
Eh om om stalker gila, ngapain sih nempelin mulu?, udah jadi pengangguran ya?!, kalau iya....sorry disini gak ada lowongan buat jadi model, anda tidak termasuk kriteria model pria untuk karya saya.... ucap sasa sombong dengan sengaja.
Eh astagfirullah.... lagi lagi jordan beristighfar.
Sungguh sudah entah berapa kali ia harus mengelus dadanya karna setiap ucapan menohok dari tunangan kecilnya itu.
Sungguh kalau bukan karna dia adalah satu-satunya gadis yang direstui bundanya, mungkin sudah sejak tadi Jordan membungkus Sasa dan memaketkannya lalu mengirimnya ke lubang buaya, agar bisa bersatu dengan para almarhum korban PKI disana.
Hei...kenapa diem??! om pasti sedang menghujat dan memakiku kan.... ayo ngaku... cerca sasa, tanpa sengaja dengan polos dan bodohnya Jordan mengangguk.
Seketika Sasa mendelik kesal, dilayangkan tangannya ingin memukul Jordan, Jordan dengan sigap mengangkat tangannya untuk melindungi dirinya karna takut dipukul sasa. Satu-satunya perempuan paling bar-bar yang pernah Jordan kenal.
Melihat Jordan yang tampak takut, sasa tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat. Malas bertengkar Sasa memilih menuju mobilnya parkir. Tapi dengan sigap Jordan pun masuk ke dalam.
Izin dari siapa masuk kesini...kesal sasa lagi
Ayolah sayang, jangan galak terus...hmmm... ayo kita makan malam dulu, aku tahu kamu pasti lapar,.... kita makan malam dulu, aku gak mau kamu sakit, setelah itu silahkan kalau kamu mau memarahi atau memukulku...hmmm.... ucap jordan membujuk.
Sasa menurut karna dia memang sudah sangat lapar. Sasa mengendarai mobil porsche 911 kuningnya dengan tenang. Ia menuju sebuah restoran favoritnya, memang bukan restoran mewah tapi makanan disana sangat enak dan terjangkau, pemandangan malam di kota paris yang disuguhkan juga selalu mampu menghangatkan hati seorang Sasa yang dingin.
Kamu sakit?? tanyanya
hanya magh...ucap sasa santai. lalu ia merebahkan kepalanya dibahu jordan tanpa aba-aba, Jordan terkejut, bukan sekali ia di sandari oleh wanita, hello!!! jangan lupa jordan itu playboy. Tapi sungguh ini pertama kalinya jantung jordan marathon di tempat hanya karna sasa bersandar dibahunya.
Diliriknya wajah cantik sasa. gadis itu menutup matanya dan sepertinya sasa sudah terlelap. Angin sepoi sepoi semakin meninabobokan sasa dalam damai. Jordan pun sedikit memperbaiki posisi duduknya agar sasa bisa lebih nyaman bersandar padanya. 20 menit kemudian pesanan mereka tiba.
Thank you...ucap jordan pada pelayan yang mengantar makanan mereka.
Sayang, bangun hei... ayo makan malam dulu nanti lanjut lagi bobonya...hmmm.... bujuk jordan membangunkan sasa dengan lembut.
Hal yang tak pernah jordan lakukan pada mantan-mantannya. Yah karna para mantannya lebih suka menghabiskan uang jordan dari pada menerima perhatian kecil seperti itu dari jordan. Miris bukan.
Jordan akui ia memang tak pernah menyukai sasa sejak pertama bertemu. bagaimana mungkin bisa suka, jika saat pertama kali bertemu saja, gadis itu sudah salah paham padanya dan dengan seenaknya melabelinya Stalker. Gak sampai disitu, entah sudah berapa kali sasa menganiaya jordan dengan Gerakan Judo nya. Bahkan tak hanya sekali sasa mengatakan kalimat menohok padanya yang selalu membuat seorang pria dewasa dan berkelas seperti jordan hampir gila karna seorang sasa, gadis menyebalkan yang selalu menguji kesabarannya.
3 tahun jordan mengenal sasa tanpa sengaja semua karna luca dan lingga, membuat jordan terbiasa dengan sifat dan sikap seenaknya seorang sasa, bahkan jordan tak pernah keberatan saat sasa seenaknya mengambil dompet atau hp dari dalam jas yang dikenakan jordan saat ia ingin meminjamnya.
3 tahun lalu jordan hanya menganggap sasa bocah SMA gila plus narsis yang tidak perlu diambil pusing, membuatnya membiasakan diri menerima segala kelakuan gila sasa yang membuatnya seperti memiliki seorang adik.