
Aku berasal dari kesakitan, sebab itu aku kebal.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Cari siapa ya neng?" Tanya bibi membuka pintu.
"Ohh saya cari Luca bi. Om Galang tadi nelfon saya katanya Luca sakit, makanya gak sekolah." Memang benar Luca tidak berangkat sekolah tadi pagi, dia hanya mengurung diri di kamar.
"Oh ya silahkan masuk." Bibi mempersilahkan Elen masuk.
Elen terpesona dengan rumah klasik yang bergaya eropa ini. Terlihat megah dan sangat unik.
"Lo temennya Luca?" Tanya Galaxi melihat kedatangan Elen.
"Iya saya temennya." Ucapnya canggung. Sungguh, dia sudah betemu ketiga om Luca yang sangat tampan itu. Entah bagaimana Luca bisa normal melihat pemandangan ini setiap hari.
"Gak usah canggung, kamar Luca di atas." Galaxi menunjuk kamar Luca.
Elen segera menghilang dari hadapan Galaxi dan menuju kamar Luca.
Tok tok tok
"Luca, ini gue Elen." Teriak Elen mengetuk pintu.
Luca yang mendengar teriakan Elen langsung membuka pintu.
"Masuk." Ujarnya, dia tidak bertanya sesikitpun kenapa Elen datang ke sini atau dari mana dia tau alamat rumahnya.
Elen melangkahkan kaki memasuki kamar Luca." Kamar lo dua kali lipat lebih gede dari kamar gue." Elen mengedarkan pandangannya.
Luca hanya diam dan duduk di kasurnya.
Elen melihat kaca yang pecah di meja rias Luca, entah apa yang sudah di alami gadis itu.
"Luca lo kenapa gak sekolah?" Tanya Elen duduk di samping Luca.
"Lagi males."
"Luca gue gak tau masalah lo apa, tapi lo bisa kok cerita sama gue." Elen menggenggam tangan Luca.
"Gue gak papa."
Elen menghela nafas panjang. Ia tau kejadian itu dari Galang, sebab itu dia kemari.
"Gue gak bisa lindungin lo kayak lo ngelindungin gue, gue juga gak bisa sehebat lo Luca. Tapi setidaknya gue bisa jadi pendengar yang baik, gue masih berguna kan buat lo?"
Luca hanya menatap dalam ke arah Elen, ia tidak tau apa yang harus ia katakan atau memulainya dari mana.
"Mama gue meninggal 10 tahun yang lalu saat kecelakaan mobil, waktu itu...." Luca kembali mengingat kejadian 10 tahun yang lalu.
..................
"Hikssss hikss, maaa papa gimana? Aku mau sama papa."
"Kamu jangan nangis terus, mama makin pusing. Kamu mau mama turunin di sini?" Bentak Katrina pada Luca yang menangis.
"Brengsek, bajingan. Harusnya aku tau hal itu sejak dulu." Katrina terus mengumpat kesal sembari memukul setirnya.
"Maaa aku takut." Rengek Luca.
"Maaa, awasss maaa." Teriak Luca menunjuk mobil yang berserakan di jalan.
"Aaaaaaaaa." Teriak mereka berdua saat mobil menabrak mobil lainnya.
"Maaaa, mama bangun." Luca menarik lengan Katrina yang pingsan.
"Hikss, maaa bangun maaa." Luca mulai pusing karen kepalanya juga terluka.
Luca merasa tidak tahan, ia sudah hampir menutup rapat matanya.
Namunnn.....
"Heyy, keluar dari sana. Cepat keluar."
Teriakan itu berhasil mencegah Luca menutup matanya, ia melihat sosok lelaki tinggi dari kejauhan. Dia tidak bisa melihat wajahnya karena gelap.
"Aku harus keluar, aku harus bantuin mama." Luca menegecek nafas Katrina, syukrlah dia masih hidul. Ia melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobilnya.
Saat sudah turun, ia berusaha membuka pintu mobil Katrina. Tapi pintu itu suli di buka, dia segera mencari benda untuk bisa membukanya.
Tapi saat Luca kembali, dia tidak melihat Katrina di dalam mobil itu.
"Maaaa, mama di mana?" Teriak Luca.
"Hey di sana ada anak kecil." Teriak seseorang.
Mereka langsung menarik Luca menjauh dari mobil itu." Gak mau. Maaaa mama dimana?" Luca meberontak saat di bawa oleh petugas, ia tidak mau meninggalkan ibunya.
Mereka membawa paksa Luca.
Dorrrrr
Mobil itu meledak hingga membakar mobil yang lain. Syukurlah Luca sudah berada jauh dari mobil itu.
"Maaamaaaaa." Teriak Luca melihat mobilnya terbakar, ia takut jika ibunya masih ada di dalam.
Tapi kemana Katrina?
.
.
.
.
.
.
GIMANA PENDAPAT KALIAN? KIRA-KIRA KATRINA MASIH HIDUP APA NGGAK?
AUTHOR TUNGGU JAWABANNYA DI KOLOM KOMENTAR YA.
JANGAN LUPA LIKE.,โคโค