LUCA

LUCA
EPISODE 160



Bahkan aku sudah jatuh sebelum mengejar mu.


~Juan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Juan melihat gadis di dalam matanya sedang melangkah menuju pintu gerbang, entah mengapa senyum manis itu timbul di wajahnya hanya dengan menatap dia dari belakang.


Juan melangkah hendak menghampiri gadis itu, ia berniat mengejarnya karena ia terlihat sendiri.


"Hay."


Gadis itu berhenti di samping mobil dan sosok lelaki yang membuka kaca mobil itu menyapanya.


Luca tidak pernah tersenyum sehangat itu kepada orang lain, tapi kepada lelaki ini dia begitu tulus.


Tentu usia yang terpaut jauh di antara mereka membuat Juan sama sekali tidak berfikir bahwa lelaki itu adalah kekasihnya, tapi siapa lelaki ini?


Apa dia ayah Luca?


Tapi setau Juan ayahnya sedang berada di luar negri, jadi apa dia salah satu kerabatnya?


"Galang lama banget." Ujar Luca mengeluh karena sudah menunggu lama.


Juan menghentikan langkahnya, mendengar sapaan yang sangat akrab dan senyum di antara mereka membuatnya ragu. Ia belum tau benar hubungan mereka, tapi kenapa hatinya begitu perih?


Apa dia sudah merasakan sedalam ini?


Melihat gadis itu tersenyum dengan lelaki lain, melihatnya pulang dan semobil dengan lelaki lain. Dia sangat iri, sedangkan dirinya hanya pernah membonceng gadis itu sekali.


"Bang ngapain?" Tanya Sandra mengagetkan Juan yang sedang menatap mereka.


"Gak ada." Jawab Juan langsung mengalihkan pandangannya.


Sandra mencari sesuatu yang menjadi pusat perhatian Juan, tapi dia tidak menemukannya karena Luca dan Galang sudah pergi dari sana.


"Muka lo asem banget bang, abis liat pacar selingkuh ya?" Tanya Sandra asal.


"Iya, selingkuh sama gendurwo." Ketus Juan kemudia meninggalkan adik sepupunya sendiri.


"Dih, ketus banget."


"Bang mau nummpang pulang ya.."Teriak Sandra.


"Jalan kaki." Jawab Juan tanpa berbalik dan tetap melangkah menjauhi gadis itu.


Dan Juan malas meladeni itu.


Saat Juan membelah jalanan menggunakan motornya, ia berhenti di salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli pesanan ibunya.


Tanpa di duga di sana ia malah melihat Luca bersama lelaki itu tadi, Juan langsung sembunyi agar tidak bertemu dengan mereka.


Dia juga tidak tau apa yang tengah ia lakukan, tapi ia seperti tidak siap bertemu Luca sekarang.


"Mau beli ini aja?" Tanya Galang sembari menatap Luca.


"Iya, kalau kurang tinggal nyuruh Gior." Ucap Luca.


"Iya deh yang kesayangannya om Gior." Ledek Galang pada gadis itu.


"Ish apasih, lo sendiri gak mau di panggil om."


Galang mengusap lembut kepala Luca.


Sedangkan Juan malah dengan setia melihat adegan itu sampai mereka berdua pergi dari sana, bodoh banget kan?


"Kayaknya mereka bukan cuman kerabat deh." Juan keluar dari persembunyiannya, ia masih terus menatap sisa bayngan mereka berdua yang sudah lenyap.


"Gak, gue gak mungkin suka sama dia. Dan terserah dia siapapun buat Luca, itu bukan urusan gue." Putusnya pada dirinya sendiri.


Mungkin semua perkataan dirinya untuk menenangkan sakit di hati, atau untuk mencegahnya merasakan hal yang lebih perih nanti.


Ia berusaha mengendalikan hatinya, ia terus menanamkan pemikiran itu, ini semua untuk kebaikan dirinya.


Padahal tidak akan ada siapapun yang mampu mengendalikan hati, ia akan merasakan hal apapun sendiri. Tanpa di perintah, tanpa mau di larang.


Inilah cinta, Kau bisa menyadari ketika dia datang. Tapi kamu tidak akan bisa menyuruhnya pergi, ia datang dan pergi sesuai kehendaknya sendiri.


.


.


.


.


.


Yuk seperti biasa like dan komen kalian guysss๐Ÿ™๐Ÿ™