LUCA

LUCA
EPISODE 142



Ketakutan terbesarku adalah kehilangan dirimu, tapi selain itu pengkhianatan juga sama menyakitkan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Pagi.” Sapa Elen yang melihat Luca memasuki pintu gerbang sekolah.


“Hmmmm.” Luca hanya berdeham menjawab Elen, gadis itu tampak sangat antusias menyambut Luca.


“Hari ini kita mau makan apa?” Ia terus mengimbangi langkah Luca.


“Apa aja.”


“Oke, biar nanti gue yang pikirin.” Ucapnya sembari terus melangkah riang.


Hari ini adalah hari yang baru bagi dirinya, anggap saja merea kembali setlah berpisah cukup lama mesikpun memang saling melihat satu sama lain. Bagi Elen, Luca adalah pelindung, penyemangat, keuatan.


Selama ini dia belajar banyak dari gadis itu, bagaimana caranya menjadi manusia yang tidak munafik. Ia juga tau bahwa betapa pentingnya melindungi diri sendiri.


Bisa apa dia tanpa Luca?


Itulah yang gadis itu pikirkan saat ini, ia terus merasa bersyukur.


“Lo gila?” Luca mulai risih, sejak tadi Elen terus menatapnya dengan senyum yang menurutnya menggelikan.


“Kok gitu sih?”


“Orang lain bisa ngira lo suka sama gue, gue gak mau ya di gosipin aneh-aneh.”


“Ihhhh ya gak mungkin lah, pacar gue tuhh ganteng.” Elen menyombongkan kekasihnya.


“Serah lo deh.”


“Hayyyy kak.” Sapa Sandra yang tak kalah riang dengan Elen.


“Makin nambah orang gak waras.” Gumam Luca.


“Kenapa kak?” Tanya Sandra yang tidak jelas mendengar ucapan Luca.


“Mau ngapain?” Tanya Luca seperti biasa, singkat padat, dan jelas.


“Gue mau ketemu lo.” Sandra tersenyum lagi.


“Dia siapa?” Elen menatap cewek itu dengan cermat, dia sepertinya tidak mengenali gadis itu.


“Gue sandra, Luca pernah nolongin gue waktu itu” Sandra mengulurkan tangannya dan di sambut dengan baik oleh Elen.


Sudah jelas terlihat, mereka satu circle, satu spesies dan sepertinya juga satu nenek moyang.


“Wah kayaknya lo mau gabung sama kita.” Ucap Elen dengan nada gembira.


“Gak ada.” Tolak Luca.


Wajah sumringah Sandra langsung berubah kecewa seketika mendengar penolakan Luca, ia tau gadis itu tidak mungin mau menerimanya.


“Luca gak boleh gitu.” Elen menyenggol Luca yang menurutnya teralu pedas.


Luca memang orang yang seperti itu, ia tidak suka dekat dengan orang asing. Apalagi kejadian beberapa hari itu membuatnya semakin tidak suka di dekati, ia sangat takut jika nantinya harus mengalami pengkhianatan lagi.


“Gue ada urusan.” Luca langsung beranjak dari sana meninggalkan mereka berdua.


“Lo jangan ambil hati ya, Luca emang kayak gitu kalau belum deket sama orang lain.” Elen mengusap pundak Sandra.


“Iya gue ngerti kok.”


Mereka berdua saling tersenyum, seperinya mereka langsung bisa berteman baik.


“Eh lo kucrut.” Angel datang di hadapan mereka.


“Pergi yuk, ada setan lewat.” Elen menarik Sandra pergi meninggalkan Angel sendirian, mereka bahkan tidak menghiraukannya.


“Eh lo kurang ajar banget ya.” Teriak Ange.


“Woy culun, awas ya lo.”


Mereka berdua hanya tertawa tanpa memperdulikan panggilan Angel, sesekali iblis itu harus dia abaikan dari pada merusak sesuana.


“Boleh duduk?” Tanya seorang pria yang ddatang di meja Luca.


Ia hanya melihat tanpa merespon apapun.


“Sorry, tapi di sini gak ada tempat kosong lagi.” Jelasnya sembari duduk, ia bisa melihat Luca tidak mau menanggapinya.


Lelaki itu hanya menatap Luca tanpa berbicara lagi, ia sama sekali tidak ingin menanggapinya. Siapa yang tidak akan terpesona dengan gadis ini, wajah yang tercipta secr sempurna terlebih lagi dengan postur tubuhnya yang menjadi idaman dan khayalan setiap lelaki.


“Ukhuk ukhuk...” Luca tersedak, sialnya minuman yang ia pesan sudah habis.


Lelaki yang berada di depannya langsung mendorong minuman yang ia beli, Luca tau bahwa minuman itu belum tersentuh sedikitpun.


Awalnya Luca merasa ragu, tapi lelaki itu tersenyum dan mengatakan bahwa ia bisa memesannya kembali nanti.


“Makasih.” Ucapnya mski dengan ekspresi datar. Sekarang ia sudah belajar mengucapkan kata teriamakasih pada orang lain.


“Sama-sama.” Jawab lelaki itu dengan sopan dan kembai melanjutkan makannya.


Awalnya Luca mengira bahwa lelaki itu akan sama dengan yang lain, akan membuatnya risih. Tapi untunglah dia sama sekai tidak seperti itu, dia sangat menghargai Luca dan tidak mengganggunya.


.


.


.


.


Seperti biasa like dan komen kalian.