LUCA

LUCA
EPISODE 59



Aku banyak belajar, bhawa kalian adalah keberkahan.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kalian dari mana saja." Suara berat Galang menyapa mereka yang baru saja masuk.


"Gue gak sengaja ketemu sama Luca tadi di mall." Jawab Gior.


"Luca kenapa perginya lama?" Galang mengabaikan Gior, mungkin dia masih marah.


"Gue nemenin Elen belanja, mau mandi dulu." Ucap Luca melangkah ke kamarnya.


Galang hanya menatap Gior kemudian ikut melangkah meninggalkan tempat itu.


"Kakak masih marah, gimana ini." Ujarnya merengek melihat dirinya yang di abaikan.


Setelah merasa leleah berkeliling menemani Elen, Luca merendam dirinya untuk menghilangkan rasa penat dalam dirinya.


Sekitar satu jam lebih ia mandi, lalu keluar untuk mengganti baju.


"Lo tidur di dalem?" Tanya Galang yang sudah rebahan di kasur.


"Ngapain di situ?" Luca mengambil pakaiannya di lemari.


"Yang lo liat?" Galang memperlihatkan dirinya yang sedang berbaring santai.


Luca memutar bola matanya mendapatkan jawaban itu dari Galang, percuma berdebat dengan lelaki itu.


Luca kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju dan keluar setelah selesai mengenakannya.


"Huuuh." Bentak Luca cemberut, Galang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi saat Luca hendak keluar.


"Lo gak kangen sama Gue?" Tanya Galang.


"Nggak." Jawab Luca mendorong Galang.


Galang yang tidak menyerah, terus saja mengganggu Luca dan menarik pinggangnya.


"Lo harus di hukum." Ucapnya mendekatkan wajah.


"Gue salah apa?" Tanya Luca yang tidak bisa bergerak di dalam pelukan Galang.


"Pertama, lo udah buat gue nunggu lama. Kedua, lo malah gak kangen sam gue." Ucap Galang dengan manja.


"Lepas ihh, lebay banget." Luca menyingkirkan wajahnya karena terus di dekati Galang.


Galang semakin mempererat pelukannya dan menyambar bibir Luca yang terasa dingin dan masih basah sisa mandi.


Luca berusaha mendorong omnya itu, dia merasa kesal Galang etrus saja asal nyosor saat bersamanya.


"Luca, ayo makan." Gior membuka pintu dan terkejut melihat pemandangan di depannya.


Luca semakin mendorong galang hingga melepasnya.


"Gue beneran bisa gila nih." Gior masih mematung kaget setengah mati melihat Luca dan kakaknya.


Galang dengan santainya melangkah keluar melewati Gior, tidak perduli gadis yang ia cium saat ini masih berusaha menahan rasa malunya.


Luca ikut keluar dari kamar menutupi perasaannya, Galang benar-benar keterlaluan.


"Lo beneran gila?" Gior mengekori Luca di belakang, Luca tetap tidak menjawab perkataan Gior.


"Jadi ini alasan lo lebih suka sama Galang?" Ujar Gior yang sudah sampai di meja makan.


"Gak bisa, ini gak adil. Gue juga bisa begitu, bahkan gue lebih hebat dari kakak." Ucap Gior dengan percaya diri.


"Ada apa sih?" Tanya Galaxi yang tidak tau apa yang terjadi.


"Gue bisa Luca, lo harus coba juga sama gue." Gior menarik lengan Luca.


"Heh." Galang menepis tangan Gior dan juga menarik Luca supaya lebih dekat dengannya.


Luca yang posisinya berada di tengah-tengah mereka malah semakin pusing.


"Gak bisa dong kak, Luca harus coba dulu baru bisa nentuin pilihan. Aku juga masih punya kesempatan." Ujar Gior melawan.


"Woy, jaangan ngebuat gue bodoh. Ada apa sih?" Teriak Galaxi.


"Dia punya Gue." Jawab Galang.


"Tapi Luca bukan pacar kakak, itu artinya dia juga boleh punya gue." Gior terus menjawab tidak mau mengalah.


Galaxi hanya menganga melihat dirinya yang sedari tadi di abaikan.


"Kalian diem bisa gak sih." Bentak Luca mendorong Galang jauh.


"Oke lo lebih suka gue apa kak Galang?"Tanya Gior lagi pada Luca.


"Dia suka sama gue." Malah Galang yang menjawab.


"Luca pasti di tekan makanya nurut. Dia gak mungkin suka sama kakak." Bantah Gior.


"Gue suka Gerald." Jaawab Luca membuat mereka berdua diam dan menatap Gerald.


"Gue gak ikutan padahal." Gerald malah seperti maling ke tangkap basah yang terkejut.


"Lo pasti bohong, gue tau lo sukanya sama gue." Dengan percaya dirinya Gior mengatakan itu.


Luca merasa sangat kesal, ia kesini ingin makan malah mendengar pertengkaran mereka.


Braaakkk!!


Luca memukul meja dengan kuat." Kalo kalian gak diem, mending pergi. gue mau makan." Ucap Luca mengambil nasi dan beberapa lauk.


Galaxi menahan tawa melihat kedua saudaranya di marahi, bisa-bisa mereka bertengkar karena hal yang Galaxi sendiri tidak ketahui.


.


.


.


.


.


.


Silahkan tinggalkan like dan komen kalian...


jika berkenan, kalian bisa kasih author hadiah dan vote untuk terus mendukung karya author.


TERIMAKASIH🙏🙏🙏🥰