LUCA

LUCA
EPISODE 186



Kamu satu dan terakhir


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti yang sudah di rencanakan, hari ini adalah hari perniahan mereka. Seperti yang Luca minta, pernikahan ini di lakukan secara diam-diam dan tertutup. Hanya keluarga yang menghadiri pernikahan itu, meskipun dengan berat hati tentunya Galang untuk menyetujui hal itu.


Luca di hias secantik mungkin dengan memakai gaun yang simple namun elegan, ini hanya acara inti jadi dia tidak perlu terlalu ribet. Meskipun sudah menikah, Galang tetap akan merencanakan pesta pernikahan mereka nanti setelh kelulusan gadisnya.


Tentu hari ini Luca memiliki status baru dan tanggung jawab baru baginya.


“Luca, selamat sayangggg.” Elen berlari memeluk Luca setelah sesi pernikahan selesai.


“Iyaaa makasihh yaa.”


“Nih buat lo.” Elen memberikan sebuah kotak berwarna pink pada Luca.


“Apaan?”


“Buka aja nanti malem ya, sekarang kita seneng-seneng dulu sebelum lo di gempur. Hahahahha” Luca spontan menutup mulut Elen dan melirik kikuk ke sekitarnya.


“Njirrr lo, acara begini aja otak lo masih mesum.” Luca menatap tajam, untung saja mereka semua sibuk sendiri dan tidak memperhatikan mereka berdua.


“Hehehe bentar lagi gue punya ponakan nih.”


“Jangan ngacok, gue masih sekolah.” Luca menjitak kepala Elen yang terus memikirkan hal aneh.


“Sayang.” Panggil Gior pada Elen.


Rupanya keempat saudara itu tengah menghapiri mereka berdua.


“Jadi kalian kapan nyusul?” Tanya Galang pada Gior.


“Ehhh jangan dulu deh, belom siap.” Tolak Elen.


“Enak aja, lo gak boleh ngelangkahin yang lebih tua. Gue dulu yang nikah.” Tiba-tiba Galaxi menimbrung.


“Ehhhh serius nih?” Galaxi memastikan.


“Do’ain aja.” Jawabnya.


“Waduhhh, tinggal satu nih jomblo ngesen yang gak laku.” Gior melirik Gerald.


“Gak usah bawa-bawa gue.” Sahutnya.


“Emang bener Gerald, udah saatnya kamu mikirin hidup kamu.” Ucap Galang.


“Hmmm iya nanti kalau sempet.” Jawabnya asal.


“Betah banget lo pacaran sama berkas kantor.” Galaxi si nyinyir.


“Dahhh, mending kita makan dari pada mikirin yang gak pasti.” Gerald mengalihkan pembicaraan.


“Jangan-jangan lo gak suka cewek.” Luca yang sedai tadi diam malah mengucapkan hal itu.


“Gue waras ya, dahlah cape ngomong sama kalian.” Serunya meninggalkan mereka.


“Hhahhahaha.” Mereka tertawa melihat wajah masam Gerald.




“Cape gak sayang?” Tanya Galang pada Luca.



“Hmmm ngantuk.” Serunya sembari menutup mulutnya yang tengah menguap.



“Sana mandi dulu.” Ujar Galang.



Dengan langkah malas Luca pergi ke kamar mandi dan melakukan semdi di dalam sana.



“Jirr, gue kan udah nikah. Gimana kalau dia minta itu?” Ucapnya menepuk jidad setelah ingin keluar dari kamar mandi.



“Duuuhh gimana dong.” Luca jadii mondar-mandir enggan keluar.




Jantung Luca semakin berdegup kencang mendengar suara suaminya.



“Sayaaanggg.” Panggil Galang lagi karena tidakmendapat jawaban.



“Iiiii iyaaaaa.” Luca bergegas keluar dari pada ia di hampiri ke dalam sana.



“Kok lama?”



“Iya soalnya enak berendem tadi.”



Galang hanya mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar mandi.



“Huffffff, selamat.” Serunya lega.



Kemudaian tidak sengaja Luca melirik kotak pink pemberian Elen, iya penasaran dan ingin membukanya. Tapi sebelum itu ia mengeringkan rambut dan memakai bajunya.



“Dia ngasih apa ya? Apa jangan-jangn dia ngerjain gue? Dia kan gak waras.” Ujarnya sendiri sembari menatap kotak itu.



“Buka aja deh.”



Luca membuka kotak itu dan membaca surat di atasnya.



Sering-sering pake ini ya cantik biar suami betah



Luca mengangkat sebelah alisnya heran, apa maksud psan itu? Namun setelah ia mengambil isi dari kotak itu, sontak matanya melotot.



“Vangke si Elen.” Teriak Luca menatap benda di tangannya.



“Kenapa saayyy.” Belum selesai kalimat Galang, ia melongo dengan benda yang Luca pegang.



Dan Luca tak kalah terkejutnya saat Galang tengah menatapnya dengan benda di tangannya.



“Lingerie vangke.” Umpatnya dalam hati dan langsung menjatuhkan benda itu tertunduk malu.



.


.


.


.


.


Hay silahkan komen sama like, kalau berkenan bisa masuk grup chat author curhat barengg