
Luca naik ke atas podium.
Bunda dan Ayah Luca berdiri disamping Luca.
Om ngapain disini ??... ucap Luca tanpa basa basi saat Luis segera merangkul Luca
Jangan bilang, kalo om ini pedophil yang udah beli aku.... ucap Luca menatap tajam Luis
Astaga... jangan asal kamu ah.... protes Luis seperti sedang bicara dengan temannya.
Lingga terkejut bukan main mendengar ucapan Luca yang tidak disaring dulu. Sedangkan Hilary, ibunya justru tertawa geli mendengar ucapan calon menantunya. Di sudut lain ada Jordan yang hampir mati karna tersedak minumannya saat mendengar ucapan Luca
Ke 5 kakak Luca hanya bisa menutup mata, mereka sudah hapal sifat dan ke terus terangan Luca.
Tunangan kamu itu bukan om, tapi anak om... ini dia Lingga... Lingga Kendrick putra semata wayang om.... ucap Luis bangga.
Luca menoleh dan mendongak menatap dalam laki-laki tampan nan gagah bertinggi 185 Cm itu
Oh jadi anda pedophil yang jadi tunangan saya.... ucap Luca cuek.
Anggara dan sang istri sudah terbatuk-batuk
Jordan sudah hampir gila menahan tawanya.
Kelima kakaknya hanya bisa kembali menghela nafas berat
Pedophil???..... gumam Lingga.
Iya pedophil, ada 2 orang kakak ku yang sangat cantik dan sempurna disana, dan kau justru bertunangan dengan gadis 17 tahun seperti, Tinta di KTP ku saja belum kering. Kalau kau bukan pedophil terus apa??? Kakek-kakek kurang belaian?? ucap Luca dingin.
Lingga, laki-laki itu terdiam, ia ingin mengamuk tapi melihat mata indah diwajah manis seorang gadis mungil yang menatap mata Lingga dengan begitu berani tanpa sedikitpun rasa takut itu justru membuatnya terpesona.
Hilary menyerahkan cincin pada Luis agar bisa segera dilaksanakan acara tukar cincinnya..
Nah sayang ayo pasang cincinnya.... ucap Luis membuat Luca menoleh. Lingga segera memegang dadanya tanpa sadar.
Lingga pun menoleh pada Luis dan ikut mengambil cincin lalu memasangnya di jari manis Luca. Lingga memperhatikan jemari Luca yang begitu mungil berbanding terbalik dengan jemarinya.
Luca memakaikan cincin di jemari Lingga.
Nah sekarang kalian resmi tunangan....ujar Luis dan Hilary begitu bahagia.
Emangnya harus apa?? protes Luca.
Ya harus dong sayang, memang begitu prosesinya..... ujar Hilary sengaja.
Begini ciumnya.... tambah hilary memperagakan bagaimana ia mengecup bibir suaminya.
Luca melirik orang tuanya.
Memang begitu nak.... ucap bundanya sengaja agar media tak menulis berita buruk.
Luca menghela nafas kasar, ia menatap tajam Luis. Luis tak bergeming dan bersikeras memang begitu prosesinya.. Luca kembali menghela nafas kasar, ia kesal. Sedangkan Lingga terus memperhatikan gerak gerik Luca.
Tiba-tiba Luca menarik Jas Lingga, Lingga terbelalak tiba-tiba saja ia merasakan bibir manis Luca mengecup bibirnya, Luca tak menutup matanya saat mengecup bibir Lingga.
Saat Lingga menyentuh pinggang mungil Luca, Luca segera melepas kecupannya
puih puih puih puih..... Lingga terdiam saat Luca mengelap bibirnya di lengan Jas mahalnya seenaknya
kenapa sayang....tanya Luis
Pait, rasa kopi..iiiihhhhhhh....Luca gak suka .. rengeknya kesal.
Pait??? oh permen, permen, tunggu ya nah ini permennya.... ujar Luis dan Hilary panik Ia tahu Luca benci dengan rasa pahit.
Begitu juga dengan keluarga Luca, mereka pun ikut panik jangan sampai si bungsu histeris di acara besar ini bisa malu mereka.
Ia masih ingah dulu bagaimana Luca menangis histeris saat tanpa sengaja meminum kopi milik Kakek David.
Kamu ini, mama kan udah bilang jangan minum kopi hari ini liat deh jadi ngambek kan tunangan kamu.... omel hilary pada putranya.
Para hadirin terkejut dengan kejadian spontan itu
Ini tuan ada coklat.... ucap sekertaris Luis.
L.uca segera mengemut Coklat itu, ia pun mulai tenang.
Maaf maaf... maaf ya.... ucap Lingga lembut pada Luca sambil membelai rambut Luca lembut.
Mereka terdiam, di manusia dingin dan acuh itu tampak begitu perduli dengan tunangan kecilnya itu.