LUCA

LUCA
EPISODE 135



Ku kira aku istimewa, ternyata sama saja.


🌹🌹🌹🌹


"Masih marah?" Galang suddah menunggu di depan kamar Luca, karena sejak semalam dia menguci kamar dan tidak memberikancelah sedikitpun agar Galang bisa masuk.


Luca mengabaikannya dan turun untuk sarapan, selama makan Luca hanya mengobrol dengan yang lain dan tidak menghiraukan Galang sedikitpun. Ia juga meminta Galaxi yang mengantar ia sekolah hari ini, meski berusaha keras membujuk galang membeujuknya, gadis itu tidak tersentuh sama sekali.


"Haaah, bisa-bisanya dia berebut sapu tangan. Bukannya dia orang yang cuek? Gue pikir cuman gue yang di perlakuakn istimewa." Ia terus merasa kesal sembari berjalan ke kelasnya.


"Cuman sapu tangan sampai di reebutin, awas aja mereka."


"Luca tolong angkatin ini dong." Salah satu teman kelasnya meminta ia membatu mengangkat bangku.


"Gue lagi gak mood." jawabnya melewati mereka.


"Dia kenapa?" Tanya salah satu cewek menatap Luca yang terlihat sangat kesal, tidak biasanya ia mengeluarkan ekspresi menjengkelkan.


"Cowok brangshake." Umpat Luca terus-terusan.


"Dia ngumpat orang sampai berqolqolah gitu." Lelaki itu mendengar suara Luca.


"Lagi ada masalah kalik." Jawab satunya.


"Biasnya dia marah, tapi ini kayak orang frustasi." Cowok di sebelahnya juga ikutan menanggapi.


"Udah diem, ntar dia denger malah marah."


Jam pelajaran berlangsung seperti biasa. Bedanya, saat jam istiraha Luca harus pergi ke kantin karena tenggorokannya yang mulai kering.


Sebenarnya ia sangat malas harus berjalan ke sana, apalagi ini jam istirahat di mana kantin andalah sarang semua murid sekolah.


"Susu dingin satu." Luca memesan sembari mencari tempat duduk yang pas.


"Ini neng." Pelayan itu menyodorkan satu gelas susu yang di tambahi beberapa balok esdi dalamnya.


Luca membayar dan langsung pergi ketempat duduk yang dia incar, hanya satu tempat yang tersisa dan ia tidak harus berddampingan dengan orang lain.


Sayangnya, saat mnuju ke san ia melihat pemandangan yang menjijikan. Yaitu Angel yang bergelayut manja pada seorang lelaki, dia hanya perempuan sendiri di meja itu.


Angel menaruh kakinya di jalan agar Luca teersandung saat lewat dan di tertawakan orang-orang di sana. Tapi, Luca langsung menendang keras kaki Angel sampai dia menjerit.


"Aaaauuuu, eehh lo sengaja ya." Tuduhnya pada Luca.


"Punya kaki jangan di taroh sembarang, mau gue buat putus?" Luca membalasnya.


"Kok gue, dia sengaja kayak gitu mau celakain gue." Angel tidak terima Luca di bela.


"Basi." Luca kembali melangkahkan kakinya, tapi Angel menarik lengan Luca dan berniat menyiram gadis itu dengan minumannya.


Byuuurrr!


Angel kageet melihat seseorang yang dia siram bukan Luca, tapi cowok yang ia gandeng tadi. Luca meemang menarik lelaki itu ke depannya hingga ia yang terkeena siram.


"Lo gila ya?" Lelaki itu sangat marah karena di buat basah kuyup.


"Maaf, gue gak mu nyiram lo. Ini salah Luca." Ia kembali menyalahkan Luca.


"Cewek prrikk." Umpat Luca tersenyum miring meninggalkan mereka.


"Gak usah deket gue lagi."


"Gue beneran gak sengaja."


"Jelas-jelas lo yang nyiram gue, aaakhhh." Cowok itu pergi meninggalkan Angel, begitu juga dengan kawan lainnya yang juga duduk satu meeja dengan Angel.


"Iiihhhh, dasar cewek sialan lo ya." Angel beerbalik menatap ke tempat duduk Luca.


Luca hanya melihatnya acuh dan menyeruput minuman yang ia pesan.


"Gue pasti bales lo." Angel pergi dari sana, ia sudah meelihat dirinya menjadi bahan ghibah di kantin itu.


Tentu dengan rasa yang malu, ia harus kalah lagi dari Luca hari ini.


.


.


.


.


.


Padahal udah rajin up eeh likenya makin dikit😭😪


apalagi yang komen