LUCA

LUCA
Stalker Astral



Paris


Sasa menemani Jordan mencari segala kebutuhan dan barang-barang untuk di apartemennya. Atau lebih tepatnya Jordanlah yang menemani Sasa.


Sasa tampak teliti dan begitu hemat mencari semua kebutuhan Jordan, ia tak melihat merek, tapi melihat kualitas.


Jordan terdiam mengetahui Sasa begitu beda. Gadis cantik yang selalu mementingkan penampilan itu tahu bagaimana caranya menawar harga dan kritis dalam berbelanja tidak seperti para perempuan cantik yang pernah jordan kenal dulu.


Biasanya mereka berbondong bondong menguras kartu Jordan dengan membeli berbagai macam barang bermerek tapi Sasa justru lebih memilih kualitas dari pada merek.


Barang-barang elektroniknya akan langsung diantar..ucap Sasa pada Jordan. Jordan hanya mengangguk.


Apa pakaian gantimu sudah datang?? tanya Sasa.


mm?? sepertinya pihak penerbangan salah memasukkan bagasi...ucapnya berbohong. Jordan ingin sasa memilihkannya pakaiannya.


hhh... ok ayo kita cari pakaianmu... dana cukup kan?! tanya Sasa.


Tentu, aku ini kan Jordan...CEO...ucap Jordan terpotong saat tiba-tiba Sasa memilih mendahuluinya dari pada mendengar ocehan sombong Jordan.


Eh...sayang tunggu... ucap jordan segera mengikuti Sasa.


Sasa membawa ke pusat distro, biar gak terlalu mahal dan gak bukan merek terkenal tapi desain dan kualitasnya patut di perhitungkan.


Kamu gak ada alergi sama bahan pakaian kan?? tanya sasa.


Selama ini sih gak ada...sahutnya


Ok... ucap sasa, kemudian matanya begitu tajam mencari beberapa Tshirt, jeans, celana pendek, Jaket, jersey, piayama dan beberapa set jas dan pakaian kantor. Tak lupa Sasa mencarikan sendal jepit dan sepatu untuk Jordan. Jordan sudah seperti boneka yang didandani Sasa. Seperti yang selalu sasa lakukan pada dani dan Luca. Jika Dani dan Luca akan sedikit mengeluh, berbeda dengan Jordan yang begitu senang diperlakukan seperti ini. Ia merasa sangat diperhatikan.


Udah semua? ada lagi yang kamu butuhin gak? coba diinget dulu? aku gak bisa nemenin kamu terus buat cari kebutuhan kamu...ucap Sasa, Jordan tersenyum lalu refleks mengusap surai panjang rambut sasa.


Kayaknya sih udah, tinggal ngisi perut aja, kita belum makan siang kan?? nanti abis makan siang aku inget inget lagi... ucap Jordan. Sasa pun mengangguk setuju.


Yaudah kamu tunggu disini dulu, aku antar ini (barang belanjaan) ke mobil dulu ok....ucap jordan, sasa mengangguk dan milih duduk di salah satu kursi dan mengecek pesan dihpnya.


Jordan memasukkan barang belanjaannya. Tak lama ia kembali, betapa kesalnya dia, saat melihat ada seorang eksekutif muda mendekati sasa yang tampak tak nyaman dengan lelaki yang mendekatinya saat ini.


Sayang... panggil Jordan lalu menarik pinggang Sasa dan mendekapnya posesif.


Dia siapa? tanya jordan seraya menyelipkan anak rambut sasa ke telinganya


gak kenal..sahut Sasa cuek dan fokus pada hpnya


Sasa mengalihkan pandangannya pada Jordan. Ditatapnya jordan, Jordan tersenyum manis padanya.


Mon Mari Bien-aime (Suamiku tercinta)...jawab Sasa santai,


Seketika jantung Jordan marathon ditempat, kemudian ia tersenyum saat menyadari apa yang ia dengar bukan halusinasi, ya walaupun Jordan tahu, sasa sengaja mengatakan itu untuk mengusir para lebah yang berusaha mendekatinya


hahaha...kamu pasti bercandakan moncher???....gak mungkin kamu udah merit?! kamu pasti bohong cuma biar aku ngejauhkan....ok aku tahu aku salah karna pernah selingkuh dari kami tapi plis jangan giniin aku, plis kasih aku kesempatan...ujar pria itu tak percaya.


Maaf ya, saya tidak pernah merasa pernah memiliki hubungan khusus dengan anda. Anda siapa saja , saya tidak ingat, jadi tolong dengan sangat jangan menyebarkan hoax, seolah anda itu mantan saya.... ucap Sasa.


Moncher plisss..... ujar pria itu berusaha menyentuh tangan Sasa, Namun Jordan segera menyembunyikan sasa di balik punggungnya.


Sasa mulai jengah, ia heran kenapa lebah dihadapannya itu tak pernah menyerah walau sudah ditolak ribuan kali.


Sasa kesal, ia sudah diambang batas kesabarannya. Sasa membalikkan badan Jordan lalu Sasa menarik wajah Jordan yang sedang heran kenapa tiba-tiba ditarik, belum sempat bertanya tiba-tiba Jordan merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.


Ya Sasa mencium Jordan dengan sengaja tepat didepan laki-laki yang begitu keukeuh mengumbar hoax kalau sasa berpacaran dengannya dan putus karna dirinya selingkuh dan berniat balik dengan sasa, sedangkan sasa sendiri bahkan tak ingat pernah mengenal laki-laki itu.


Melihat Sasa yang menciumnya dengan begitu amatir membuat Jordan menarik pinggang mungil Sasa agar lebih mendekat lalu ia mulai ******* dan mencecap bibir manis Sasa.


Namanya kesempatan dalam kesempitan, kalau nanti sasa marah, jordan tinggal berkilah "agar tampak lebih nyata"...batin Jordan dengan gila berkata.


Jordan melepaskan ciuman mereka setelah sasa kehabisan nafas. dengan masih memeluk pinggang Sasa erat, Jordan mengecup kening dan pipi kanan sasa dengan refleks.. Lalu ia mengecup kecil bibir manis yang tadi sempat ia nikmati itu dengan gemas kemudian ia usap karna lipstik sasa agak berantakan. Sasa diam saja dan membiarkan Jordan berbuat sesukanya, ia tak mau usahanya sia-sia untuk mengusir laki-laki gila yang mengaku-ngaku mantan kekasihnya itu.


Lalu tiba-tiba laki-laki itu marah, ia ingin menghajar jordan namun lebih dulu tinju Sasa bertamu diwajah laki-laki itu.


Va te faire cuire un œuf.....(enyah kau)..... ucap Sasa lalu menarik Jordan pergi


Sesampainya di sebuah restoran, Jordan dan sasa pun memesan makanan mereka


Toilet... ucap Sasa, lalu meninggalkan Jordan yang terus tersenyum.


Sesampainya di toilet sasa mencuci mukanya ia memejamkan matanya. Sungguh Sasa mau dengan yang terjadi tadi. Sasa menyesali sikap impulsifnya tadi. Tapi jika gak begitu, maka laki-laki yang sasa gak ingat namanya itu akan terus mengusiknya.


ah sasa benar benar malu, rasanya ia ingin menghilang saja seperti ditelan bumi.


Everything is gonna be alright.... its ok...ucap sasa berusaha menenangkan diri. Setelah meyakinkan hatinya ia pun mulai memperbaiki make-upnya. Lalu ia kembali kemejanya dengan Jordan.


Jordan menunggunya dengan senyum manis.


Ah.... rasanya sasa ingin mati saja, harga dirinya terusik karna sudah dengan bodohnya mencium Jordan,, Si Stalker Astralnya