LUCA

LUCA
EPISODE 145



Semua akan berlalu, yang datang akan pergi.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Klung!!!


Luca meraih hpnya yang berbunyi, ada sebuah pesan yang tengah ia baca.



Nanti langsung pulang, gue ada rapat penting.


Luca membaca sebaris kalimat dari Galang, sepertinya semua orang tengah sibuk akhir-akhir ini. Apalagi Bram yang nyaris hanya pulang untuk tidur, Gior yang biasanya selalu mengintil juga sedang sibuk entah dengan apa.


"Elen, lo kemana aja sih? Beberapa hari ini lo susah banget di hubungin." Keluh Luca pada sahabatnya.


"Ya gue ada kerjaan di rumah, lagian tumben lo cari gue." Jawab Elen.


"Lo pasti sibuk pacaran sama Gior, dia juga sibuk tuh akhir-akhir ini."


"Ya emang masalah lo apa? Dia kan pacar gue Luca."


"Kalian kok malah ngobrol." Sapa Bisma mendekati Luca dan Elen.


"Kan abis lari pak, capeklah." Ucap Elen.


"Luca capek juga? Badannya keringetan." Bisma menelan salivanya kasar melihat leher putih Luca yang basah karena keringat, ia hendak menyentuh leher itu dengan tangannya.


"Mau gue potong?" Luca menepis tangan Bisma yang tidak punya aturan.


"Bapak kan cuma kasian." Ujarnya masih genit.


"Pak Bisma, tolong ada ke sebelah sana." Ujar pak Adam yang melihat Bisma tengan mengganggu Luca.


Dengan berat hati Bisma harus bangkit dan meninggalkan Luca.


"Kalian harus tetap hat-hati." Pak Adam tersenyum menatap Luca dan Elen.


"Baik pak." Jawab Elen.


Jika saja semua guru seperti pak Adam, maka semua murid akan merasa tenang. Sifatnya yang lembut tapi tegas, perhatian dan sangat menyayangi semua muridnya tanpa melanggar batas.


"Luca awas." Teriak Elen melihat bola basket terbang ke arah Luca.


Brak!


Bola itu berhasil di tangkap oleh sosok lelaki yang berdiri di belakang Luca, gadis itu sampai menengadah untuk menatap lelaki itu.


"Lo gak papa?" Tanya lelaki itu sembari melempar balik bola basket.


"Ya."


Rupanya dia adalah lelaki yang waktu itu duduk di sampi Luca saat makan siang.


"Makasih ya." Ucap Elen langsung menyeret Luca ke sampingnya.


Lelaki itu hanya mengangguk sembari terseyum.


"Gue pergi dulu." Lelaki itu memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana olahraganya.


Dari cara berjalannya saja dia adalah lelaki yang terlihat sangat keren.


"Dasar gila." Umpat Luca melihat kekonyolan sahabatnya.


"Tapi dia ganteng kan? Ternyata sekolah kita cogan semua." Elen kembali menatap ke arah perginya lelaki tadi.


"Ck!." Luca hanya berdecak.


"Tapi dia kayaknya asing deh, dia beneran anak sekolah ini? Atau murid baru? Masak banyak murid baru?" Elen terus nyerocos.


"Emang lo yakin hafal semua wajah cowok di sekolah ini yang ada puluhan ribu?" Tanya Luca pada Elen.


"Iya juga ya, tapi dia kayaknya beda gitu."


"Semua cowok lo bilang beda, gue aduin Gior lo ya."


"Ehhh jangan gitu dong."


"Mata keranjang lo." Umpat Luca.


"Gue gak mata keranjang Luca, gue cuman menikmati ciptaan tuhan yang indah. Kan sayang kalau di anggurin, ini termasuk rasa syukur."


"Terserah lo deh."


"Kalian mau minum." Wajah culun satu lagi datang membawa air.


"Makasih Sandra." Ucap Elen meraih botol air dingin.


"Kalian lagi liat apaan?" Tanya Sandra melihat arah pandang Elen yang menatap para cowok yang sedang bermain basket.


"Lo kenal dia gak?" Tanya Elen menunjuk lelaki tadi.


Sandra menatap baik-baik cowok itu, sampai akhirnya lelaki itu bebalik dan bisa di lihat wajahnya oleh Sandra.


"Ohh dia Juan, anak Fisika I."


"Kok gue baru liat?" Tanya Elen lagi.


"Dia udah pindah ke sini setahun yang lalu kok, cuman dia pinter dan baru balik ke sini lagi. Dia mewakili sekolah kita dalam pertukaran pelajar." Jelas Sandra, sepertinya dia tau banyak tentang cowok itu.


"Lo kok bisa tau?"


"Gue sekelas sama dia."


Benar juga, meskipun mereka selalu bersama, Luca maupun Elen tidak pernah menanyakan Sandra tentang apapun yang terkait dengan dirinya. Jadi mereka tidak tau kalau Sandra termasuk otak pinter karena masuk FISIKA I.


"Emang kalian suka sama dia?"


.


.


.


.


Maafkan author yang kemarin-kemarin sangat sibuk sampai gak bisa up, mohon untuk memberikan kabar kalian dan tetap mendukung author dengan komen dan like.


author kangen🥺🥺🥺