LUCA

LUCA
EPISODE 134



Aku orang baru yang mengenal cinta


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Mau makan apa?" Tanya Galang pada Luca yang sudah berganti pakaian.


"Pengen steak sih." Jawab Luca sembari menyisir rambutnya memandang dirinya di dalam kaca, ia mengangkat tinggi genggaman rambut di tangannya untu di ikat.


Cup!


Galang mencium leher mulus Luca dari belakang, itu membuat perasaannya berdesir dan jantungnya berdetak kencang.


"Apaasih, geli." Luca berbalik menatap Galang sembari tetap mengikat rambut.


"Cantik." Galang tersenyum menatap Luca.


"Udah tau." Ujarnya melewati Galang begitu saja dan keluar kamar.


Di depan kamar Gior, ia bertemu dengan lelaki itu yang juga akan turun untuk makan.


"Mending lo jemput cewek lo." Ucap Luca sembari melanjutkan langkahnya.


"Maksud lo?" Gior membuntuti Luca di belakang.


"Cewek begok kayak dia butuh cowok yang stay 24 jam, lo harusnya tau itu."


"Lo masih perduli?" Tanya Gior.


"Lo tau sendiri jawabannya."


Mereka semua sudah berkumpul di meja makan, Bram juga baru pulang dan langsung duduk di sana tanpa mengganti bajunya.


"Papa lembur lagi?" Tanya Luca melihat Bram dengan tas hitam yang selalau iat enteng.


"Ya begitulah, begitu banyak yang harus papa siapkan untuk lebih memusatkan kinerja perusahaan yang ada di sini." Bram melonggarkan dasinya, itu akan membuatnya lebih nyaman saat makan.


"Jangan sering lembur paa, papa udah tua." Seru Luca mengingatkan.


"Kalau papa tua, harusnya kamu sadar Galang juga udah tua." Celoteh Bram, ia dan galang hanya terpaut usia 3 tahun. Galang langsung menatap lelaki itu tajam.


"Gue meskipun tua gak rapuh kayak lo." Sahutnya tidak terima.


"Alaaahhh dua kali main udah pasti roboh kamu." Bram seenaknya mengoceh tanpa melihat situasi.


"Kata siapa? Gue kuat mau itu seribu kali."


"Gak percaya."


"Ayo gue buktiin." Galang malah menatap Luca dan menarik tangannya, gadis itu hanya mengerjapkan matanya tidak memahami perkataan dua bocah tua ini.


"Heeeh, kalian gak sadar kita mau makan." Gerald menatap mereka berdua bergantian.


"Dia duluan." Galang menunjuk Bram.


"Makan di mulai." Karena merasa tidak tahan, Galaxi langsung menyomt ikan dari pada harus mendengar celoteh mereka.


"Oh ya Galang, cika titip salam sama kamu." Bram meemberitahu sambil menyeruput minumnya.


"Cika siapa?" Tanya galang, sepertinya dia lupa.


"Itu yang jadi idola kampus kita dulu, kita pernah berantem rebutan sapu tangan dia." Bram malah semakin memperjelas kalimatnya.


Galang meenghentikan makannya, kenapa Bram malah membicarakan hal itu di depan putrinya?


"Ohhh jadi kalian berantem gara-gara cewek." Luca mengangguk sembari menekan kuat garpu ke daging yang akan ia makan.


"Iya, dia cantik banget. Gak nyangka tadi papa ketemu dia lagi di jalan, dia masih cantik." Bram tetap tidak menyadari yang terjadi.


"Ohh cantik." Luca langsung melahap daging yang lumayan besar tanpa memotongnya.


"Nggak kok, gue gak pernah berantem masalah cewek." Galang menggelengkan kepalanya keras, ia berharap gadis itu tidak akan salah paham.


"Bukan masalah cewek tapi masalah sapu tangan cewek itu." Luca mengunyah makanannya dengan kasar.


"Gak gitu kok." Galang memukul Bram dengan keras.


"Gue udah kenyang." Ucapnya menegak habis minuman itu dan pergi ke kamarnya.


Baaam!


Terdengar suara bantingan pintu yang keras.


"Lo gila ya?" Galang kembali memukul Bram.


"Aku kan cuman cerita." Bram menggaruk kepalanya kebingungan.


"Awas ya, kalo Luca sampai marah lo keluar dari rumah gue." Ancam Galang meninggalkan meja makan.


"Udah gue bilang jangan cari masalah." Gerald tetap melanjutkan makan seperti tidak terpengaruh.


"Gimana dong?" Tanya Bram


Mereka bertiga kompak mengangkat bahu masing-masing.


.


.


.


.


Silahkan komen dan like๐Ÿ™๐Ÿ™