LUCA

LUCA
EPISODE 117



Sesuatu yang terlihat bagus belum tentu baik


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Kaaak, mereka melakukan penyerang di perbatasan." Ucap Gerald setelah mendapatkan laporan.


"Ayo kita berangkat ke sana." Galang langsung bangkit di ikuti oleh langkah adik-adiknya.


"Mungkin mereka berusaha keluar dari dari daerah ini kak." Galaxi memberikan tanggapannya.


"Kita akan segera menghabisi mereka." Ucap Galang.


Mereka bertiga langsung menuju perbatasan, sesampainya di sana mereka sudah melihat pertempuran antara anak buahnya dan anak buah dari Adamson.


"Tuan, tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka di sini." Seseorang datang setelah mencari keberadaan Luca.


"Apa mereka sudah berhasil keluar?" Galang mulai kebingungan.


"Tidak mungkin kak, bagaimana mereka bisa lepas dari pengawasan kita." Gior tidak setuju.


"Periksa juga daerah lain, gue gak mau ambil resiko. Bisa saja mereka sudah pergi, jangan lupa Adamson adalah orang yang licik." Ujar Galang memperingatkan.


"Tuan, saya datang dari markas Adamson, Hanya ini informasi yang bisa kami temukan di sana." Orang itu memberikan foto, beberapa kertas yang berisikan tentang informasi Adamson.


"Foto ini." Galang menatap beberapa foto yang berada di tangannya.


"Dari mana lo dapet ini?" Tanya Galang.


"Ini terpajang di meja kerjanya tuan." Jelas anak buahnya.


"Kaaak, bukankan itu teman Luca?" Gerald menagamati foto lelaki itu.


"Iya itu Stefan, dia yang menyukai Luca dan mengajaknya berkencan." Gior ingat kejadian malam itu saat Galang dan Luca bertengkar.


"Sial, Adamson berada di depan gue berkali-kali tapi gue malah gak kenal." Galang meremas lembaran foto itu, betapa bodohnya dia tidak mengenali musuhnya selama ini.


"Tuan kami juga menemukan ini, dalam rekaman cctv mereka." Dia menunjukan vidio di hpnya.


Mereka berempat menonton vidio itu dengan serius, terlihat dua orang sedang berbincang serius. Dan itu adalah perempuan yang Luca maksud.


"Kaak." mereka bertiga menatap Galang.


"Beraninya dia." Galang menyerahkan kembali hpnya. "Cepat cari Luca, jika dalam waktu satu jam kalian gagal, kalian akan mati di tempat ini." Teriak Galang pada anak buahnya.


"Kak kita harus bagaimana?" Tanya Gior.


"Kembali ke rumah, kita hubungi Andara. semua tempat tidak memiliki sinyal yang bagus saat ini."


Sesampainya di sana, rupanya Andara sudah menunggu mereka di luar.


"Cepat masuk."


Mendapatkan perintah dari Galang dia langsung measuk bersama keempat tuannya.


Dia langsung membuka laptop dan mengotak atiknya, dia harus segera mengembalikan sinyal di kota ini. Jika tidak, maka nyawanya yang akan menghilang di tangan Galang.


"Masih lama?" Galang sudah tidak sabar menunggu.


"Mereka sengaja mengacaukan sinyal kota ini, saya membutuhkan waktu sekitar setengah jam tuan."Jawab Andara.


"Cepatlah, semakin cepat Luca di temukan maka gajimu semakin besar." Ujar Galang, dia memang berjanji akan memberikan hadiah jika Andara berhasil, namun jika gagal maka nyawanya yang terancam.


~~~~~~~


"Kenapa kau tidak pernah bersabar." Bentak Adamson pada perempuan yang memanggilnya.


"Aku sangat ingin bertemu dengannya, aku tidak bisa menunda lagi." Ujarnya.


"Kita dalam kondisi tidak aman."


"Justru itu aku harus mendapatkan itu secepatnya baru kau bisa membawa perempuan itu pergi jauh, jika kita tidak bertindak cepat maka Galang akan segera menemukan kita." Jelas perempuan itu membuat Adamsonagar memahami pemikirannya.


"Baiklah temui dia, minta tanda tangannya. Tapi ingat, jangan pernah menyentuhnya sedikitpun kau mengerti?" Ancam Adamson.


"Bagaimana dengan patung emas yang kau incar?"


"Aku bia mengatasinya sendiri, aku pergi dulu." Adamson langsung pergi dari sana.


Dalam hati perempuan itu sangat bersorak, ia bisa melihat wajah ketakutan gadis yang begitu menyiksanya selama ini.


.


.


.


.


.


Wahh makin deg degan othor... yuk komen dan likenya..