LUCA

LUCA
EPISODE 83



Cemburu adalah bumbu dalam sebuah hubungan.


🌹🌹🌹🌹


"Gior, hari ini gue yang antar Luca." Ucap Galang setelah menyelesaikan sarapan mereka.


"Gak." Tolak Luca.


"Gak ada penolakan." Tegas Galang.


Mereka berdua saling menatap kesal.


"Luca anu, gue hari ini nebeng sama kakak, jadi lo harus di antar kak Galang." Gior merangkul Galaxi berusaha menghindar dari perdebatan mereka.


"Ngapain lo naik mobil gue, lo kan.." Gior memukul punggung Galaxi dan mengedipkan sebelah matanya agar setuju.


"Ohh iya, mobil Gior udah waktunya di service." Gior membantu kebohongan adiknya, mau tidak mau Luca harus ikut dengan Galang. Sedangkan Gerald tersenyum melihat drama terbaru keluarganya.


Luca dan Galang berangkat bersama, sepanjang perjalanan Luca menatap acuh ke luar jendela.


"Luca, di situasi kayak gini gak baik deket sama orang asing." Ucap Galang memecahkan keheningan.


"Gak usah ngajarin gue."


"Gue sama sekali gak sengaja, lo bisa ke kantor buat buktiin." Gior menghentikan mobilnya saat hampir sampai.


"Apa posisi gue sampai gue harus butuh penjelasan?" Luca menatap Galang, ia sama sekali tidak mengerti dengan sikap lelaki itu.


Galang mendekati Luca dan mencium bibir tipisnya, ia menahan cekuk Luca saat gadis itu berusaha berontak. Ciuman itu semakin turun ke leher Luca dan menggigit kecil tanpa meninggalkan bekas di sana.


"Cuman lo satu-satunya cewek yang gue sentuh, dan lo cuman milik gue. Kalo lo masih berhubungan sama dia, liat cara gue ngatasin lo." Galang melepas ciumannya dan langsung menancap Gas sampai di gerbang sekolah.


Luca masih terdiam, ia tau Galang sangat serius saat mengatakan itu. Tapi hatinya masih tidak tau apa yang sebenarnya Galang rasakan untuknya sampai dia benar-benar mengucapkan hal itu.


"Gue sayang sama lo." Galang mencium kening Luca dan mengusap lembut rambutnya. Gadis itu hanya terdiam, kemudian keluar dari mobil.


Galang menatap langkah gadis itu sampai benar-benar lenyap, ia sangat menyayanginya. Mungkin dia adalah orang yang kaku dan angkuh, dia sama sekali tidak tau bagaimana cara menyampaikan perasaannya. Tapi inilah dirinya, dengan cara ini dia akan melindungi gadisnya dan akan memastikan dia tetap berada dalam pelukannya.


Galang melirik Stefan yang sedang melewati mobilnya." Hey berhenti." Ujar Galang pada Stefan yang membuatnya berhenti.


"Eh om, ada apa ya om?" Stefan tersenyum ramah.


"Jangan mendekati Luca." Ucapnya tegas.


"Memangnya kenapa? Luca saja tidak keberatan." Bantah Stefan.


"Ohh, bocah ingusan berani melawan?" Galang menatap tajam.


"Tentu saja, apa om takut bersaing dengan ku sehingga mengancam?" Tantang Stefan pada Galang.


"Masih gantengan gue. Gue pinter, dan pria dengan penuh kesuksesan, siapa dia yang akan mengalakan Galang?" Galang malah membanggakan dirinya sendiri sembari melajukan mobilnya.


"Luca, gimana kencan semalem?" Elen menyambut Luca dengan pertanyaan.


"Biasa aja." Jawab Luca datar.


"Hah? Lo gak ciuman atau ngapain gitu?"


Pletakk.


Luca menjitak kepala Elen." Eh lo gara-gara pacaran sama Gior ketularan otak mesumnya ya?"


"Siapa yang pacaran?" Elen mendengus.


"Terserah."


"Oke, tapi gimana ekspresi Galang semalem?" Tanyanya lagi.


"Dia gak bolehin gue pergi, tapi gue tetep pergi. Dan hari ini dia nganterin gue ngancem gue untuk gak dekat sama Stefan."


"Waaahhh, bagus benget." Elen kegirangan mendengar berita itu.


"Apanya yang bagus."


"Dia udah mulai takut kehilangan lo, selanjutnya lo harus lebih deket sama Stefan biar si om lo tuh bertekuk lutut minta di pacarin." Elen bertepuk tangan dengan idenya yang sangat bagus.


"Gue gak yakin, lagian gue malas harus deket-deket sama orang lain." Ujar Luca.


"Ihhh tahan dikit kek, bentar lagi Galang pasti nembak lo. Api cemburu sudah ada, tinggal kita menyiram bensinnya." Elen masih dengan tawa yang aneh.


"Lo ngomong apa sih?" Luca mendorong tubuh Elen agar menjauh darinya.


Entah saran buruk apa yang sudah ada di otak temannya itu, dia sudah seperti bayi kecil yang sedang di permainkan. Tapi bodohnya lagi, Luca malah menuruti semua ide gilanya.


.


.


.


.


.


Komentarnya harus banyak, masak cuman di anggurin.. mana likenya dikit😭