
Madam, ada yang mencari anda... ucap sekertaris Sasa, sasa yang sedang fokus dengan rancangannya menoleh,
Suruh saja masuk... ucapnya, ia fikir orang itu adalah distributor bahan yang sedang ia tunggu namun ternyata justru Jordan.
****
1 minggu lalu, selesai Fashion show.
Hai... bocah gila.... long time no see... sapa Jordan pada Sasa yang baru saja selesai after party dengan team suksesnya.
hmmm???.... hhh Om Stalker... ucap Sasa menajamkan penglihatannya.
Gubrak... hilang sudah, hancur sudah pertemuan keren yang dirancang Jordan malam itu
Hei.... sudah aku bilang, aku bukan stalker-mu.... ucapnya kesal seraya mendekat pada sasa yang tampak makin cantik sejak terakhir kali mereka bertemu. Mata bulat hitam yang menatap Jordan tanpa rasa damba itu selalu bisa membuat Jordan tak berkutik, tak ada rasa kagum, suka, benci atau bahkan penasaran yang ada hanya tatapan penuh kesal dimata cantik sasa untuk Jordan.
Ah sudahlah terus untuk apa kau ada disini?? ah tidak perlu dijawab, aku bisa menebak kalau sekarang kau pasti sedang mengincar para model muda nan cantik tadi bukan...?!ucap Sasa cuek.
Jordan terdiam, ia ingin membantah namun ia lebih tak suka jika sasa ke ge-er-an mendengarnya bisa ada disana karna ingin bertemu dengannya.
Tentu saja, mana mungkin aku kesini untuk menemuimu.... ucap Jordan.
Bagus kalau begitu, sudah pergi sana jangan sampai mangsa-mu direbut orang lebih dulu... ucap sasa seraya melewatinya, membuat jordan kesal bukan main.
Lalu ketika ia berbalik wajah kesal itu berubah jadi senyum lembut saat melihat sepatu high heels sasa nyangkut di sela-sela penutup saluran air.
Sasa kesulitan menarik kakinya. tapi tiba-tiba tubuhnya terangkat dan saat sasa menoleh betapa terkejutnya Sasa, Jordan-lah orang yang sedang mengangkat tubuhnya tanpa ijin. Tanpa banyak bicara Jordan mendudukan Sasa di kap mobil yang ia bawa. Sejenak Sasa dan Jordan saling menatap. Jantung sasa berdebar cepat untuk pertama kalinya, namun ia masih tak menyadarinya.
Jordan pun kembali dan mengambil sepatu sasa yang nyangkut, dengan sedikit usaha ia pun berhasil.
kalau saja bukan playboy, mungkin aku akan menerimanya,...batin sasa bicara seraya memperhatikan jordan yang ia akui selalu tampan kapanpun mereka bertemu
Jordan memperhatikan sepatu high heels 7 senti itu. Setelah memastikan hak sepatu itu tidak rusak ia pun mendekati Sasa dan memakaikannya.
Thank you....ucap Sasa.
Pakkkk...sasa memukul bahu jordan
Adaw... pekik jordan, lalu menurunkan Sasa.
Gue emang cuma designer, tapi jangan lupa gue ini cewe... ucap sasa begitu jordan menurunkannya dari kap mobilnya.
Iya cewe... ucap jordan malas lalu ia terkejut ketika tiba-tiba sasa menarik dasinya dan membuat wajah mereka begitu dekat.
Bukan sekedar cewe, tapi cewe cantik .. inget Gue Cewe Cantik..... ucap Sasa menarik dasi jordan dan membuat wajah mereka begitu dekat.
Gue apa??? tanya sasa seolah ingin menelan jordan hidup-hidup
Cantik.... ucap jordan menelan ludahnya bukan hanya gugup karna takut di grauk sasa tapi juga menahan hasratnya untuk mencium bibir merah sasa yang begitu menggodanya malam ini.
***
Ok.... selamat datang pak, maaf bisa tunggu sebentar...ujar sasa yang sedang menusuki jarum pentul pada kain pada boneka manekin nya.
Jordan mengerti sepertinya sasa salah mengira siapa yang datang mengunjunginya. Jordan memilih diam dan memperhatikan yang dilakukan sasa.
Entah mengapa ia merasa tak keberatan jika dinikahkan dengan gadis cantik super galak itu. Yah paling dia hanya harus punya stok sabar ekstra cuma buat ngadepin sasa doang.... seketika bayangan memiliki keluarga dengan sasa sanggup membuat jordan bahagia, rasanya 6 tahun mencari bagai orang gila tidaklah begitu buruk dengan kebahagian yang ia rasakan saat ini.
Baiklah... maaf sudah menunggu lama... ucap sasa lalu menoleh setelah menyelesaikan tugasnya yang tinggal sedikit.
hmmm???.... eh mahluk astral, ngapain lo disini?, seenak jidat loe aja muncul, lama-lama gue deportasi juga loe.... kesal Sasa saat justru menemukan jordan diruangannya.
Jordan?! jangan ditanya, sekarang ia sedang mengutuk dirinya sendiri yang sempat membayangkan bahagia beristrikan seorang Sasa Putri Hermawan.
Bunda..... apa harus ini cewe belingsatan yang jadi ratunya jordan..... rengek jordan dalam hati, menangisi masa depannya yang pasti akan selalu tertindas.
Sepertinya ia harus ambil kursus exclusive sama dani untuk mengahadapi seorang sasa jika memang ia harus menikah dan menghabiskan seluruh hidupnya dengan sasa hingga janah.