LUCA

LUCA
EPISODE 53



Aku lemah, sebab itu butuh kamu sebagai penguat.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Buruan masuk." Ucap Gior pada Elen yang masih mematung di luar mobil.


Dengan wajah jengkel, Elen masuk ke mobil dan Gior ikut masuk.


Gior tiba-tiba mendekati Elen hingga membuat gadis itu menutup mata karena takut.


"Aaauuuu." Elen mengusap dahinya yang di sentil Gior.


'Ngapain lo merem? Lo minta di cium?" Padahal Gior hanya memasang sabuk pengaman milik Elen, gadis itu sudah berpikir yang aneh-aneh.


"Ihhh ogah, lagian lo deket-deket. tinggal nyuruh kan bisa." Elen menggembungkan pipinya.


"Otak lo tuh yang kotor, pake ngatain gue." Gior mulai melajukan mobilnya.


"Enak aja, gue tuh jaga-jaga takut lo macem-macem sama gue."


"Hah? Lo pikir gue napsu sama cewek culun kayak lo." Gior tertawa meremehkan Elen.


"Ehhh gini gini gue tuh enak." Entah apa yang ada di pikiran Elen.


"Beneran enak? Boleh cobain gak?" Gior mengangkat sebelah alisnya menggoda Elen.


"Iiiihhhh, maksud gue tuh enak di ajak ngobrol." Elen menarik telinga Gior.


"Apasih lepas." Gior menepis tangan Elen. "Enak di ajak berantem maksud lo?" Gior mulai pusing dengan tingkah cerewet Elen.


"Terserah lo. Eh btw, Galaxi suka sama cewek yang kayak gimana?" Tanya Elen antusias.


"Lo suka sama Galaxi?" Elen mengangguk dengan mata yang berbinar.


"Kakak gue suka sama cewek yang waras, gak kayak lo yang gila. Lagian kak Galaxi udah punya cewek incaran, yang pasti lebih cantik dari lo." Ujar Gior mematahkan semangat Elen yang baru saja berkibar.


"Lo jahat banget sih, gue kan mau usaha." Ucap Elen dengan wajah tertunduk.


Gior hanya diam tanpa membalas ucapan elen lagi.


Padahal tanpa Gior sadari, ia sudah menyakiti hati Elen. Elen benar-benar merasa buruk, benar kata Gior tadi, mana ada cowok yang mau padanya yang culun. Perempuan saja malas melihat tampanng Elen, apalagi cowok. Pasti mereka jijik kan?


"Udah sampai." Ucap Gior melihat Elen yang terlihat murung. "Lo kenapa?" Gior merasa bingung.


Tapi Gior menarik Elen yang hendak ke luar. "Lo baper banget sih, gua cuman bercanda."


"Nggak kok. Lo bener, gue emang culun. Mana ada cowok yang mau sama gue, gue juga sering di bully."


"Lo harusnya bersyukur tuhan ngasih tubuh yang lengkap tanpa cacat sama lo, lo juga gak butuh sempurna buat di sukai orang lain." Gior tetap tidak melepaskan genggamannya di tangan Elen.


"Tapi gue pengen cantik, gue pengen kayak cewek lain."


"Lo bakalan cantik di mata orang yang tepat, gue gak suka cewek lemah." Ucap Gior melepas tangan Elen.


Tapi kan lo yang ngatain gue tadi." Elen mulai cemberut.


"Gue cuman bercanda, taunya lo baperan. Lagian kak Galaxi udah suka dia selama 2 tahun. Lo yakin bisa ngubah hatinya?"


Elen mematung setelah keluar dari mobil, ia tidak menyanglka Galaxi bisa begitu mencintai perempuan selama itu.


"Gue cabut dulu." Ucap Gior menancap gasnya.


Benar kata Luca, Elen adalah perempuan yang cengen dan selalu mengutamakan perasaan. Perempuan seperti itu sangat mudah di sakiti siapapun, harusnya dia menjadi seseorang yang lebih kuat.


"Dasar cewek aneh." Umpat Gior. Ia masih merasa heran dengan tingkat kepercayaan diri gadis itu yang hanya seringan kapas. Mudah sekali untuk di hancurkan.


Jika putus cinta, perempuan seperti itu menangis di kamarnya semalaman.


.


.


.


.


.


.


.


MAAF BANGET AUTHOR UPNYA KEMALEMAN, SOALNYA DI SINI ADA GANGGUAN JARINGAN KAK....


SILAHKAN TINGGALKAN KOMEN DAN LIKE KALIAN, BIAR AUTHOR SEMANGAT UPNYA TIAP HARI.๐ŸŒน