LUCA

LUCA
EPISODE 162



Buka matamu, maka kamu akan melihat dunia.


~Luca.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Lo mikirin apaan sih?" Tanya Elen yang melihat Luca hanya termenung sejak tadi.


"Telfon Sandra gih, lo pasti punya nomor dia kan?"


"Ada apa?" Tanya Elen lagi, tidak biasanya ia mencari gadis itu.


"Udah buruan."


Elen meraih ponselnya dan mengubungi Sandra, beberapa menit kemudian gadis itu muncul sembari tersenyum menghampiri mereka.


"Tumben cariin gue." Seru Sandra yang sudah kegirangan.


"Gue mau ngomong sesuatu sama kalian."


Mereka berdua langsung mendekatkan wajahnya pada Luca, sepertinya ini pembicaraan serius.


"Apa? Lo serius mau lakuin itu?" Tanya Sandra kaget yang baru saja mendengar cerita Luca.


"Gue bukan kaget sih, tapi tumben banget lo perduli sama orang lain."


"Gue sih kesel sama si Bisma, dia berkali kali ngusik gue. Dan kasian juga sama mereka yang jadi korbannya."


"Akhirnya lo bisa manusia seutuhnya." Elen menggoyang goyangkan tubuh Luca.


"Ish lo mau mati?" Luca menatap tajam.


"Jadi intinya lo mau kita ikut sama rencana lo?" Tanya Sandra memastikan.


"Iya."


"Lo tinggal nyuruh Galang, dia tinggal petik jari udah kelar masalahnya." Elen memberika solusi terbaik.


"Gue gak bisa bergantung sama dia terus, lagian dia udah pusing sama kerjaan dan hal lain." Luca mengingat kembali saat Galang menceritakan perihal Stefan.


"Intinya gue mau ngatasin ini sendiri." Tegas Luca pada mereka berdua.


"Kalau gue sih pasti bantu." Jawab Sandra.


"Jadi apa yang harus kita lakuin?" Tanya Elen sebagai bentuk kesanggupan dirinya.


"Gue udah buat janji sama mereka, kita tinggal temuin mereka nanti."


Setelah itu mereka membahas hal biasa, karen tidak baik jika terlalu sering membahas ini di tempat terbuka. Lain kali mereka akan membahas hal ini di tempat tertentu.


Dan menurutnya tentu Luca tidak akan jatuh hati pada lelaki sembarangan.


Meskipun ia tau Juan tertarik pada gadis di hadapannya ini, tapi dia tidak mau ikut campur. Biarkan Juan yang merasakan dan menyikapinya sendiri, ia juga menghargai hubungan yang Luca miliki dengan Galang, meskipun Juan sendiri belum mengetahui hubungan mereka.


"Nih." Juan datang memberikan sebuah buku pada Sandra.


"Makasih abang." Ujar Sandra tersenyum mengambil buku itu dari tangan Juan.


Elen tercengan, ia sangat kaget melihat mereka berdua sedekat itu. Luca juga kaget, tapi tidak menampilkan ekspresi apapun.


"Lo deket banget sama dia?" Bisik Elen pada Sandra.


"Dia kakak sepupu gue." Sandra nyengir, ia memang belum memberitahu mereka.


"Pantes lo langsung kenal baik pas Elen nanya di lapangan." Sambung Luca.


Juan hanya mematung sembari merasa heran, kapan mereka bertemu di lapangan?


Elen menyenggol Luca, gadis itu malah memperjelas situasi saat itu membuat Elen malu. Jelas-jelas waktu itu Elen sangat penasaran bahkan berulangkali memuji Juan di hadapan Sandra.


"Gimana kalau kita ajak Juan jugak, cowok pasti di butuhkan." Usul Sandra pada mereka berdua.


"Hah?"


"Boleh jugak." Jawab Luca setuju.


Elen masih ternganga karena kaget, belum selessai rasa malunya ia sudah harus bertemu Juan setiap hari.


Sandra tersenyum menatap Elen yang seperti orang bodoh.


"Kalian ngomongin apaan?" Tanya Juan tidak mengerti.


"Lo jelasin aja ke dia, gue mau beli makan dulu." Luca beranjak dari sana meninggalkan mereka, sementara Elen langsung mengejar Luca dari pada malu sendiri di sana.


.


.


.


.


.


Tinggalkan komen dan like kalian๐Ÿ™๐Ÿ™