
Cklek... tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka menampilkan seorang pemuda tampan nan gagah sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Pria itu tak merasa takut atau kaget saat mendapati si pemiliki apartemen sedang menatapnya tajam. Pria dandy itu justru tampak santai berjalan menuju dapur dimana sang pemilik apartemen berada.
Diambilnya gelas yang telah dipakai si pemilik apartemen dan mengisinya dengan air dingin lalu menyodorkannya lagi pada si pemilik apartemen yang sepertinya masih sangat kesal dan marah. Si pemilik apartemen yang tak lain adalah sasa itu pun segera menenggak habis air dingin dalam gelas itu.
Tambah lagi airnya... tanya pemuda tampan itu santai. Sasa menggeleng untuk menolak. Ia sedang mengatur nafasnya. Si pemuda yang tak lain adalah Dani pun segera mengangkat bahunya acuh, ia lalu menuangkan air dingin ke gelas bekas sasa dan menenggaknya kandas, setelahnya ia cuci di wastafel dan meletakkan gelas itu di tempat penirisan.
Hhhh... sasa menghela nafas.
Kapan dateng...tanyanya lalu bersandar pada meja dapur sambil memperhatikan dani yang menginspeksi isi kulkas sasa.
2 jam lalu...sahutnya
Kenapa gak bilang... tanyanya lalu beranjak menuju kamar mandi. Gadis itu butuh membersihkan dirinya terutama bibirnya.
Lupa...sahut dani cuek
Sa, gue laper kita masak, makan diluar atau Delivery?.. tanya Dani yang menghampiri Sasa yang sedang menggosok giginya dikamar mandi dengan pintu yang masih terbuka.
Glukglukgluk...puih.... sasa berkumur dan membersihkan sisah gosok giginya, lalu melirik Dani yang bersandar di samping pintu kamar mandi sambil memegang hpnya.
Delivery aja... sahutnya.
Ok... ucap Dani lalu berjalan menuju ruang TV.
Sasa pun menutup pintu kamar mandi dan benar-benar membersihkan dirinya.
****
Hallo... ucap Dani pada seseorang diseberang telepon
Hallo, udah sampe...tanya Luca diseberang telepon, mereka sedang Video Call.
mmm.....sahut dani santai.
Sasa mana? tanya Luca
Biasalah mandi.... ucapnya
oo..... sahut Luca
Tak lama Sasa datang menghampiri dengan Kaos bigsize dan celana pendek.
Hallo sayang.... sapa Luca
Kamu ngomong sama siapa? siapa yang kamu panggil sayang?? ujar seseorang yang tiba-tiba sudah merebut hp luca dengan cemburu yang membabi buta.
Sasa dan Dani sontak memebelalak.
Mr. Pedophil... pekik mereka.
Oh..... kalian rupanya... ucap Lingga lalu dengan nyengir menyerahkan kembali hape itu pada luca yang sudah menatapnya tajam bagai sedang menembakan laser.
Wuih... hebat juga tuh bangkotan bisa nemuin lo ?? ujar sasa
Trus apa kabar lo yang sekarang bahkan bertetangga dengan Mr. Stalker lo itu... sindir Dani.
Kok tahu... ujar Sasa sontak menoleh. Dani kembali memutar kepala wanita cantik itu kedepan dan melanjutkan kegiatannya mengeringkan rambut sasa.
Ga sengaja liat, pas gue ngambil delivery orderan kita...ucap dani santai
Tapi kayaknya dia lagi kesakitan deh, jalannya sampe aneh gitu... lanjut Dani.
Lo apain emangnya ... tanya Dani curiga.
Gak ada, cuma gue tendang "ANU" nya... ucap sasa cuek dan mulai memakan spagetinya.
Lingga segera menutup Anunya dengan Bantal disampingnya saat mencuri dengar ucapan Sasa, Luca melirik lingga heran.
Hhh..... emang lo diapain sampe segitunya... tanya Luca setelah mengacuhkan gelagat aneh Lingga
Dia seenak jidatnya nyium gue.... ucap Sasa kesal sambil masih melahap makanannya. Dani menghentikan aktivitasnya dan kini duduk tepat disamping Sasa.
Dani menatap Sasa lekat. Sasa yang merasa heran dengan pandangan mata Dani pun menoleh.
Apaan?? tanya Sasa
Enggak, cuma mau tahu aja, gimana rasanya di cium sama Stalker lo.... ejek dani yang berusaha menahan tawanya, Dani tahu sasa itu selalu memimpikan hal romantis, layaknya princess didalam dongeng Disney, ia ingi ciuman pertamanya penuh keromantisan tapi sepertinya jelas tidak seperti itu. Kalau tidak mana mungkin gadis cantik itu tampak murka sejak ia pulang tadi
SEPET!!!.... ucap Sasa kesal
Hwahahahhahaha🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sontak Dani dan Luca langsung tertawa terbahak - bahak, belum lagi Sasa yang kini sedang memukuli Dani yang terus menertawainya.