LUCA

LUCA
Pesan Dani



Luca mulai jengah dengan rentetan ucapan dari wanita yang sudah melahirkannya namun tak sudi mengasihinya itu, hingga akhirnya ia berkata.


Besok aku akan kesana mengunjungi kakek.... ucap Luca datar.


Kenapa harus besok, kita bisa pulang bersama sekarang...ucap mamanya


Tenang saja, aku tidak akan lari dari pertunangan-ku dengan Pewaris Kendrick.....ucap Luca yang tahu jelas ketakutan dan wanita yang melahirkannya itu.


Paruh baya cantik itu terdiam, ia tak bisa menyangkal, memang benar baginya putrinya itu hanyalah alat baginya dan suami untuk semakin memperbesar kekayaan mereka.


Jujur saja jika bukan karna Lingga yang berhasil membuat luca mau membuka hatinya, Mungkin luca sudah melarikan diri sejak saat ia melihat mamanya.


*** 


Sasa terus saja menekuk wajahnya, ia kesal bukan main, pria yang menghianati ibunya itu masih saja terus menempelinya, Ia ingin segera pergi dari tempat itu tapi tidak bisa karna saat ini Luca pun sedang di hadang ibu kandungnya, Dani pun tak jauh berbeda.


Sasa, pulanglah nak, pengacara ibumu ingin membacakan wasiat ibumu nak.. ucap Ayah sasa yang berhasil membuat Sasa bersedia berjanji akan mengunjungi rumah yang bagai neraka untuknya itu.


****


Hotel, Suite Room...


Luca sudah bersiap akan mengunjungi rumah orang tuanya, begitu juga dengan Sasa. 


Ok...Inget telpon gue kalo ada apa-apa...ucap Dani seraya membelai rambut Sasa, ia tahu sahabatnya yang satu itu sedang tidak baik-baik saja.


Sedang untuk Luca, dani tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya karna Luca jauh lebih pintar dalam mengontrol emosinya. Lagi pula apa yang perlu dikhawatirkan toh Luca sudah menerima cinta Lingga. Dan lelaki bernama Lingga Kendrick itu sanggup melakukan apa saja hanya agar Luca bahagia.


**********


Dani mengantar Sasa kekediaman Hermawan.


Loe yakin gak perlu gue tungguin... tanya Dani, sasa mengangguk.


Ok... kalo gitu sampai ketemu dihotel, inget lusa kita harus balik. kalau sampe jam 3 sore lo gak balik ke hotel, gue bakal jemput lo paksa kesini... tenang aja... gue gak akan ninggalin lo di neraka yang lo benci ini... ucap Dani serius. Sasa tersenyum lalu keluar dari mobil itu. Setelah memastikan Sasa masuk ke dalam rumah ayahnya dengan selamat, Dani pun berlalu. Dani meninggalkan pesan pada hp Jordan.


"Gue tahu lo ada di indonesia sekarang, gue cuma mau bilang, sekarang sasa ada dirumah om hermawan, gue gak tahu ada urusan apalagi yang harus diselesain diantara mereka. Gue harap loe ada disamping sasa mendampinginya, Loe tunangan yang di pilih almarhumah mama sasa, sedang gue cuma sahabatnya gue gak bisa mendampingi dia saat ini tanpa izin dari sasa. Plis jaga sasa buat kami".


Jordan terdiam membaca pesan dari Dani. 


hhhh... Gimana aku bisa benci sama sahabatmu itu sayang, kalau dia begitu melindungimu dan Luca...hhhhh pantas saja Lingga selalu ketakutan saat melihat Luca begitu dekat dengan Dani...Ia pasti takut luca menaruh hati pada Dani..ucap Jordan pada Sasa yang kini ada disampingnya.


Ya Jordan saat ini ada dikediaman Hermawan bersama kedua orang tuanya. Ia segera menghampiri sasa begitu melihat sasa datang. Sasa melihat isi pesan dihape Jordan. Bibirnya tersenyum tipis melihat isi pesan sarat khawatir akan dirinya dari Dani.


******