
Semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya.
🌹🌹🌹🌹
“Guyss hari ini primadona kita balik.” Ujar salah satu cewek yang bergoip bersama teman sekumpulannya.
“Gue gak yakin dia masih primadona di sini.” Ujar yang satunya lagi melirik Luca.
“Iya juga sih, dia gak ada apa-apanya di banding si Luca.” Cewek nerambut ikal panjang itu ikut memberikan pendapat.
“Dia modal tampang sama kaya doang, sifatnya gak lebih dari Alina. Dia tukang bully, semua cowok juga mau deket gara-gara duit sama di ajak tidur doang paling.”
“Tapi dia terpilih jadi putri SMA DARGA.” Sambung satunya yang bermata sipit.
“Itu juga karena bokapnya paling, dan sebentar lagi kan ada tuh pemilihan lagi, gue yakin Luca yang menang.” Si rabut ikal tidak mau kalah.
“Itu juga kalau si Luca mau, lo tau sendiri kan kayak apa?” Celotehnya.
Elen diam-diam mendengar percekapan itu, ia tertarik mendengarkan karena mereka menyebut nama Luca. Ternyata si putri iblis itu yang akan kembai ke sekolah ini, dia sudah pergi hampir satu tahun karena orang tuanya yang memiliki konflik bisnis di luar negri.
Elen sudah tidak asing dengan gadis itu, karena ia selalu menjadi langganan bully dan menjadi pembantunya.
“Duhhh kenapa dia balik sih...” Gerutu gadis itu mulai khawatir, baru saja ia terlepas dari Alina, sekarang ratu iblis kembali.
Elen melirik Luca yang sedang tidur tenang di bangkunya, ia bahkan tidak perduli mau setan mana yang akan datang ke sekolah ini.
Saat jam istirahat, Elen akan pergi ke kantin sendirian. Sekarang ia tidak mempunyai bekal dan juga tanpa sahabatnya.
Elen melihat Angel, berjalan menuju ke arahnya. Segera ia menghindar dan kembali masuk ke dalam kelas, hanya di sana tempat ia aman mungkin.
“Heeeeh, mana yang namanya Luca?” Tanya Angel pada salah satu siswi di kelas itu.
“Itu di sana.” Tunjuknya pada Luca yang sedang duduk memejamkan mata sembari mendengarkan lagu dari earphonenya.
Angel langsung menuju ke tempat Luca, dan Elen sudah merasa cemas. Ia takut kalau Angel akan menganggu Luca.
Mungkin dia lupa siapa Luca.
“Heeeh.” Angel menggebrak meja Luca, tapi gadis itu tidak sedikitpun membuka matanya apalagi terkejut.
Angel langsung menarik kabel earphone itu sampai hp Luca terjatuh dari meja.
Luca menghembuskan nafasnya perlahan, ia membuka mata, menatap Angel sesat dan mengambil hpnya yang terjatuh.
“Hmmmm.” Jawabnya singkat.
“Gak usah sok keren deh lo.” Umpatnya kesal.
“Ckk! Ganggu banget sih lo.” Luca berdecak, ia merasa gadis itu sedang mencasri muka. Lihat, mereka sedang menadi pusat perhatian sekarang, Luca merasa risih.
“Berani benget ya lo bersikap kaya gitu, lo gak tau gue siapa?” Tanya Angel dengan bangga.
“Gak penting.” Ucapnya pada Angel sembari tersenyum miring.
“Sombong banget lo ya jadi cewek.” Angel mendorong bahu Luca.
Luca menatap mata Angel lekat, di tatap seperti itu saja Angel sudah gelagapan. Luca melempar hpnya mengenai bahu Angel, saking kerasnya gadis itu sampai mundur dua langkah.
Angel kaget, hp yang harganya ratusan juta itu Luca lempar tanpa berfikir panjang.
Luca mendekati Angel. “Gue gak perduli lo siapa, tapi jangan pernah berani ganggu gue.” Luca berjalan menubruk bahu Angel dan meraih hpnya di lantai.
Mereka semua yang menatap mereka berdua semakin mengagumi Luca, ia benar-benar sangat terlihat keren meski sikapnya yang begitu dingin.
Di dekat pintu, da Elen yang bernafas lega melihat bahwa Angel bukan apa-apa bagi Luca.
Luca meninggalkan kelas, ia sama seklai tidak perduli degan tatapan kagum ataupun kekesalan Angel. Padahal gadis itu tengah mematung karen malu bercampum marah.
Sekarang ia tau kenapa mereka semua sangat memuja Luca, sekali berhadapan dengan gadis itu ia sudah merasakan aura yang berbeda. Tapi bagaimanapun, Angel tidak akan kalah begitu aja. Ia lebih hebat dari Alina dan ebih cerdik dari semua iblis di sekolah itu.
“Kita lihat siapa nanti yang berkuasa.” Angel tersenyum jahat dan berlalu meninggalkan keramaian itu.
.
.
.
.
.
Authot sangat lelah, tapi sempetin up buat kalian....
Plis like komen ya🙏