan ingin menenggelamkan Sasa ke lubang buaya milik PKI, Jordan sungguh membenci sasa saat itu. Ia bahkan Kagum melihat kesabaran Dani yang begitu rela selalu dianiaya oleh Sasa dan Luca.


Namun saat mencari tahu segala seluk beluk kehidupan Sasa yang tadinya ia lakukan agar ibunda tercintanya berhenti memintanya mencari sasa dan menikahi gadis itu, justru membuat jordan mengenal sosok sasa dan bahkan mengaguminya, terlintas begitu saja rasa untuk mencintai dan melindungi sasa dihatinya. Walau sama seperti halnya Lingga, Jordan pun selalu menyangkal hal itu.


Luca .... kamu dimana?? Aku bukanlah salah satu orang diantara orang-orang yang tak menginginkan keberadaan kamu, lalu kenapa kamu juga menghilang dari sisiku??...tanyanya.


Disisi lain lagi-lagi Jordan menggeram frustasi, Pria matang nan dandi, yang selalu ceria dan ramah itu sudah 6 tahun tampak begitu frustasi, Ia memang profesional dan perfeksionis dalam pekerjaannya namun tak sehari pun ia melewatkan laporan dari orang-orang suruhannya dalam mencari keberadaan Luca dan sasa yah walau hingga saat ini masih tak juga ada titik terang.


6 tahun, 6 tahun mereka mencari tunangan kecil mereka, dan selama 6 tahun juga karir dan bisnis mereka melesat. Nama mereka bahkan tak pernah absen dari majalah forbes, Bahkan keduanya selalu menempati posisi pertama dan kedua di majalah bisnis tersebut, dan selalu menerima penghargaan.


***


1 bulan kemudian


USA.... Jacobs Engineering Group


Hei...lihat, mereka tak hanya tampan dan sukses..aku dengan mereka juga masih single loh....ucap marie salah satu arsitek disana.


Luca hanya diam mendengarkan rekan kerjanya bergosip, tanpa mau menambahi.


eh....tapi aku dengar dia udah punya tunangan loh... ujar Jesica


yahhhh..... ilang deh stok cowo ok....ujar Max sendu.


Luca tersenyum geli melihat Max, pria gay yang juga sesama arsitek dengannya itu.


Loh bukannya kau mengincar patrick?? tanya Marie


Yah kalau disuruh memilih antara mereka dengan Patric tentu saja aku pilih mereka.... ucap Max PD.


Hahahahaha...sayang nya mereka ogah sama loe.... ejek Marie yang begitu suka mengejek Max temannya satu kampus dulu.


Luca menggelengkan wajahnya lalu ia meraih majalah forbes itu, lalu membalik halamannya... Saka Argantara.... Luca menatap sendu saat melihat foto kakak keduanya Saka yang tampak makin matang di foto itu.


Ia rindu, namun ia tahu rasa rindu pada kakaknya itu tak ada gunanya, karna mereka pasti tak merindukannya. Luca segera menutup majalah itu dan kembali menunjukkan wajah bak pahatan dewa yunani milik Lingga Kendrick


Apa kau juga menyukainya??...... tanya Leon Arsitek senior yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


hmm?! siapa?? tanya Luca bingung.


Dia... ucap Leon menunjuk foto Lingga pada majalah yang dipegang Luca


Luca menoleh pada arah yang dituju Leon.


Enggak tuh... Ucap Luca menggeleng, ia tidak berbohong. Luca memang masih tak memiliki rasa untuk Lingga.


Hmm?? aneh sekali biasanya para gadis pasti menyukai. pria tampan dan sukses.... ucap leon


Luca hanya diam tak tertarik menjawab, yah ia tak menyukai leon, sebagai senior dia memang seorang panutan, tapi untuk dengannya, ditawari 10 M pun Luca pasti langsung menolak, ia tak suka dengan laki-laki perlente macam Leon, yah Leon tak hanya perlente, tapi juga playboy tengik. entah sudah berapa banyak gadis yang ia bobol gawangnya, dan seorang Luca paling alergi untuk memiliki hubungan dengan mahluk seperti itu bahkan jika itu hanya sekedar hubungan pertemanan.


Well jangan khawatir, kalian akan segera bertemu dengannya, aku dengar kali ini Kendrick Group akan menggunakan Jasa kita untuk membangun Gedung untuk projek Resort baru mereka di Tuvalu.... ucap Julian yang baru datang dan langsung ditempeli manja oleh Max. Yah di kantor itu mungkin hanya Julian yang tak keberatan ditempeli genit oleh Max si gay yang centilnya ngalahin Marie. Ya Max memang sengaja, karna Marie menyukai Julian dan ia selalu membalas ejekan Marie padanya dengan selalu menempeli Julian yang adalah sahabat mereka juga.


Para rekan sejawat Luca tampak bahagia bukan main, tapi berbeda dengan Luca yang tampak senyum seadanya. Bukan ia gak siap, ia gak punya alasan untuk gak siap, karna mereka memang tak punya hubungan spesial, menurut luca tentunya. Entahlah Luca sendiri tak mengerti.