LUCA

LUCA
EPISODE 71



Kau bisa melihat manusia dari sisi mana saja.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Luca, tumben lo udah nangkring di sini." Elen masuk dan menaruh ranselnya.


"Gue salah liat jam." Ucap Luca jujur, memang tadi ia sangat terburu-buru.


"Hah kok bisa?" Elen kaget, biasanya Luca tidak pernah ceroboh.


"Gue tadi liat jarum jam di angka 7, taunya itu jarum jam yang panjang." Ucapnya malas meladeni Elen, ia harus mengingat kejadian memalukan tadi. Bahkan Galang belum bangun di sampingnya, tapi dia sudah berlarian di rumah itu karena terburu-buru.


"Hah? Seirusan lo? SeorangLuca juga bisa salah liat, hahahahaha." Elen malah mentertawakan Luca dengan sangat puas.


Luca menatapnya tajam, beraninya Elen menertawakan dirinya.


"Oke gue minta maaf, tapi ini lucu banget buat gue." Elen langsung menghentikan tawanya melihat wajah seram Luca.


"Lo kemarin ngapain lari dari kamar Gior?" Tanya Luca mengingat kejadian kemarin.


"Hah? Eh itu kamarin gue nganterin Gior yang luka gara-gara bantuin gue." Jawabnya.


"Emang kemarin lo kenapa?"


"Gue mau di rampok sama preman, lebih tepatnya sih mau di culik karena kemarin uang gue udah abis belanja."


"Jadi kemarin dia luka karena bantuin lo?" Luca merasa heran karena Gior tidak mengatakan papaun saat ia bertanya.


"Iya, makanya gue anterin dia."


"Terus kenapa lo pulangnya kayak di kejar hantu?"


"Eh, ituuuuu gue di telpon mama di suruh cepet pulang." Ucapnya bohong, padahal malu karena nyosor.


Luca mengangguk mengerti, ia mulai berpikir. Apakah semua ini juga ada sangkut pautnya dengan penguntit itu? Atau mungkin dirinya saja yang merasa parno.




"Luca mana?" Tanya Helen di meja makan.



"Dia udah berangkat pagi banget." Jawab Galang.



"Apa karena dia mau hmenghindar dariku?" Helen merasa bersalah.



"Tenang aja, Luca bukan tipe orang yang kayaka gitu. Paling dia ada tugas di sekolah."Jawab Gior menenangkan pikiran Helen.



"Setelah kerja, gue mau ngomong serius sama lo." Ucap Galang pada Helen.



"Masalah teror boneka itu?" Tebak Helen.



"Tau dari mana?" Tanya Gerald, jelas Helen baru sampai dan mereka belum memberitahu.



"Ohhh itu kemarin Gior yang cerita." Jawabnya.




Mereka menyelesaikan sarapan dan pergi, sementara Helen tetap di rumah karena tidak ada yang bisa ia kerjakan di luar.



Karena merasa bosan, ia masuk ke dalam kamar Luca. Entah apa yang akan dia lakukan di sana, padahal Luca sangat tidak suka kamarnya di masuki orang sembarangan.



Perlahan, Helen mendekati boneka yang berada di dekat bantal dan menyentuhnya.



"Kau begitu menyukai boneka ini." Lirihnya memegang boneka itu.



Lalu ia melirik foto katrina yang berada di atas meja kecil, di sana terpampang senyum ketiganya seperti layaknya keluarga bahagia.



"Aku bahkan tidak mendapatkan apapun." Ucapnya menaruh kembali foto itu.



Helen mengambil kembali boneka itu tapi kemudian malah melemparnya.



"Apa yang sedang anda lakukan, noona Luca tidak suka kamarnya di masuki orang lain." Ucap pelayan kepercayaan Luca yang biasa membersihkan kamar gadis itu.



"Aku hanya penasaran dengan kamar ini, aku akan pergi." Ucapnya melangkahkeluar dari kamar itu.



Pelayan itu masuk dan melihat boneka Luca yang tergeletak di lantai, segera ia meraih dan membersihkannya.



"Kalo noona sampai tau dia pasti ngamuk." Ucapnya menaruh kembali boneka itu dan melanjutkan menyapu dan membersihkan kamar.



.


.


.


.


.


.


Gimana bab kali ini?



Silahkan berikan like dan komentar kalian..๐ŸŒน๐Ÿฅฐ