LUCA

LUCA
EPISODE 64



Jika benar mencintai, tentu dia akan mengerti.


🌹🌹🌹🌹


Luca masuk dengan raut wajah kesal yang tidak bisa dia hilangkan, perempuan tadi membuatnya marah.


"Lo kenapa?" Tanya Gerald melihat Luca.


"Tuh ajarin sekretaris sialan lo, dia bisa aja gue banting." Jawab Luca kesal.


"Emangnya dia ngapain?" Kali ini giliran Galang yang bertanya.


"Dia cegat gue masuk."


"Mungkin dia belum tau Luca, udah gak usah marah-marah." Gerald menenangkan Luca.


"Gerald, berikan ini pada bagian keuangan." Galang memberikan beberapa berkas yang barus ia selesaikan.


Gerald mengambilnya dan langsung pergi dari sana. Syukurlah dia bisa menghindari Luca, dari wajahnya sepertinya akan terjadi peperangan besar di antara mereka.


"Lo cari sekretaris apa pemandu karaoke." Luca duduk di kursi dengan tetap menatap Galang tajam.


"Kenapa?" Galang tidak mengerti maksud Luca.


Luca tidak menjawab pertanyaan galang, ia merasa kesal pada lelaki ini. Beraninya dia mempekerjakan perempuan yang berpakaian seperti itu.


Galang menghampiri Luca dan mengangkat tubuh itu ke pangkuannya.


Luca tetap tidak mau berbicara pada Galang, dia meneguhkan hatinya agar tidak bisa di rayu kali ini.


"Masih marah?" Galang membelai lembut rambut Luca.


Siapa yang tidak akan meleleh jika terus di perlakukan seperti ini, amarahnya langsung hilang akibat perbuatan Galang.


"Lo masih lama?" Tanya Luca mengalihkan pembicaraan.


"Ini masih siang." Ucap Galang, karena seperti biasa dia akan pulang sore.


Luca tidak menjawab, entah kenapa dia sangat mengantuk hari ini. Luca memeluk Galang dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik omnya itu.


Perlahan, Galang menidurkan Luca di sofa. Dia memberikan kecupan di kening seprti biasa. Setelah itu, ia kembali berkutat dengan laptop dan beberapa berkasnya.


"Pak ini ada berkas yang harus anda tanda tangan." Micel masuk ke ruangan Galang setelah mengetuk pintu, dia melirik ke arah Luca tertidur.


"Lain kali perlakukan dia dengan baik." Ucap Galang.


"Maafkan saya atas kejadian tadi pak." Ucap Micel dengan rasa hormatnya.


"Besok pakai baju yang lebih sopan jika masih ingin bekerja di sini."


"Baik pak." Micel berlalu meninggalkan ruangan Galang, Ia tidak menyangka pada lelaki itu yang begitu dingin. Biasanya banyak lelaki yang tergoda dengan tubuhnya kerena pakaian yang ia kenakan sangat seksi, tapi kali ini Galang malah seperti merasa jijik.


"Kenapa lo?" Tanya salah satu pegawai perempiuan yang melihat wajah lesu Micel.


"Tuan Galang gak suka sama penampilan gue."


"Lo gak liat di sini cuman ada beberapa pekerja cewek, tuan Galang gak suka yang aneh-aneh."


"Lo tau ponakan tuan Galang yang tadi gak?" Tanya Micel.


" Noona Luca? Dia itu putri tunggal perusahaan COMPANY, dan dia adalah keponakan kesayangan dari empat bersaudara ini. Jangan sapai lo cari masalah sama dia, tuan gak bakal mikir dua kali buat mecat lo." Ucap perempuan itu.


Micel bergidik ngeri mengingat kejadian tadi, untung saja dia tidak di pecat karena masalah ini. Betapa bodohnya ia tadi malah memarahi gadis emas itu, seharusnya ia mendekati Luca untuk mengait hati presedir.


Kali ini dia harus bersikap baik pada Luca dan membuat gadis itu menyukai dirinya, itu akan mempermudah dirinya untuk mendapatkan perhatian Galang.


.


.


.


.


.


Like sama komennya jangan lupa.. love you,🥰🥰