
Beberapa hal, hanya kita yang bisa melakukannya.
πΉπΉπΉπΉπΉ
"Galang buka pintunya." Luca terus mengetuk pintu Galang, tapi dia tak kunjung membukanya.
"Gue udah bilang gak bakalan berhasil." Ucap Galaxi pada Luca.
"Terus gimana dong?" Luca mulai memelas.
"Cari cara lain kek, atau lo pura-pura pingsan aja." Gior memberikan saran.
"Kakak nanti makin marah." Gerald tidak setuju.
"Aaahh gue ada ide." Luca mulai mendapatkan pencerahan.
Luca mulai membisikkan rencana yang terbesit di kepalanya saat ini, ia menerangkan secara rinci apa yang harus mereka lakukan.
"Lo yakin?" Tanya Galaxi memastikan.
"Gue yakinn, percaya sama gue." Ucap Luca dengan penuh percaya diri.
Mereka berempat segera melakukan tugas masing-masing, Luca mengambil tangga dan mulai naik ke kamar Galang melalui balkon. Sebenarnya ia mendapat ide ini karena teringat Galang yang menyelinap ke kamarnya waktu itu, tidak ada salahnya jika mencobanya sekarang.
"Galang." Panggil Luca menempelkan wajahnya ke pintu yang transparan, dan rupanya gordennya juga belum di tutup.
"Ngapain Di situ?" Galang yang tadinya duduk di ranjang langsung berlari menghampiri Luca.
Pantas saja Galang tidak mendengar suara panggilan gadis itu, rupanya dia malah naik ke balkon.
"Buka dulu." Ucap Luca menunjuk pintu.
Galang langsung membuka pintunya namun berbalik kembali mengabaikan Luca.
"Lo kayak anak kecil banget sih." Gerutu Luca melihat sikap Galang.
"Terserah." Ketusnya.
"Tapi gue tetep sayang." Ucap Luca memeluk Galang dari belakang.
"Gak, gue gak boleh Luluh. Nanti dia makin seenaknya deket sama cowok lain." Galang membatin, berusaha keras untuk tidak menanggapi Luca.
"Sayaaangg." Ucap Luca dengan nada manja karena Galang tidak mudah di luluhkan.
"Hmmm."
"Sayang maaf." Luca mengosokkan wajahnya pada punggung Galang yang membuat lelaki itu tidak tahan.
"Siapa yang ngajarin begitu?" Tanya Galang berbalik badan menahan senyumnya.
"Sayang maaf ya." Luca kembali memasang tampang imutnya dengan mata puppy.
"Luca alay banget gak sih?" Galaxi berbisik pada Gerald.
"Ini kapan kita lakuin nya?"Tanya Galaxi yang sudah merasa pengap di tempat yang sempit.
"Tunggu kode."
"Belajar ngerayu dari mana lo?" Galang mulai kehilangan pertahanannya.
"Gantengg,, gue minta maaf." Luca menarik telinganya sendiri dengan tangan menyilang.
"Dasar nakal." Galang memeluk Luca dan akhirnya bisa tersenyum lepas, entah dari mana gadis itu belajar merayu yang membuat Galang tidak bisa berkutik seperti ini.
Luca membentuk tanda oke dari tangannya ke udara, saat itu juga Luca melepas pelukannya dan menutup mata Galang.
"Mau apa?" Tanya Galang kebingungan.
Tanpa menjawab, dalam waktu sekejap Luca menyingkirkan tangannya dari mata Galang. Saat itu Galang merasa takjub karena lampu di sana mati dan di ganti lilin yang di bentuk hati, di mana mereka berdua tepat berada di tengah-tengahnya.
"Apa ini?" Galang menatap lekat wajah Luca.
Saat itu juga bunga mawar jatuh tepat di atas mereka, meraka di sirami kelopak bunga yang begitu banyak.
"Gue sayang sama lo." Bisik Luca di telinga Galang, saat ini ia tengah bangga dengan dirinya sendiri yang ternyata juga bisa melakukan hal romantis.
Galang tersenyum mendekati wajah Luca, ia tidak mengerti gadis itu begitu sangat ahli dalam hal ini. Sementara Luca justru terbawa suasana, ia merasa Galang akan menciumnya.
"Woy ada kita." Teriak Galaxi dari atas yang membuat mereka berdua terkejut dan langsung menatap ke atas.
Sial, Luca bahkan lupa jika mereka berdua nangkring di atap untuk menaburi bunga mawar padanya.
"Kalian ngapain di situ?" Tanya Galang menatap kedua adiknya yang berada di atap kamarnya yang biasanya tertutup, rupanya mereka sudah membuka dua balok penutup atap kamar Galang.
"Luca yang nyuruh kita." Ujar Gerald berkata jujur.
"Hehe." Luca hanya nyengir menghindari kemarahan Galang.
Mereka berdua malah merusak waktu romantisnya, seharusnya mereka langsung pergi setelah menaburi bunga. Atau paling tidak menutup mata jika dirinya dan Galang berciuman nanti, tapi mereka berdua malah tidak memberikan sedikit waktu lagi pada Luca.
.
.
.
.
Sedikit cerita, sebenarnya semalem author udah langsung up. Ehhh taunha di review lama banget baru keluar tadi pagi...
dan pembacanya mulai menurun, mungkin karya uthor membosankan. entahlah,π₯
Silahkan berikan saran untuk author dengan kalimat yang baik, insyaallah author akan menerima dan memperbaiki karya ini. terimaksih..πππ