LUCA

LUCA
EPISODE 106



Mari kita lakukan pertunjukan terakhir.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Lo kemana? Tadi gue nyari lo udah pergi." Galang menemui Luca di kamarnya.


"Ini." Luca memberikan rekaman itu pada Galang, itu bisa menjadi bukti nantinya.


"Gue udah tau, gue juga udah menanyakan hal ini." Ucap Galang yang sama sekali tidak terkejut.


"Kenapa lo gak ngasih tau gue?"


"Gue pengen ngasih tau lo setelah semuanya selesai."


Klunggg!!!!


Handphone Shina kembali berbunyi, ada sebuah pesan masuk.


26,11,4,8,18,8,5,11,11,18,8,4,8.


23,11,21. 15,30


"Lihatlah, dia mengirimkan pesan lagi." Luca memberikan hpnya pada Galang.


"Mungkin berdasarkan urutan alfabet. mungkin 1 adalah A, 2 adalah B." Tebak Galang.


"Bukan, gue udah pernah coba tapi gak beraturan. itu artinya bukan dari urutan itu, tapi apa?" Luca berusaha berfikir keras.


"Jangan terlalu keras berfikir, lo bisa sakit." Luca mengusap wajah Luca.


"Baiklah." Ucap Luca meletakkan hpnya, ia tau Galang sudah berusaha keras menemukan pelakunya. Ia tidak mau semakin membuat lelaki itu khawatir karena melihatnya seperti ink.


"Gue ke ruang kerja dulu ya." Galang tersenyum dan mencium kening Luca sebelum pergi.


Karena Galang sudah pergi, ia kembali membuka laptopnya. Ia masih berusaha meretas jaringan mereka.


"Tunggu, jika bukan berasal dari deretan alfabet, lalu angka itu dari mana? Apa dari sini?" Luca menatap keyboard laptopnya dengan seksama. " Tapi apa mungkin?" Luca masih meragukannya, tapi pada akhirnya ia mengambil hp itu dan mencobanya.


26\= M, 11\=A, 4\=R, 8\=I, 18\=K, 8\=I, 5\=T ,11\=A, 11\=A, 18\=K, 16\=H, 8\=I, 4\=R, 8\=I.


24,11,21. 15,30


"Benar, ini berdasarkan urutan keyboard CAZ 14,30. Tapi ini masih tidak beraturan." Luca menatap layar laptopnya sangat lama, ia berusaha mencari kemungkinan terbaik saat ini.


"Ahhh gue ngerti." Ucapnya langsung bangkit, ia segera keluar kamarnya dan memanggil semua orang.


"Galak, Galang, Gior, Gerald." Teriaknya sembari berlari menuruni tangga.


"Woyyyy buruannn.." Teriak Luca melihat mereka belum keluar.


"Apasih?" Mereka keluar bersamaan dan menatap ke bawah.


"Buruan turun." Ucap antusias Luca seperti menemukan emas.


"Apa sih?" Galaxi mengerutkan dahinya.


"Gue udah punya cara, kita bisa akhiri ini." Luca menunjuk kursi meminta mereka duduk.


"Haaayyy." Elen datang melambaikan tangan pada mereka.


"Ngapain lo?" Tanya Luca menatap Elen.


"Emang gue gak boleh ke sini?" Elen merengut kesal.


"Nggak kok, duduk sini sayang."Ucap Gior menarik Elen duduk di sampingnya.


"Dih, udah gue mau bahas maslah ini."


"Ya udah buruan." Ucap Galaxi memangku wajahnya sendiri.


"Liat ini." Luca memberikan hp Shina dan catatan yang ia buat.


Di sana tertera arti dari semua pesan yang masuk ke hp Shina.


"Itu artinya mereka gak tau kalau Shina kita tahan." Ucap Gerald karen pelakunya masih mengirim pesan lewat Shina.


Galang menatap semua itu dengan rinci. "Tau dari mana?" Tanya Galang.


"Ini berdasarkan urutan di keyboard, dan mereka mau mengakhiri semua ini dua hari lagi jam 04:30." Jelas Luca.


"Itu artinya mereka gak tau kalau Shina kita tahan." Ucap Gerald karena pelakunya masih mengirim pesan lewat Shina.


"Jadi mereka mau nyerang kita lagi?" Elen mulai khawatir mengingat malam itu.


"Gue juga gak tau, tapi pasti ada hal besar." Ucap Luca.


"Lalu apa rencana lo?" Tanya Gerald.


Luca menjelaskan rencananya dan juga meminta saran mereka untuk menambahkan pemikirannya.


"Tapi ini berbahaya." Ucap Galaxi mendengar rencana Luca.


"Nanti malem kita kumpul lagi." Ucap Luca memutuskan, ini adalah resikonya.


"Gue ikut ya." Pinta Elen pada mereka.


"Jangan, ini bahaya." Tolak Luca, dia tidak mau mengikut sertakan Elen dan nanti malah melukainya.


Sementara Galang sama sekali tidak bergeming, ia seakan berada di dalam dunianya sendiri.


"Gue akan berusaha meretas jaringan mereka, ini adalah usaha terakhir gue." Luca merasa yakin sekarang dengan keputusannya. Apapun resikonya, ia tetap harus mengakhiri ini.


"Kita akhiri ini."


.


.


.


.


Silahkan komen ya guyss dan berikan masukan dan cinta kalian untuk author... likenya jangan lupa๐Ÿ™๐Ÿ™