
Lingga terbangun dari tidurnya, ia menunduk saat merasa ada yang memeluknya. Ia terkejut, ia fikir semalam hanya halusinasinya, tapi pagi ini ia sadar ini nyata, Luca, tunangan kecilnya itu kini sedang memeluknya erat dalam tidurnya.
Lingga tersenyum saat Luca justru makin masuk kedalam pelukan Lingga dalam mencari kehangatan. Lingga cukup bersyukur kini mereka ada dinegara es itu.
Tiba-tiba hp Luca berbunyi. Luca merasa terganggu, ia justru menarik tangan Lingga untuk menutup telinganya. Lingga terkejut dengan kelucuan Luca, Lingga membiarkan Luca melakukan apapun yang ia mau. Sampai akhirnya suara hp itu pun berhenti sendiri. Namun sepertinya mereka cemburu dengan kebersamaan Lingga dan Luca hingga akhirnya Hp itu kembali berbunyi.
Dengan malas Luca mencari Hpnya. Lingga yang fikir Guling pun ia tindih dengan mata yang masih tertutup, sontak Lingga terkejut bukan main. Namun ia memilih diam tak bersuara berusaha menahan gejolak perkasa dibawah sana. Tangan besar Lingga kini bahkan melingkar nyaman di pinggang kecil Luca yang masih menindihnya. Dengan susah payah Luca berhasil meraih hpnya. Luca mengangkat hpnya.
Hallo...sahutnya dengan suara yang masih mengantuk berat.
Hallo.... Luca kamu dimana? Tanya Marrie
Motel..sahutnya
Kamu gak apa apa kan? Tanya max khawatir
Mm...im ok...sahutnya
Semalam tidur dimana? Tanya max lagi,
Dasar bodoh aku sudah tanya itu tadi... Ucap marrie langsung menoyor kepala max.
Kami mau menjemputmu tapi jalan masih ditutup. Sepertinya kamu masih harus menginap ditempatmu sekarang, kau harus menambah waktu inapmu disana, karna menurut informasi jalan akan ditutup untuk 3 hari kedepan dikarenakan badai salju, aku dengar banyak yang tak mendapat penginapan, jangan sampai kau kehilangan tempat menginap.... Ujar marrie memperingatkan.
Mmm...Ok... Ucap luca lalu mematikan Hpnya, dan kembali terlelap diatas tubuh Lingga yang sudah menegang. Hey ayolah, jangan lupa Lingga itu masih laki-laki normal.
Kini bunyi telpon motel yang bunyi. Luca mengangkatnya dengan malas.
доброе утро, мэм... я хочу сказать вам, ваше пребывание будет через 2 часа... вы хотите увеличить его? спросите у администратора
(pagi nona... saya mau memberi tahu, waktu menginap anda akan habis 2 jam lagi...apakah anda ingin menambahnya? tanya resepcionist)
да, я хочу добавить его на следующие 3 дня. спасибо.... сказал Лука
(ya, saya ingin menambahnya untuk 3 hari kedepan. terimakasih....ucap Luca)
Хорошо... спасибо, мисс... сказала администратор. затем завершите вызов
(Baik...terima kasih nona...ucap resepsionis itu. kemudian mengakhiri panggilannya)
Luca kembali bersandar dan memeluk guling bernyawanya. Hingga Luca mendengar suara detak jantung yang makin keras, Luca mengernyit.
Sejak kapan guling ada bunyinya ... Gumam Luca lalu mulai meraba.
Kok keras.... Gumam luca, lingga semakin tersiksa.
Hingga akhirnya Lingga bersuara.
Cukup jangan meraba lagi, kamu gak mau membangunkan sesuatu dibawah sana kan sayang??? ... Ucap Lingga dengan suara seraknya.
Sontak Luca membuka matanya, ia menoleh dan menatap Lingga yang ia tindih dengan shock.
Pagi sayang... Ucap Lingga. Tak mendapat jawaban dari luca, ia pun dengan lancang mengecup bibir manis luca yang masih terkejut. Lingga gemas dengan wajah terkejut Luca, hingga ia kembali mengecup bibir manis Luca. Seketika Luca tersadar, pipinya merona merah, ia pun segera bangkit dari atas tubuh Lingga dan masuk kedalam kamar mandi.
Hhhhh... Hhhh... Luca memegang dadanya yang terus berdegub kencang, ia heran kenapa bisa begitu. Ia pun segera mencuci wajahnya saat melihat wajahnya semerah tomat.
Selama dikamar mandi hp Luca kembali berbunyi, terpampang jelas panggilan dari SASA. Lingga tak berani mengangkatnya karna ia takut tunangannya marah.
Tak lama Luca keluar dengan rambut basah. Lingga tersenyum kecil melihat Luca yang masih tampak malu padanya. Lingga pun masuk kekamar mandi dan membersihkan diri
Tak ingin banyak berfikir, Luca memilih membaca pesan di hpnya yang mengatakan mereka akan rapat online. Luca pun membuka laptopnya. Ia mulai membuka aplikasi zoom dan memulai rapat.
Saat sedang Rapat tiba-tiba mereka terdiam saat melihat sosok lingga yang berjalan dibelakan luca dengan hanya menggunakan handuk yang melilit menutupi bagian bawahnya.
Kok diam? Ada apa? Tanya Luca heran.
Honey, kau menginap dengan siapa? Tanya Max
Kenapa kau menanyakan itu?? Tanya luca heran.
Apa kau bersama kekasihmu?? Ujar marrie heboh.
Luca mengerjab heran.
Coba lihat dibelakang mu,... Ucap Marrie menunjuk.
Luca pun menoleh, ia terkejut bukan main, melihat lingga keluar hanya dengan mengenakan handuk yang menutupi bagian bawahnya, memamerkan perut kotak-kotaknya dan otot tubuhnya yang perkasa.
Refleks Luca melempar bantal pada Lingga
Hey ada apa sayang...ucap Lingga terkejut dengan bantal yang tiba-tiba melayang padanya.
Cepat masuk kamar mandi dan pakai bajumu disana, dasar pedophil gila... Pekik Luca kesal.
hahahhaa...marrie dan Max tertawa geli, mendengar itu Lingga menoleh pada layar laptop Luca.
Oh hai...semua, sebentar ya... Ucap Lingga yang mengerti saat melihat layar laptop luca yang masih hidup.
Dengan santai ia mengambil pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.
Luca pun melihat teman-teman meetingnya.
Lupakan dia, lanjutkan meetingnya... Ucap Luca lumayan kesal dan sudah pasti malu.
Hey ayolah honey, kau tidak perlu malu, kami tahu kalian itu sudah bertunangan, tentu saja wajar jika menggunakan kamar yang sama... Ucap Marrie seenaknya
Marrie... Pekik luca kesal.
Ups ok ok i'm sorry... Ucap marrie yang langsung di bekap max mulutnya.
Tak lama Lingga kembali,
Sayang aku mau pesan makanan, kamu mau pesan apa...tanya lingga tak perduli dengan rasa malu yang mendera Luca saat ini. Lingga justru puas, apalagi dengan begini tak ada yang akan berani mencoba mendekati Luca, karna Luca adalah miliknya.
Spageti...ucap Luca setelah mengatur emosinya.
Ok...ucap Lingga lalu setelahnya duduk disamping Luca sambil membuka laptopnya dan meeting dengan staffnya yang lain dibelahan dunia lainnya.
Sambil menunggu sarapan mereka datang, mereka menyibukkan diri dengan pekerjaan mereka masing-masing.