LUCA

LUCA
EPISODE 58



Kamu cantik, tapi bukan karena itu aku tertarik.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Luca, cantik gak?" Tanya Elen setelah mencoba baju yang di pilihkan Luca. Sialnya, Elen tidak memperhatikan siapa yang berada di depannya.


Gior menganga melihat Elen, air liur sudah sampai menetes tadi.


"Ehh Gior." Elen tertawa getir sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa sangat malu. "Luca mana?" Tanya Elen mencairkan suasana.


"Hah? Gue gak liat dia." Jawabnya mengalihkan pandangan.


Melihat tingkah Gior yang memalingkan wajah, Elen semakin malu dan tidak percaya diri. Segera ia melangkah pergi.


"Mau kemana?" Tanya Gior menghentikan langkah Elen.


"Itu, mau ganti baju." Ucap Elen gugup.


"Gak usah ganti, udah cantik." Setelah mengatakan hal itu Gior pergi ke kasir.


Elen tersenyum bahagia mendengar Gior memujinya. Tapi kenapa Gior bisa di sini?


Apa dia bersama perempuan?


Atau sedang membeli pakaian untuk pacarnya?


Elen yang merasa sangat kepo itu langsung melangkah ke kasir mendekati Gior. Setelah mengamati sekitar, dia tidak melihat perempuan yang bersama Gior, jadi dia sedang apa?


"Eh mesum, lo ngapain di sini?" Tanya Elen berdiri di samping Gior.


"Bukan urusan lo." Jawab Gior yang sedang mengantri.


"Jangan-jangan lo beli sesuatu biar jadi pengembang otak mesum lo itu." Tuduh Elen.


"Lo bisa gak sih gak ganggu gue." Gior mendekati wajah Elen.


Elen yang merasa takut malah mundur dan terpeleset. Untuknya Gior menangkap tubuh kecilnya dengan sigap, berada di posisi ini tidak bisa menghindari tatapan mereka satu sama lain. Elen merasa dadanya berdegup kencang, apalagi tangannya malah mengalung sempurna di leher Gior.


"Lo mau gue cium di sini?" Gior semakin mendekatkan wajahnya.


"Iiiihhh dasar mesum." Elen mendorong Gior dan memperbaiki posisinya.


Gior hanya tersenyum melihat Elen yang kesal. "Pake ini bak." Gior memberikan kartunya untuk membayar.


Kasir mengambilnya dan melakuakn transaksi. "Mohon maaf, kartuini tidak bisa digunakan." Mbak kasir itu mengembalikan kartu kepada Gior.


"Hah? Coba yang ini." Gior memberikan kartu satunya lagi.


"Ini juga tidak bisa mas." Kartu itu di kembalikan lagi.


"Ada apa?" Tanya Luca yang baru datang.


"Kartu gue gak bisa di gunakan, gue gak bawa uang cash." Ujar Gior memberitahu.


"Pake punya saya aja mbak, sekalian sama yang itu." Luca menunjuk baju yang tadi ia pilih untuk Elen.


"Baik bak." Kasir itu menerima kartu dari Luca.


"Ya ampun makasih banget, lo emang malaikat penolong gue." Gior mengguncangkan tubuh Luca.


"Ihhh." Luca melepas tangan gior." Lo lupa kartu lo udah di bekukan sama Galang?"


"Bener juga lo, kenapa gue sampai lupa." Gior menepukdahinya sendiri.


"Gak usah kepo lo." Jawab Gior sinis.


"Kalo bukan karena ketemu gue, lo pasti gak bakalan di bayarin sama Luca." Ujar Elen sombong, padahal bukan dirinya yang membayar.


"Lo gak pulang sama gue aja?" Tanya Gior sembari mendorong kepala Elen menjauh.


"Iya, gue pulang sama Lo." Luca menyetujuinya.


"Gue tunggu di luar." Ujar Gior sembari mengambil belanjaannya.


Elen menatap Gior dengan sinis.


"Kalo suka bilang aja." Luca melirik Elen yang masih memperrhatikan Gior.


"Diihh amit-amit gue suka sama dia." Jawabnya seakan jijik.


Luca hanya tersenyum tipis melihat tingkah mereka berdua.


"Luca makasih ya, gue janji gue pasti ganti duit lo." Elen merasa tidak nyaman terlalu banyak merepotkan Luca.


"Gak usah, pegang nih bawa pulang." Luca meberikan belanjaan.


Mereka berdua keluar dari toko dan melihat gior yang sedang menunggu.


"Gue duluan ya." Elen melambaikan tangannya sembari tersenyum.


"Lo apain dia?" Tanya Gior pada Luca.


"Sedikit perubahan." Jawab luca melangkah bersamaan dengan Gior.


"Jangan paksain dia." Ujar Gior lagi.


"Dia yang minta gue, dia mau deketin Galaxi."


"Oh, jadi dia serius mau deketin Galaxi." Gior mengangguk memahami perkataan Luca.


"Lo cemburu?"


"Gila lo." Jawab Gior.


Mereka berdua bergegas menuju parkiran, mereka harus segera pulang agar tidak di marahi sang ketua Galang.


.


.


.


.


.


.


.


Nah kira-kira Galaxi bakal suka gak sama Elen setelah melihat perubahannya?


Gior kenapa ya? apa beneran dia cemburu?


like dan komen di bawah inkโœŒโœŒ