LUCA

LUCA
EPISODE 63



Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kak gue udah ngecek cctv di jalan dan rumah-rumah di dekat rumah kita, tapi sama sekali gak ada orang yang mencurigakan." Ujar Gerald memberitahu.


"Orang ini pasti sudah dengan persiapan yang matang, kita harus melindungi Luca."


"Apa kita harus mengerahkan orang-orang kita untuk mencarinya?" Tanya Gerald memberikan saran.


"Tidak, kita harus menyelidiki ini secara sembunyi. Jika kita mengerahkan mereka, ini sangat mudah di angkat ke publik dan orang itu akan sembunyi dengan lebih baik." Galang benar-benar sudah memikirkan hal ini dengan matang. Perusahaan miliknya adalah sorotan publik dan selalu masuk di televisi, tentu sangat mudah untuk di ketahui jika dia mencari secara terang-terangan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan kak?"


"Kerahkan orang-orang kita untuk melindungi Luca, tugaskan mereka untuk menyamar agar tidak ada yang curiga. Satu lagi, jaga Elen juga, gadis itu bisa saja menjadi kelemahan Luca." Perintah Galang.


"Apa kakak memberitahu Luca tentang ini?" Tanya Gerald penasaran.


"Tidak, dia akan semakin khawatir jika tau kita melakukan hal ini."


Gerald mengangguk setuju, dia sangat mengagumi kakaknya yang hebat dalam semua hal. Bahkan dalam penjagaannya pada Luca, ia tau bahwa kakak mencintai gadis itu.


"Kak dia akan menjadi sekretaris kakak untuk sementara." Galaxi datang bersama seseorang perempuan yang berbaju ketat dengan heels berwarna hitam pekat.


Galang memang meminta mereka untuk mencari sekretaris baru untuknya, pasalnya ia ingi Gerald lebih fokus pada masalah Luca.


"Perkenalkan tuan, nama saya Micel." Perempuan itu tersenyum sembari mengulurkan tangan.


"Galaxi, antar dia ke tempatnya." Ujar Galang tanpa merespon sedikitpun Micel.


"Njjriiiiit ni bos, dia pikir gue sampah di anterin ke tempatnya. Untung ganteng." Umpat Micel di dalam hatinya.


Galaxi segera menggiring Micel keluar sesuai perintah kakaknya.


"Kak, gue masih bisa jadi sekretaris." Ucap Gerald.


"Kita sudah membicarakan ini, gue mau lo fokus sama masalah ini tanpa memikirkan hal lain."


Mendengar keputusan kakaknya, Gerald tidak bisa berbuat apapun. Mereka memang sudah berdiskusi masalah ini, tapi Gerald merasa ragu jika ada orang lain yang mendampingi kakaknya. Hanya dia yang mampu mengimbangi Galang dan memahami pemikirannya.


Di sisi lain, Luca sedang duduk di angkringan menyeruput teh yang ia beli. Dia sudah kehausan berjalan cukup jauh tadi, bahkan taxi yang ia pesan belum juga tiba.


"Mbak Luca ya?" Tanya lelaki paruh baya dengan tubuh yang pendek dan rambut setengah botak yang baru turun dari mobil taxi.


Luca mengangguk dan masuk ke dalam mobil, ia berencana untuk pergi ke kantor menemui Galang.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama karena macet, akhirnya ia tiba di perusahaan itu. segera ia turun dari mobil dan memasuk gedung tinggi di depannya.


Para karyawan memberi hormat saat Luca melewati mereka, tentu mereka tau bahwa Luca adalah putri tunggal dari perusahaan COMPANY dan merupakan keponakan presedir GALAXTION.


"Ehhh, anak kecil kenapa main di sini?" Ucap perempuan itu pada Luca.


Luca menatapnya dari atas sampai bawah,dia belum pernah melihat orang ini. "Tante, gue mau ketemu Galang." Ucap Luca sinis.


"Lo pikir gue tante-tante, tuan Galang sibuk."


"Biar gue liat dia sesibuk apa." Ucap Luca tetap melangkahkan kaki.


Tapi perempuan itu malah mencekal lengan Luca." Anak kecil bandel banget ya." Ucapnya memarahi Luca.


Luca mendorong perempuan itu hingga tubuhnya menubruk dinding. "Lo mau mati?"


"Auuuhh, dasar berandalan." Perempuan itu mengumpat Luca.


"Ada apa ini." Tanya Galaxi melihat keributan.


"Gue mau ketemu Galang." Ketus Luca.


"Dia memaksa masuk pak." Ujar perempuan itu.


"Siapa dia?" Tanya Luca.


"Dia sekretaris barunya Galang." Jawab Galaxi memberitahu.


Luca memandang sinis perempuan itu dan berlalu meninggalkan mereka.


Perempuan itu masih kebingungan, kenapa gadis itu dengan mudahnya masuk ke ruangan Galang?


"Dia keponakan saya." Galaxi ikut pergi meninggalkan Micel.


Micel kaget mengetahui bahwa gadis itu adalah ponakan tuan Galang, bagaimana jika dia di pecat karena gadis itu mengadukan perbuatan dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


Nih author udah double up sesuai kemauan kalian, awas aja gak banyak like sama komentar... author udah capek ngetiknya πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ™