LUCA

LUCA
EPISODE 54



Tidak akan pernah ada kehidupan yang sempurna.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Bram, apa sebaiknya kita cepat menyelesaikan masalah di sini. Aku khawatir sama Luca." Helen datang ke ruang kerja Bram.


"Helen, kau ini terlalu cemas. Dia baik-baik saja bersama Galang." Ucap Bram.


"Bram dia putrimu, apa kau tidak punya sedikit kekhawatiran padanya?" Helen menatap kesal.


"Galang akan menjaganya Helen."


"Apa kau suddah menelfonnya?" Tanya Helen, kemarin di sudah meminta Bram untuk menghubungi Luca.


"Aku lupa." Jawab Bram dengan entengnya.


"Bagaimana dia bisa menyukaiku jika kau sendiri terus bersikap seperti ini Bram, dia akan mengira kau terlalu sibuk denganku." Helen benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Bram.


"Dia sudah sejak dulu tidak menyukaimu, itu tidak akan berubah Helen. Toh aku akan tetap meenikahimu meskipun dia tidak setuju nantinya."


"Kau egois Bram, apa kau pernah memikirkan perasaan putrimu? Apa kau pernah memikirkan perasaanku? Aku tidak akan pernah mau menikah jika Luca tidak menyetujuinya." Tolak Helen.


"Tapi kita sudah menjalani hubungan selama bertahun-tahun, kau tidak lelah? Lagi pula anak itu tidak akan pernah perduli pada orang lain."


"Untuk apa dia perduli padamu yang tidak pernah memikirkannya, sekarang aku tau alasan Katrina meninggalkanmu." Helen mengucapkannya dengan amarah yang menggebu di dadanya.


"Jaga batasanmu Helen." Bentak Bram. "Kau tidak tau apa yang terjadi padaku dan Katrina."


"Aku kasihan pada Luca yang memiliki ayah sepertimu, seharusnya dia memiliki keluarga yang menyayanginya. Apa kau tau dia sedang sakit? Apa kau tau makanan kesukaannya? Apa kau pernah melihatnya tertawa?" Helen terus saja mengeluarkan semua beban yang ia pendam selama ini.


Selama bertahun-tahun dia setia kepada Bram atas dasar cintanya, ia juga sudah berusaha sebaik mungkin untuk masuk ke dalam hati Luca. Tapi tidak, bagaimana Luca bisa menerimanya jika ayahnya sendiri tidak memperdulikannya.


"Lebih baik kita akhiri hubungan ini Bram." Ucap Helen sembari meninggalkan ruangan.


"Helen, kau tidak bisa meninggalkan aku." Teriak Bram.


Helen mengabaikan teriakan Bram, ia tau saat ini lelaki itu sedang mengamuk tidak terima.


Sungguh, ia sangat lelah dengan semua yang ia hadapi. Dia sendiri sangat menyayangi Luca dan menginginkan gadis itu menjadi putrinya, tapi Bram sama sekali tidak berusaha mengambil hati Luca. Percuma Helen menggunakan cara apapun, Luca akan tetap berpikir bahwa Helen yang sudah merebut perhatian ayahnya.


Helen masih sangat mengingat bagaimana Luca yang menangis setiap malam karena merindukan ibunya, perubahan sikap yang mebuat gadis itu menutup diri. Sudah hampir sembilan tahun dia menjadi sekretaris Bram, dan 7 tahun terakhir ia berani mejalani hubungan dengannya. Tapi semua itu sia-sia.


"Halo ma?" Helen mengangkat telpon dari mamanya.


"Helen, mama nelfon Bram kok gak doi angkat ya." Tanya suara perempuan itu.


"Ada apa ma?" Tanya Helen.


"Mama mau belanja bulanan nih, uang mama udah abis. Bram janji mau transfer mama hari ini."


"Maaa, mama jangan minta uang sama Bram terus. Helen masih bisa menuhin kebutuhan mama."


Ya memang begitu mama Helen, dia sangat matre dan selalu menguras uang Bram. Dia selalu menggunakan anaknya untuk mendapatkan uang dari pria itu.


"Kamu tuh pelit gak kayak Bram. Lagian dia kan pacar kamu, jadi gak papa keluar uang buat mama."


"Aku sama Bram udah putus ma." Jelas Helen.


"Apa?" Teriaknya, Helen sampai menjauhkan ponsel dari kupingnya saking nyaringnya suara ibunya.


"Kenapa kamu putus? Pasti karena anak sial itu ya? Karen Luca kamu putusin Bram."


"Ma, kenapa mama selalu nyalahin Luca. Dia gak ada sangkut pautnya sama hubungan aku."


"Mama nyuruh kamu nikah sama Bram dari dulu malah di putusin, emang kamu bisa dapat lelaki yang lebih kaya dari dia? Mama gak mau tau, kalian harus balikan."


Helen mematikan telfonnya tanpa mendengar ocehan mamanya lagi. Dia sudah cukup pusing hari in, jangan menambahnya lagi. Terserah mamanya akan berbuat apa, dia butuh waktu untuk berpikir.


.


.


.


.


.


.


Tinggalkan komen dan like kalian. Author caoek dari tadi nunggu sinyal buat up.๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช