
Cinta yang aku tuwai
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Luca pulang dengan langkah yang sangat pelan, ia bahkan sampai berjinjit agar tidak menimbulkan suara kakinya.
“Malah kayak maling gue.” Gumamnya.
Ia merasa bahwa Galang belum pulang, hal itu membuatnya mampu bernafas lega. Ia melangkah santai menaiki tangga menuju kamarnya, tak lupa ia bersenandung kecil karena merasa bebas dari rasa malunya.
Ya, meskipun hanya beberapa saat. Karena yang pasti Galang pasti akan pulang sebentar lagi.
“Apa gue ajak Elen aja ya nginep di sini? Kan gak mungkin Galang macem-macem kalau Elen tidur bareng gue.”
“Siapa yang mau tidur bareng.”
“Anjrooooottt, copot jantung gue.” Umpat Luca kaget saat mendapati Galang sudah berada di dalam kamarnya.
“Kenapa hmm?” Galang berjalan mendekati Luca.
“Hay om, ehhhh hay sayang.” Ucapnya cengengesan sembari menggaruk rambutnya yg tidak gatal.
“Sini sayang.” Ucap Galang dengan senyum penuh makna.
“Gue mandi dulu ya, gak enak nih keringetan.” Luca berjalan melewati Galang namun tangannya di cekal dan Galang menariknya sampai gadis itu membentur dadanya.
“Ngapain mandi? Entar juga kerigetan lagi.”
“Ihhhh apaan sih, Dasar mesum.” Luca mendorong Galang menjauh.
“Cepet duduk.” Perintah Galang yang tiba-tiba menjadi serius.
Dengan kikuk, Luca duduk karena ia tidak berani jika harus melawan lelaki itu tadi, bisa makin murka dia.
“Udah tau salahnya apa?”
“Tau.” Jawabnya menunduk bersalah.
“Terus kamu masih mau ngehindar dari aku?” Galang menatap Luca yang sudah cemberut.
“Maaf ya sayang, aku gak ada niat begitu kok.” Rengeknya menoel noel lengan Galang merengek manja.
“Gak, kamu itu keterlaluan ya. Gimana kalau semalem aku telat dateng? Gimana kalau kamu di culik sama cowok-cowok di sana? Malah minta tidur segala lagi.” Ucapnya terus menatap kekasihnya sangat kesal.
“Ia aku gak tau sayang, semalem tiba-tiba aku ngerasa panas dan aku pusing.”
Galang tetap tidak bergeming dan memandang Luca datar dan dingin.
“Sayang angan di cuekin.” Luca memeluk Galang untuk bisa meluluhkan hatinya.
“Gawat nih om om, susah banget di bujuk lagi.” Serunya di dalam hati.
“Aku janji mulai sekarang aku gak bakal aneh-aneh lagi.” Ia menatap Wajah Galang dari bawah, anmun lelaki itu tetap tak bergeming.
Cup!!!!
“Aku sayang kamu.” Ucapnyalagi setelah mencium pipi Galang.
“Gak.”.
“Kok gitu sih?” Luca kembali cemberut dan memasang tampang memelasnya tak lupa puppy eyes andalan.
“Gak boleh, kali ini gue gak bisa luluh. Enak aja ni anak udah bikin ulah malah sok manis, pokoknya aku harus tahan. Tapi dia gemes banget.” Galang terus saja bertengkar dalam hatinya agar tetap teguh dan tidak membiarkan Luca menang.
Cup Cup Cup!!!!!
Luca mencium bibir Galang berulang kali dan tersenyum samanis mungkin di hadapan lelaki itu.
“Kamu tuh ya, gak boleh kayak gini. Aku pergi aja.” Ucapnya melangkah pergi dari kamar Luca.
“Aku sayang kamuuuuuuuuu.” Teriak Luca sembari terkikik geli karena melihat Galang yang berusaha mati-matian agar tetap terlihat cuek.
“Hufftt selamat gue dari hukuman..hihihi.”
“Isssshh awas si Luca, malah imut gitu mukanya mana tega aku marahin dia.” Guamamnya sembari berjalan tanpa melihat kalau ketiga adiknya menatap heran.
“Pokoknya nanti harus kasih hukuman, sekarang pergi dulu mandi.” Sambungnya lagi.
“Dia kenapa?” Tanya Gior
“Dia ketularan Luca, suka ngomong sendiri.”
“Palingan masalah semalem.” Tambah Gerald.
“Kayaknya kakak kita mulai gak waras.” Gior bergidik ngeri.
“Dia tuh bucin.” Galaxi sembari mengunyah kacang.
“Dih, kayak lo gak bucin aja.” Ucap Gerald jijik.
“Sirik lo jomblo.” Umpat Galaxi.
.
.
.
.
Hay, muali sekarang author akan rutin up ya, jadi kalian wajib komen like dan vote.
ada yang tertarik masuk grup chat gak sih? biar bisa share dan saling curhat guys...
terimakasih ...