
Hei kamu kenapa?! apa kepala mu sakit?? tanya Jordan yang berhasil membuyarkan lamunan sasa.
Enggak kok, cuma ngantuk...ucap sasa
Sasa kemudian memperbaiki posisinya dan menyantap makanannya walau sebenarnya ia malas. Setelah selesai makan malam bersama sasa pamit ke toilet, awalnya jordan hendak mengikutinya tapi melihat Sasa yang mendelik tajam padanya membuat Jordan memilih duduk manis ditempatnya.
Sasa mencuci wajahnya untuk menghilangkan kantuknya. Sungguh kesibukannya membuatnya kekurangan waktu untuk beristirahat. Dilihatnya wajahnya di cermin. Dia masih tetap tampak cantik, wajahnya mulai tampak segar sepertinya mencuci muka benar-benar bisa menghilangkan kantuknya. Kemudian sasa merapihkan pakaian dan make-up nya lalu berjalan menghampiri tempat duduknya dengan Jordan.
Langkah sasa terhenti. Lagi-lagi Sasa menyadari pengaruh ketampanan seorang Jordan. Baru ditinggal bentar doang udah ada aja lebah yang nyantol.
Namun tampak sedikit aneh dimata Sasa, biasanya jordan akan langsung tebar pesona tingkat akut, tapi hari ini, pria itu justru tampak acuh dan tak perduli dengan para wanita yang menggodanya.
Masih dalam dunianya, hingga ia tersadar saat tiba-tiba Jordan menoleh pada sasa dan tersenyum manis padanya sambil melambaikan tangannya. Sasa terkesiap, ia pun berjalan mendekat.
Kau tinggal di hotel mana biar aku panggilkan taxi untukmu...ucap Sasa tanpa basa basi.
Yah, sasa merasa ia harus segar menjaga jarak diantara mereka. Jika dulu sasa bisa dengan mudah menolak hadir Jordan, namun entah mengapa kali ini "felling" nya berkata ada yang tidak beres dengan hatinya.
Hello,.....Sasa gak sudi berakhir menyedihkan seperti almarhum maminya, Jatuh cinta, dan mencintai orang yang salah hingga berakhir pada penghianatan dan luka menganga bahkan hingga ia menutup matanya luka itu tak pernah sembuh, air mata itu tak juga mengering.
Sasa memilih pergi dan membuang nama Hermawan, semua itu karna ia tak ingin hidup dengan terus dihantui bayang bayang penghianatan yang diterima wanita bodoh yang sudah melahirkan, wanita yang dengan idiotnya tetap tersenyum walau sudah dihianati dan disakiti sedemikian rupa oleh suami yang dicintainya dan wanita ****** yang menyebut dirinya "sahabat".
Hei... aku masih rindu, ayolah jangan mengusir calon suamimu yang tampan ini begitu cepat...ucap jordan menunggu reaksi sasa yang pastinya sangat ia rindukan hingga ia sengaja menyebutkan kata " calon suami" pada sasa. Namun sayang, harapan tinggal harapan, saat sasa menanggapinya dingin.
Baiklah teruslah disini, aku permisi, aku harus istirahat karna masih banyak yang harus aku lakukan besok, dan kau silahkan saja kalau masih mau disini. Semoga berhasil dengan mangsa-mangsa barumu... ucap sasa lalu membawa tasnya dan berlalu begitu saja meninggalkan jordan yang terdiam dengan sikap dingin dan datar sasa yang baru pertama kali ia lihat.
Jordan masih tetap diam ditempatnya menatap pada bayangan mobil porsche 911 kuning milik sasa yang membawa sang pemilik perlahan menghilang dari jangkauan pandangan mata jordan.
Tuan muda.... semua yang anda minta sudah selesai tuan muda... ucap Mark asisten plus orang kepercayaan Jordan
Thank you,...ucap jordan lalu bangkit dari duduknya dan masuk kedalam mobil Benz AMG putihnya.
Benar tuan muda, Nona sasa tinggal di unit no 601 tuan. Dan ini kunci 602 yang bertepatan dengan unit apartemen nona sasa, tuan...saya sudah membeli kedua unit itu sesuai permintaan anda... ucap Mark
Bagus...terimakasih... Jordan pun keluar dari mobilnya bersama mark, ia sengaja meminta mark memarkir mobilnya tepat disamping mobil sasa.
Ini kunci kunci mobil dan ini kunci apartemennya, semua perlengkapan dan pakaian anda, semuanya sudah tersedia didalam...ucap Mark
Ok...ucap Jordan sambil tersenyum memperhatikan kunci yang kini ada ditangannya.
Minta mischa untuk selalu mengirimkan laporan perusahan padaku...ucap Jordan pada Mark untuk bekerjasama dengan Mischa saudara kembar Mark yang juga adalah tangan kanan Jordan
Baik Tuan...ucap Mark.
Kau boleh pergi, terimakasih untuk semuanya...ucap Jordan lalu berlalu masuk ke dalam gedung apartemen dan Marka masuk kedalam mobil yang memang mengikutinya.
Hallo nyonya besar, sekarang tuan muda sudah bersama nona sasa, Tuan muda membeli kedua apartemen agar bisa selalu menempeli nona sasa, nyonya....lapor Mark pada bunda jordan.
Mmm.... bagus.... bagus.... pastikan mereka semakin dekat Mark... ucap bunda jordan begitu semangat.
Baik nyonya..... ucap Mark, lalu tak lama bunda jordan mematikan sambungan teleponnya setelah mengucap terimakasih pada Mark.
Ting... pintu lift terbuka.
601.
Jordan menatap pintu unit 601 yang berhadapan tepat dengan apartemennya.
Senyumnya mengembang.
Sayang, sepertinya kamu ingin menarik garis pembatas denganku....lakukan saja sesukamu, karna aku akan terus menghapus garis itu sayangku....ucapnya seraya tersenyum lalu ia pun masuk kedalam unit 602.