
Seharian Luca tak bosan mengunjungi museum-museum dan bangun bersejarah di sana, hingga membuat Max & Marrie menyesal mengajak Luca, mereka lupa kalau Luca itu seorang Kutu Buku Akut.
Luca...kita istirahat dulu ya...aku capek...rengek Marie yang sudah saling bersandar dengan Max
hm?? Luca menoleh.
Mm yaudah kalau kalian capek, kalian bisa refresing dulu, kita pisah aja, aku masih gak bisa menahan diri. Sampai ketemu di Mess..ucap Luca lalu bersiap pergi.
Eh ...istirahat dulu bentar. Gak sakit apa itu kaki...ujar Max.
Luca melihat kakinya, jujur memang agak pegal, tapi sejak tadi ia tak ingat kalau saja Max tak menyinggung hal itu.
Luca menggeleng.
I'm okay...ucapnya sambil tersenyum manis lalu pergi begitu saja.
Max dan Marrie menyerah. Akhirnya mereka setuju berpisah. Kini Max dan Marrie menikmati waktu mereka sebagai turis.
Tak lama Max mendapat telpon dari Lingga menanyakan keberadaan Luca, karna ia tak berani menghubungi Luca sedangkan ia sangat rindu dan khawathir padanya.
Max pun memberitahu Lingga dimana mereka sekarang, dan Luca yang berpisah dengan mereka. mendengar hal itu sontak membuat Lingga panik, segala fikiran buruk kalau Luca-nya akan pergi lagi membuatnya panik dan menggila.
Stuart siapkan jet pribadiku...ucap Lingga
Mau kemana tuan...tanya Stuart heran
Russia...ucapnya singkat.
Stuart terdiam, ia terpaksa harus kembali menyusun schedule Lingga yang sudah pasti akan berantakan. Namun apalah daya Stuart hanya seorang bawahan.
Inggris
Dani baru saja memenangkan kasus perdata yang ditanganinya. Membuat namanya lagi-lagi diperhitungkan. Bahkan ia dianggap sebagai Kuda Hitam di Firma hukum yang menaunginya. Tak sedikit klien yang memintanya menjadi pengacaranya.
Jika dihadapan Luca dan Sasa, Dani adalah sosok sahabat yang pengertian dan selalu mengalah tapi saat ia berada di meja hijau, dia adalah seorang Pengacara Bengis yang menakutkan.
Bagaimana Mr. Dani, apa anda sudah memikirkan tawaran saya untuk menjadi pengacara pribadi klan kami... Tanya Tuan Romanov, mafia asal russia yang berniat menjadikan Pengacara bengis berdarah dingin dan sangat profesional macam Dani menjadi pengacara pribadi klan-nya.
Maaf aku menolaknya... ucap Dani tanpa rasa takut. Ya Dani memang seorang pengacara komersil, ia tak memilah kliennya, seorang pengacara harus bisa mendampingi siapapun kliennya tidak perduli kliennya itu pelaku atau pun korban. Namun bukan berarti Dani sudi menjadi "Anjing Penjaga" untuk kelompok Mafia.
Klan Romanov memang menakutkan, tapi mereka tidak lebih menakutkan dari ujung high heels yang selalu dipakai Sasa, dan Tidak lebih menyakitkan dari pada Lidah tajam Luca.
Jika ia harus memilih mana yang lebih menyeramkan tentu saja ia akan dengan percaya diri menyebut kedua nama sahabat yang sangat ia cintai itu.
Bukankah Sahabat itu Musuh Paling menakutkan?! Ia memang selalu ada untukmu, bukan hanya untuk mendukung dan menopang-mu tapi juga untuk menghujat, menghakimi dan membuatmu sadar akan segala keburukanmu., namun mereka tak kan pernah meninggalkanmu sekali pun menyuruhnya menjauh.
Sasa dan Luca adalah contoh sahabat yang seperti itu bagi Dani.
Anda berani menolak saya... ucap Romanov yang tampak tak senang.
Benar, saya menolak tawaran anda...ucap Dani cuek ia bahkan masih memangku kakinya. Tatapannya masih dingin dan datar.
Hahahahaha..... berani sekali kau Mr. Dani...ucap Romanov.
Hentikan tawa jelekmu itu Romanov, kau membuat pengunjung lain tidak nyaman karenamu.... ucap Dani cuek.
Romanov menghentikan tawanya, Ya Dani memang satu-satunya orang yang tak takut saat mendengar nama Romanov, seolah itu bukanlah apa-apa baginya.
hhh.... mati ditangamu... ucap Dani seraya menghela nafas.
Hmmm mungkin itu lebih baik dari pada harus mati ditangan mereka... ucap Dani cuek lalu mengangkat tangannya untuk meminta Romanov berhenti bicara karna ia harus mengangkat telpon penting dari seseorang diseberang telpon.
Hallo,...kapan ???.... hmm okay... ..mmmm, sampai ketemu nanti... mmm... bye...ucap Dani.
hhh dani menghela nafas lelah. lalu mematikan hp nya, ia memasukan ke dalam jasnya.
Kekasihmu... tanya Romanov
Dani menggeleng
Duniaku.... sahutnya tanpa takut.
Apa kau tak takut aku menghancurkannya.... ancam Romanov.
Dani melihat jamnya, lalu menatap tajam Romanov, tak ada lagi senyum datar disana, hanya ada seringai iblis diwajah tampan yang selama ini selalu bersahaja.
Kau mengancamku Romanov Junior.... ucap Dani mengintimidasi.
Romanov mengangkat bahunya acuh.
Dani menyeringai, Romanov sang Mafia yang menakutkan itu merinding dan terintimidasi.
Lakukan saja, Sakiti mereka, dan ku pastikan Klan Romanov akan berakhir di generasimu.... jangan memancing Amarahku Romanov Junior, karna saat itu kau lakukan, kau takkan berani menghitung berapa banyak luka dan kesakitan yang akan kuberikan padamu, bahkan memohon untuk mempercepat kematianmu pun kau tak akan sanggup..... ucap Dani
Romanov terdiam, saat ia ingin membalas setiap ucapannya tiba ia membaca pesan yang dikirimkan Dani ke Hpnya, matanya membulat ia ketakutan, tak hanya bukti kejahatan, korupsi, narkoba, bahkan daftar data keluarga yang ia rahasiakan, dan seluruh seluk beluk keluarganya ada disana.
Kau.... pekik Romanov dengan rahang mengeras.
SUDAH KUBILANG KECILKAN SUARAMU ROMANOV JUNIOR.... pekik Dani
Selagi aku masih baik, duduklah ditempatmu, jangan buat aku mengulangi kata-kataku Romanov... ucap Dani datar.
Romanov terdiam, pria dihadapannya tampak sedang sangat marah padanya.
hhhh...Dani menghela nafasnya.
Kaget....??? bukankah sudah kubilang jangan mengusikku... aku bersedia menangani kasus-mu karna kau meminta bantuanku sebagai pengacara bukan sebagai ANJING PENJAGA mu.... ucap Dani sarkas.
Mereka penting untukmu bukan,?? begitu pun denganku?? kau marah aku mengancammu dengan keluargamu?? lalu kenapa kau berfikir aku akan mengalah dan diam saja saat kau mengancam akan menghancurkan Duniaku Romanov?? Aku memang kuliah dengan beasiswa, aku memang hanya seorang pengacara komersil, tapi itu tidak lantas membuatmu punya hak untuk menindasku...KAU BERHADAPAN DENGAN ORANG YANG SALAH ROMANOV JUNIOR.... ucap Dani memperingatkan lalu ia bangkit dari duduknya, merapihkan jasnya. Dani meliriknya tajam lalu, ia pun berjalan pergi dengan angkuhnya dan memasuki mobil sport Biru nya dan kemudian pergi meninggalkan restoran itu.
Romanov menelan Ludahnya kasar, sejak dulu semasa kuliah memang hanya Dani yang mampu membuatnya merinding ketakutan.
Tuan.... ucap sekertarisnya.
Lepaskan dia, jangan mengusiknya...ucap Romanov dengan nafas tersenggal.
Tapi Tuan, Dia... ucap Sekertarisnya..
Aku bilang jangan menyentuhnya, apa kau ingin Klan kita hancur.... pekiknya marah.
Ya, Dani tak pernah main-main dengan kata-katanya dan ia sangat mengetahui itu.