LUCA

LUCA
Stalker Gila dan Gadis Menyebalkan #2



3 tahun jordan mengenal sasa tanpa sengaja semua karna luca dan lingga, membuat jordan terbiasa dengan sifat dan sikap seenaknya seorang sasa, bahkan jordan tak pernah keberatan saat sasa seenaknya mengambil dompet atau hp dari dalam jas yang dikenakan jordan saat ia ingin meminjamnya.


3 tahun lalu jordan hanya menganggap sasa bocah SMA gila plus narsis yang tidak perlu diambil pusing, membuatnya membiasakan diri menerima segala kelakuan gila sasa yang membuatnya seperti memiliki seorang adik.


Perlahan rasa itu berubah menjadi rasa terbiasa. Namun tak pernah Jordan sadari, saat ia mengetahui sasa adalah tunangan kecilnya ada rasa bahagia dihatinya, tapi ketika ia menemukan sasa sudah menghilang bagai di telan bumi hingga membuatnya seperti orang gila mencari gadis itu bahkan selama lima tahun lebih tanpa pernah menyerah.


Awalnya ia fikir, jika suatu saat ia menemukan sasa, ia akan benar-benar memarahinya dan meminta gadis itu menolak perjodohan mereka, tapi lihatlah, saat menemukan sasa, tidak ada lagi niat itu, ia hanya ingin menjaga gadis itu agar tak pernah pergi jauh darinya lagi, kalau perlu ia akan memenjarakan sasa dalam ikatan pernikahan dan selalu menempelinya kemanapun. Bukankah sasa menyebutnya stalker gila, lalu kenapa tidak ia wujudkan saja sekalian fikirnya.


Mmm... sasa pun perlahan membuka matanya. ia mengucek matanya sedikit lalu menepuk pipinya agak keras agar hilang kantuknya.


puk puk....


eh kamu kenapa sayang?, kenapa dipukul pipinya?... ucap jordan sontak menarik tangan sasa kebawah agar tak menepuk wajahnya lagi.


mm?? biar ilang ngantuknya... ucap sasa masih setengah sadar.


Aduh...udah jangan digituiin, nanti sakit pipinya... ucap jordan mengelus pipi tembam sasa yang sedikit memerah dengan khawatir. Sasa menoleh pada Jordan, memperhatikan bagaimana dengan lembutnya laki-laki itu memperlakukannya.


Sasa menggeleng keras, ia tak ingin terbuai, bukankah tidak ada laki-laki baik didunia ini selain Dani. Lagi pula sasa dan luca sudah membooking dani untuk menjadi suami mereka jika sudah saatnya mereka menginginkan untuk berkeluarga.


Flash back 7 tahun lalu


Kalian ini, kalau begini terus kapan bisa punya pasangan, apa kalian gak mau punya keturunan, punya keluarga, punya suami...ucap Dani mengeluh karna Luca dan Sasa yang selalu memonopoli dirinya dan menyebabkan banyaknya laki-laki yang cemburu padanya


Ah males ah, semua laki-laki kan brengsek kayak bapak gue, udah punya bini cantik plus aduhai dirumah masih aja nyodok sana sini... ucap sasa frontal


Buset dah....TMI WOI TMI..... ujar Dani.


Ada...ucap Luca


oh ya, siapa??...tanya sasa, Luca hanya menatap Dani yang masih menunggu jawaban Luca sama seperti sasa, sasa mengikuti arah pandang luca lalu menoleh pada Dani. Sasa pun sedikit berfikir lalu iya tersenyum karna mengerti maksud Luca. Ya memang masih ada laki-laki baik dan itu Dani.


Iya emang ada ternyata...ucap sasa


woi jangan ngeliatan gue begitu banget dong serem nih.... ucap Dani


Sasa bangkit dari duduknya lalu mendekati Dani dan memerangkap dani dengan meletakan kedua tangan cantiknya pada dua sisi bangku dimana dani sedang duduk dengan gugup saat melihat sasa yang tiba-tiba mendekat dengan senyum menakutkannya.


Eh Dani, mulai sekarang lo itu punya gue sama luca, suatu saat nanti kalo gue sama luca bosen hidup sendiri dan pengen punya anak saat itu gue sama luca bakal nikahin lo, dan lo wajib jadi bapak buat anak gue sama luca. Lo dilarang keras buat kecantol cewe diluar sana tanpa ijin kami...ngerti kan lo... ucap Sasa seenaknya


Kenapa mesti gue sih, yang lain aja kenapa??! Ogah gue kalo bininya kayak kalian berdua bukan jadi imam yang ada malah jadi makmum gue..... ucap dani.


Eh dodol...yang nyuruh lo imam kami siapa? kami cuma booking lo buat jadi penanam benih, gak lebih....ucap sasa setelah menoyor kepala Dani.


Luca hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah absurd sasa yang suka sekali menggoda dan menindas Dani.


Ogah ah... ucap Dani mentah


Yang bilang lo boleh nolak siapa. Hah......ucap sasa lalu memiting Dani. Dan mulai menyiksa dani


Dani meminta tolong pada Luca tapi luca malah tertawa terbahak bahak karna pertengkaran mereka.


***