LUCA

LUCA
EPISODE 98



Perang baru di mulai


🌹🌹🌹🌹


"Lo gak nyari gue?" Tiba-tiba Galang memeluknya dari belakang saat dia sudah kembali ke kamarnya.


"Katanya lo sibuk." Ucap Luca.


"Yaa, tapi gue kangen." Melepas pelukannya dan membiarkan Luca berbalik menatapnya.


"Urusan lo udah selesai?" Tanya Luca.


"Belum." Jawabnya tersenyum.


"Maaf kalau gue selalu nyusahin lo." Luca menundukan wajahnya.


"Apa ini? Seorang Luca merasa bersalah? Gue rasa lo lagi kerasukan deh."


"Gue serius, lo udah banyak maslah dan gue malah nambahin masalah buat lo." Ucap Luca dengan tulus.


"Gak usah sok serius, apapun tentang lo adalah tanggung jawab gue." Luca mencubit pipi Luca dengan gemas.


"Malam ini lo sibuk lagi?"


"Sepertinya iya, tapi gue bakal temenin lo sampai tidur dulu."


"Emang gak papa?"


"Iya gak papa, ayo buruan tidur."


Galang memeluk Luca sampai gadis itu tertidur, ia harus segara menyelesaikan maslah ini.


Setelah Luca tertidur pulas, barulah dia pergi ke ruang bawah tanah, di sana Gerald sudah menunggunya.


"Kakak."


"Dia sudah menjawab?" Tanya Galang sembari menatap kedua tahanannyya.


"Belum kak, bahkan dia tersenyum tanpa merasa takut sekalipun." Jelas Gerald.


Galang mengambil pistol yang berada di atas meja di dekatnya, ia menembak satu kaki penjahat itu.


"Katakan siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Galang dengan suara beratnya.


"Kenapa tidak bunuh kami saja?" Ucap lelaki yang di tembak Galang.


"Lo fikir bisa mati dengan mudah?"


"Tuan kami menemuakan beberapa barang di dalam pakaiannya." Penjaga itu memberikan dua buah handphone dan pisau.


Galang menatap baik-baik pisau itu, Terdapat lambang € Pada pegangan pisau itu.


"Gue tau siapa dia, tapi gue belum pernah ketemu." Ucapnya menatap Gerald.


"Tuan, terjadi penyerangan di luar rumah." Salah satu penjaga berlari menghampiri Galang.


"Cepat pukul mundur mereka, pancing mereka keluar dari kawasan rumah ini." Galang segera melangkahkan kakinya keluar.


"Kakak, siapa yang berani menyerang kita?" Galaxi menghampiri Galang bersama Gior setelah mendapatkan informasi.


"Pastikan mereka tertidur, jangan sampai ada yang keluar dari rumah ini." Perintah Galang sembari mengenakan jaket dan mengambil pistolnya.


Mereka berempat keluar dari rumah itu, dengan senjata masing masing. Siapa yang tidak akan mendengar suara keributan di luar, suara tembakan yang saling menyerang terdengar jelas dan membangunkan seisi rumah.


"Ada apa ini?" Tanya Elen yang terbangun dan melihat pelayan yang sedang berjaga di sampingnya.


"Noona, terjadi serangan di luar rumah. Tuan meminta semua orang tetap di kamar." Ucap pelayan itu.


"Tapi Gior?"


"Tuan muda juga ikut ke luar." Jelas pelayan.


Suara tembakan itu membuat Elen ketakutan, ia tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.


"Maaa, di luar ada apa?" Tanya Helen yang bersama Shina.


"Tenang saja, kita akan selamat." Ucap Shina dengan senang. Ia sudah di buat kesal karena bolak balik ke kamar mandi akibat minuman sialan itu. Ia sudah menduga Luca berhasil menghindari minumannya dan menyerangnya balik. Sekarang ia bisa tersenyum puas, ia akan melihat gadis itu ketakutan.


"Ada apa?" Luca beranjak dari tidurnya dan berlari ke arah balkon.


"Noona, tuan meminta noona tetap di dalam." Cegah pelayan itu.


"Minggir, gue mau tau apa yang terjadi." Luca menatap ke bawah, ia melihat beberpa orang sudah tergeletak dengan lumuran darah.


"Siapa mereka?" Tanya Luca, karena tidak mendapat jawaban ia menoleh ke belakang.


Pelayan itu sudah terkapar di bunuh sesorang yang tengah berdiri di belakangnya, sosok yang menciumnya waktu itu.


Lelaki itu mmemeluk Luca dan mengarahkan pisau ke lehernya.


Tidak, ia tidak bisa meminta tolong dan mengalihkan perhatian Galang di bawah sana, itu akan sangat beresiko.


Luca menginjak kaki lelaki itu dangn kuat hingga lelaki itu mengaduh kesakitan dan melepas Luca, segera gadis itu menghatam dada lelaki itu dengan kakinya. Tanpa terasa lehernya mengucurkan sedikit darah karen tergores tadi.


.


.


.


.


.


.


Komen dong, author gak ada bosennya ngingetin kalian nih. masak masih dikit like sam komennya😭