LUCA

LUCA
EPISODE 143



Yang menurutmu buruk, itu adalah caraku bertahan dari kerasnya kehidupan.


~Angel.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Angel pergi ke ruangan yang kosong, itu adalah tuang latiha dance yang lama. Tentu di sana tidak ada siapapun dan terbebas dari cctv, tapi entah mengapa ia berada di dalam sana sendirian seperti menunggu seseorang.


“Sudah lama?” Tanya Lelaki itu sembari mengunci pintu, dari tatapannya ia sudah seperti anjing kelaparan.


“Baru sampai juga.” Angel langsung bergelayut manja dan mengalungkan tangannya pada leher lelaki itu.


“Akhhh kamu masih sama saja.” Lelaki itu langsung mencium pipi Angel.


“Pak Bisma juga masih sama.” Ujarnya menjilat lelaki itu, jika bukan karena untuk balas dendamnya, mana mau dia seperti ini.


“Kamu bikin bapak makin suka aja.” Bisma langsung menyambar bibir Angel dengan ganas dan tidak beraturan, Angel juga tanpa malu membalas ciuman itu dan membuatnya semakin merasa panas.


Bisma membuka kancing seragam Angel satu persatu, ia seperti menikmati hal ini. Dia juga tanpa segan mengusap gundukan itu daru luar sembari membuka urutan kancing.


Memang tidak asing lagi bagi Angel, ia sudah beberapa kali melakukan hal ini dengan Bisma. Bukan hanya dengan Bisma, tapi dengan beberapa guru yang hendak ia manfaatkan, posisi dan ketenaran adalah seglanya bagi gadis penuh ambisi itu.


Dan jujur saja, ia memang sangat menikmati setiap sentuhan lelaki yang menjamah dirinya. Apalagi jika meengingat pak Raiden, dia adalah salah satu guru terhot yang pernah bermain dengannya. Cara lelaki itu menyentuhnya dan tubuhnya yang kekar tidak bisa membuat Angel Move on begitu saja. Ia seperti merasa ketagihan dengan pak guru itu, meskipun poisi dirinya adalah di manfaatan juga untuk rasa kesepian.


Bahkan jika ia merasa tidak puas dengan lelaki yang menyentuhnya, ia akan membayangkan dia adalah Raiden, atau dia akan kembali bermain dengan Raiden setelah permainannya dengan lelaki lain.


Tapi kali ini dia cukup puas dengan sentuhan Bisma, sepertinya lelaki tua itu mulai banyak belajar saat dirinya tidak ada di sini.


Entah berapa banyak murid yang ia buat latihan.


“Kau semakin pintar.” Puji Angel berbisik manja di telinga Bisma.


“Kau juga.” Ucap Bisma yang sudah tidak bisa berkata-kata.


Lelaki itu sampai kesusahan bernafas saat Angel jongkok dan memaikan adik kecilnya, ia seperti menyeruput dan membuat tarian indah dari lidahnya.


Suara-suara yang meracau terus ia lontarkan dari mulutnya, ia meraih tubuh Angel dan membuatnya duduk di atas meja kecil. Perlahan ia mulai menari di atas dua bukit yang sudah tak terhalang apapun, terasa menggelikan sekaligus membuatnya meracau.


Tarian di atas gumpalan dan sentuhan di bawah sana mampu mebuat Angel merasa basah meski membutuhkan waktu yang cukup lama, tak henti-henti Bisma mejelajahi di bawah sana dengan jemarinya.


Bisma menariknya turun dan membalikkan badan Angel, ia menekan punggungnya sampai bersandar pada meja. Dengan satu hentakan Bisma behasil membuat sesuatu di bawah sana masuk sempurna, tidak perlu sulit untuk memasuki gadis ini.


Dorongan dan tarikan yang berirama terus ia lakukan dalam mencapai keinginannya, Angel bahkan memintanya agar lebih dalam dan cepat.


Hentakan demi hentakan terus Bisma berikan pada liang yang basah, tangannya juga tidak tinggal diam dengan tetap mengusap gundukan daging yang empuk


“Aku sudah,,,,” Bisma tidak bisa meneruskan kalimatnya, ia menekan lebih dalam dan langsung menariknya keluar.


Dengan penuh rasa kecewa Angel menatap lelaki tua itu, staminanya sangat buruk sehingga tidak mampu mengimbanginya.


“Maaf, aku sudah tidak tahan.” Ucap Bisma membersihkan ceceran hasil perbuatannya.


“Tak apa, aku ingin kau pindah ke kelas Luca. Kau mengincarnya bukan? Akan aku buat dia menjadi milikmu.” Ujarnya sembari mengenakan seragamnya.


“Benarkah? Dengan senang hati aku melakukannya.”


“Lain kali jangan selemah ini.” Angel pergi setelah selesai merapikan seragam, ia harus mencari pelampiasan sekarang.


Ini adalah hal yang biasa ia lakukan, meminta guru dan membuat mereka melindungi dirinya. Dengan begitu ia bisa mendapatkan kedudukan dan posisi penting di sekolah sejak dahulu.


Tidak perduli yang orang lain katakan, ini adalah hidupnya dan cara ia bertahan di sini.


.


.


.


.


.


Mungkin ke belakangnya author hanya akan menyuguhkan masalah yang ringan dalam cerita ini...


Kalau ada saran kalian boleh sampaikan.


Yuk like dan komen kalian author tunggu.