LUCA

LUCA
EPISODE 176



Ada aku.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Luca meneyipitkan matanya karen merasa silau, ia berulang kali mengerjampak kedua matanya sampai sadar sepenuhnya.


"Gue di mana?" Ucapnya sedikit ngelag saat bangun tidur.


"Kok gue di rumah? Bukannya semalem gue di club ya?" Tanyanya lagi sembari menggaruk kepalanya bingung.


Luca melirik ke atas meja yang sudar tersedia susu hangat, segera ia meraih itu. namun saat Luca mengambilnya, kertas kecil terjatuh dan ia menunduk meraih kertas itu.


"Udah bangun? Gimana? Udah siap di hukum?" Luca membaca tulisan itu yang entah dari siapa.


"Siapa yang nulis? Masak bibik nulis ginian? Apa salah naruh ya?" Luca masih tidak mengerti.


"Biiiiiik." Paggil Luca karena ia ingin menanyakan surat itu.


Luca memejamkan matanya sembari menikmati susu hangat yang menyapa teggorokannya.


"Tidur sama gue."


"Gak mau."


"Galang jahat."


"Kayak tadi."


"Huaaaa Galang udah gak sayang sama gue."


"Tidur sama gue."


"Janji?"


"Gue gak seksi?"


"Uhuk uhukkkk." Luca tersedak setelah sekelebat ingatnnya muncul. "Njirrrr itu siapa?" Ucapnya berusaha mengingat apa yang terjadi.


"Gak, gak mungkin gue kan?"


"Aaaaaaaaa." Teriak Luca menjatuhkan gelas di tangannya.


"Neng? Neng kenapa?" Tanya bibi yang membuka pintu dan terkejut melihat pecahan gelas berserakan.


Luca terdiam, ia memandang bibik sembari menggigit kukunya.


"Nengg gak papa?" Tanya bibik mendekati Luca.


"Bik, gue udah bangun apa masih tidur?" Tanya Luca yang membuat Bibik kebingungan.


"Udah bangun neng, emang kenapa?" Tanya bibik heran.


"Gak mungkin, pasti cuman mimpi." Luuca menaiki ranjangnya sembari menutup wajahnya dengan bantal.


"Neng kenapa?"


"Aaaaaaaaaaaaaa." Teriak Luca di dalam bantal.


Sekarang ia bisa mengingat dengan jelas apa yang semalam ia lakukan, mau di taruh di mana mukanya?


"Bik, Galang udah berangkat belom?" Tanya Luca.


"Udah dari tadi neng."


"Huuffftttt, tenang tenang tenang. Intinya lo gak boleh ketemu Galang hari ini." Ucapnya sembari mengipas-ngipas wajahnya.


"Neng beneran gak papa?"


"Gak papa kok bik, bibik beresin aja ya. gue mau mandi." Luca melambaikan tangannya dan berlalu ke kamar mandi.




"Luca." Panggil Elen dan sandra saat gadis itu baru saja melewati pintu gerbang sekolah.



"Ya?"




"Hmmm." Luca hanya mengangguk lemas, ia sudah tau itu berhasil.



Sebenarnya ia tidak melakukan hal itu sendiri, ia meminta anak buahnya mengawasi rekaman itu dan memastikan semuanya beres. Sementara Juan dan Elen hanya bisa diam di markas bersama anak buah Luca sembari terus meminta kabar gadis itu semalam.



"Syukurlah lo gak papa, lo tau gak? Semalem kita tuh panik banget karena phonsel lo gak bisa di hubungi, bahkan kita di larang masuk ke dalam club." Jelas Elen mengingat betapa khawatirnya ia dan Juan semalam karena kehilangan kabar Luca.



"Gue gak papa kok, kalian tenang aja."



"Sebenarnya semalem lo kemana?" Tanya Sandra yang membuat Luca sedikit terkejut.



"Itu, semalem gue langsung di jemput Galang."



"Tapi kenapa kita di larang masuk?" Elen masih mempertanyakan hal itu.



"Ke kelas yuk, gue capek berdiri terus." Luca berusaha mengalihkan pembicaraan.



"Ya gak bakal bisa lah, Galang ada di dalem." Serunya di dalam hati.



"Luca goblok, haduhh gimana kalau galang jemput gue ntar? Gimana kalau dia bahas soal semalem? Huaaaa." Luca terus mengacak rambutnya kesal, ia tidak habis pikir apa yang sudah ia lakukan semalam.



"Lo kenapa sih dari tadi bengong?" Elen menyenggol Luca saat mereka sudah duduk di kelas.



"Gak usah ganggu gue dulu, gue pusing." Luca melipat kedua tangannya dan menaruh kepalanya di atas kedua tangannya itu.



"Gue masih punya malu gak sih?" Gumamnya.



"Hah? Kenapa?" Tanya Elen yang mendengar gumaman Luca.



"Kepo lo." Ketus Luca.



.


.


.


Silahkan tinggalkan jejak kalian yaa..



terimakasih kalian🌹