LUCA

LUCA
EPISODE 65



Jika luka lama terbuka, maka akan sulit untuk kembali menutupnya.


🌹🌹🌹🌹


Setelah menyelesaikan pekerjaanya, Galang melirik Luca yang masih tertidur pulas. Entah apa yang di lakukan gadis itu hingga seperti orang pingsan.


"Orang cantik tidurnya bisa kayak kebo." Ujar Galang sembari tersenyum melihat Luca.


Segera ia merapikan berkas di mejanya agar bisa cepat pulang.


"Luca, ayo kita pulang." Galang berusaha membangunkan Luca, tapi gadis itu tidak bergerak sedikitpun.


Galang memilih menggendongnya keluar menuju mobil, tentu hal itu menjadi sorotan para pekerja di sana. Siapa yang tidak akan iri dan menginginkan posisi Luca, hanya Luca yang bisa berada di posisi itu.


"Gue rasa mereka berlebihan." Ujar Micel melihat Galang yang menggendong Luca.


"Sebaiknya lo kerja aja, noona Luca itu nomer satu buat tuan, jangan cari masalah sama dia." Tegur perempuan berambut sebahu yang bersama Micel.


Meskipun Micel sudah diam, dia tetap seperti merasa dan sesuatu yang janggal, apakah om dan keponakan se dekat itu?


Ah sudahlah, yang penting dia harus memanfaatkan gadis yang di sayangi tuannya.


Sepanjang perjalanan, Luca juga masih belum bangun. Galang juga harus menggendongnya ke kamar karena gadis itu tidak bisa di bangunkan. Mimpi apa yang sudah mempuat keponakannya betah berlama-lama dalam tidurnya.


Setelah menidurkannya di kasur, barulah Luca mengeliat dan menggosok matanya berulangkali.


"Gue mau pulang." Ujarnya belum sadar dirinya ada di mana.


"Lo pura-pura tidur biar bisa gue gendong?" Galang mendekatai wajah Luca.


Mendengar hal itu, dia mengedarkan pandangannya memutari seluruh ruangan. Barulah ia sadar jika dirinya berada di kamar, rupanya dia tidur terlalu lama.


"Heheheh." Luca nyengir melihat Galang yang mendekatinya, ia sungguh tidak tau kalau dia sudah berada di kamar.


"Seneng gue gendong?" Tanya Galang lagi.


"Mana ada, gue kan gak tau kalo lo gendong gue." Jawab Luca jujur.


"Jadi lo mau gue gendong lagi." Galang langsung kembali menggedong Luca.


"Ihhhh turunin, bukan gitu maksud gue." Luca berusaha turun.


Galang langsung melepas Luca di atas kasur, alhasil ia terpental jatuh ke kasurnya.


"Aduhh pinggang gue." Seru Luca. "Lo kenapa ngelempar gue?" Luca menimpuk Galang dengan bantalnya.


"Lo yang surruh tadi." Ucap Galang beralalu ke kamar mandi tanpa merasa bersalah. Hatinya sangat puas membuat Luca kesal, sudah sejak tadi di membangunkan gadis itu.


"Om om brengsek lo." Umpat Luca dengan nyaring agar Galang mendengarnya.





Ia melihat jaketnya yang robek di lengan, di terluka karena gadis itu. Segera ia melepas jaketnya dan melempar kasar. Baru kali ini ada yang berani melukai dirinya, jika bukan karena tugas dari sang nyonya, sudah habis Luca ia siksa saat ini.



"Lo liat aja gimana gue permainin lo." Ucapnya dengan senyum miring. Luka di tangannya cukup dalam, ia tidak tau Luca se cerdik itu memancingnya ke luar saat melewati gang sepi.



Entah apa yang harus ia kabarkan nanti pada nyonya, mungkin dia harus menghindari bertemu dengannya.



"Tuan, Galang berada di balik Luca. Dia pasti tidak akan tinggal diam mengetahui hal ini." Salah satu oarngnya datang melapor.



"Cepat lakukan penyamaran dan awasi pergerakan mereka, jangan sampai Galang curiga kita yang mengusik Luca." Perintah lelaki itu.



Kali ini dia harus berhati-hati, Galang bisa saja menemukannya dan menghancurkan mereka. Dia paling menghindari masalah dengan Galang selama ini, tapi secara tidak langsung kali ini dia harus melawan pengusaha hebat itu, itupun ia lakukan karena penawar yang mahal dari nyonya.



.


.


.


.


.


.



Like komen ya guys, sialahkan tambahkan ke favorit. Jika kalian berkenan bisa memberikan author hadiah dan vote untuk mendukung karya ini.



terimakasihhhh🙏