LUCA

LUCA
Kembali



Sejak hari itu hubungan Luca dan Lingga semakin membaik, apalagi usaha keras Lingga dalam menjaga hubungan mereka. Walau luca masih saja cuek tapi tak serta merta selalu mengabaikan Lingga yang kini ia anggap sebagai kekasihnya.


Bahkan seperti saat ini saat mereka sedang LDR pun setiap malam, Lingga selalu VIDEO Call dengan Luca, katanya sih kangen berat. sedang Luca hanya diam dan berusaha mati-matian menyembunyikan rona diwajahnya.


Di lain sisi, ada sasa yang semakin hari semakin stress akibat ulah Jordan yang selalu menempelinya kemana pun. Tak berbeda jauh dengan Dani yang dikejar para Fansnya sesama Pengacara.


5 bulan kemudian,


Dani, Sasa & Luca dimasing-masing tempat berbeda tampak terpaku saat menerima sebuah pesan. Ketiganya menghela nafas berat. Ingin mengumpat, marah namun tak bisa.


Tak lama, Dani mengirim pesan pada ke 2 sahabatnya.


Aku udah ajukan cuti, dimana kita akan berkumpul? begitu isi pesan Dani pada mereka.


Luca menghela nafas berat. Aku baru mengajukan cuti... terserah, tentukan saja... balas Luca.


OK, aku juga udah ajukan cuti. terseah dani aja... balas Sasa tak semangat.


Ya, pesan yang membuat mereka stress dan harus berfikir lama itu adalah pesan dari Mas Dion, Kakak kandung dari Dani, satu-satunya orang yang tahu dimana mereka. Satu-satunya orang yang mendukung mereka untuk mengejar bahagia mereka.


-------


Ke 3 nya menghela nafas berat, sebelum akhirnya menuju mobil yang menjemput mereka dan akan mengantar mereka ke sebuah hotel yang sudah Dani pesan jauh-jauh hari. Mereka memilih menginap di hotel karna sunggu tak mungkin bagi mereka menginap di kediaman keluarga masing-masing, ah lebih tepatnya mantan keluarga, karna mereka sudah lama memutuskan hubungan itu.


Mereka menginap di sebuah suite room yang sama. Sesampainya disana mereka segera beristirahat dengan pikiran masing-masing. Luca bersandar pada paha Dani yang kini sudah duduk bersandar pada sofa panjang diruangan itu, sedangkan Sasa memilih berendam untuk mengantisipasi lelah lahir & batinnya.


Malamnya... mereka bertiga sudah bersiap.


Siap?? tanya Dani dengan wajah datarnya. Luca dan sasa menyambut tangan Dani seraya mengangguk lalu ikut dengannya menuju tempat pesta pernikahan diadakan.


Mobil mereka berhenti di sebuah HOtel mewah, ketiganya pun turun. Kedua tangan dani mengapit kedua pinggang ramping sahabatnya itu. Mereka memasuki lift dan lagi-lagi menjadi pusat perhatian. Tak lama Lift berhenti dilantai yang mereka tuju. setelah menyiapkan hati mereka pun berjalan beriringan menuju tempat acara, Semua mata tertuju pada mereka, bagaimana tidak, seorang pemuda tampan diapit 2 gadis cantik balk Putri khayangan, manusia normal mana yang perhatiannya takkan tersita.


Keluarga Luca, Keluarga Sasa, Dan Keluarga Dani terdiam melihat ke 3 sosok yang menghilang bagai di telan bumi itu.


Mereka melewati bayangan masa lalu mereka begitu saja dan menghampiri si pemilik acara.


Mas Dion, ngapain sih pake nikah segala, terpaksa kan kami jadi harus pulang kesini, gerutu Sasa tak perduli dengan delikan tajam sang mempelai wanita.


Sedangkan Dion hanya tertawa dan membawa gadis itu kedalam pelukannya, begitu juga dengan Luca dan Dani yang tadi sempat menjitak Sasa karna ucapannya yang seenaknya.