LUCA

LUCA
EPISODE 165



Aku terlalu awam dalam percintaan.


~Luca.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Galangggg."


"Hmmmm."


"Jangan marah." Luca memeluk Galang dari belakang, lelaki itu tengah berbarring di kasur empuknya.


"Gue gak marah."


"Terus kenapa?"


"Sakit hati." Ketus Galang dengan tetap membelakangi gadis itu.


"Muaaaachh muaaachh muaacch." Luca mencium pipi lelaki itu berkali-kali.


"Berangkat yuk." Ajak Luca pada kekasihnya yang massih tidak merespon.


"Buruan ambil tas lo." Galang bangkit dari tidurnya dan berjalan mengambil jas yang sudah ia gantung.


Luca berlasri ke kamarnya mengambil tas, kemudian ia berlari lagi menghampiri Galang yang sudah berada di depan pintu kamarnya sendiri.


"Nanti pulangnya sama Gior." Seru Galang di sela langkah kakinya menuruni tangga.


"Kok Gior? Lo gak mau jemput gue lagi?"


"Nanti ada rapat penting, gak usah mikir aneh-aneh." Galang membelai rambut Luca sesaat, meski gadis merasa bahwa Galang masih marah.


"Daaaa." Luca melambaikan tangannya dan hanya di balas senyum singkat oleh Galang.


Senyumannya memudar seiring dengan menghilangnya mobil itu, ia tau ia mungkin salah.


Dia sama sekali tidak memikirkan hal sampai sejauh ini saat meneima lamaran Galang, namun tidak mungkinjuga ia menolak lamaran lelaki itu.


Bukannya dia tidak cinta, dia sangat mencintai lelaki itu. Tapi, hatinya belum siap, menikah bukanlah hal yang mudah baginya. Dan pernikahan tidak seindah yang di dengar maupun yang orang ceritakan.


Menikah adalah hubungan yang sakral, di mana ia harus benar-benar siap memberikan seluruh dirinya dan waktunya untuk lelaki itu. Mungkin juga akan banyak hal yang berubah setelah pernikahan.


Terlebih lagi saat ia mengingat pernikahan orang tuanya yang berujung maut bagi ibunya, ia sama sekali belum siap. Menikah bukan hanya hubungan sesaat, kita akan berhubungan dengan orang yang sama selama bertahun-tahun lamanya, dan tentu akan banyak hal yang menguji, termasuk rasa bosan.


Akan banyak pertentangan di dalam dua kepala yang berusaha di satukan. Memang benar selama ini Luca belum pernah merasakan pertengkaran yang sebenarnya, mngkin ia hanya mengalami beberapa kesalah pahaman yang mudah Galang selesaikan. Tapi setelah menikah, apa Galang masih akan melakukan hal itu?


Bagaimana jika ia atau Galang tidak bisa mempertahankan perasaannya selama hubungan mereka?


"Heh bengong aja lo." Elen menepuk bahu Luca yang hanya mematung di depan gerbang.


"Lo ngagetin terus tau gak?"


"Udah masuk yuk." Luca menarik tangan Elen dengan langkah yang nyaris berlari.


"Pelan-pelan aja Luca, kita gak bakal telat kok." Seru Elen karena ia di seret-seret.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo." Ucapnya menghentikan langkah saat berada di koridor yang lumayan sepi.


"Apa?"


"Jadi sebelum kita jalanin rencana kita, gue mau ketemu dulu sama kepala sekolah." Jelas Luca memelankan suaranya.


"Hah? Ngapain?"


"Ngopi." Ketus Luca. "Ya gue mau ngomongin masalah ini dulu, kalau dia mengabaikan laporan gue, baru gue jalanin rencana ini."


"Tapi gimana kalau lo di apa-apain ntar?"


"Tenang aja, dia gak bakal berani kok. Gue cuman pengen tau aja dia ngapain aja selama jadi kepala, kenapa masalah kayak gini gak bisa dia atasi."


"Setau gue ya Luca, pak Bisma itu adik sepupu kepala sekolah." Elen baru memberitahu informasi itu.


"Serius lo?"


"Iya, semua juga udah tau kok. Makanya pak Bisma itu lebih berani dan gak ngumpet-ngumpet kayak guru yang lain."


"Bagus dong, kita lebih gampang singkirin mereka." Bukannya malah takut, Luca malah semakin bersemangat.


"Jangan lupa ya, Angel ada di pihak mereka. Kita belum tau apa yang Angel rencain karena dia udah gak rusuhin lo lagi." Elen memberi peringatan pada sahabatnya agar tidak menganggak enteng perempuan iblis itu.


"Gue juga lagi mikir itu kok."


"Semoga kita bisa ya." Ucap Elen penuh harap.


.


.


.


.


.


HAY, jujur author mulai gak semangat karena ya seperti yang kalian tau novel ini mengalami penurunan.


tapi author akan tetap berusaha menuntaskan novel ini untuk kalian yang setia...


Terimakasih kalian.


"Gak ada yang gak bisa kalau usaha."