LUCA

LUCA
Sejak Kapan?....... Ya Sejak dulu.



Jam makan siang, Lingga sengaja mendatangi Luca yang sedang makan siang dengan rekan sejawatnya.


Sayang... ucap Lingga lalu duduk di samping Luca. Luca menatap tajam Lingga. Para rekan sejawat mereka terkejut. Terutama Max dan Marie, bahkan mereka sampai terbatuk batuk.


Maaf Mr. Lingga, sebenarnya kalian punya hubungan apa? tanya Jesica yang segera diangguki Max dan Marie dengan cepat.


Hubungan??? ah.... kenalkan saya Lingga Kendrick tunangan dari Luca Hanaya.... ucap Lingga dengan senyumnya.


Amnesia?, mantan tunangan kali....ucap Luca kesal, seenaknya saja Lingga melabeli dirinya.


Aku gak pernah memutuskan pertunangan kita sayang...ucap Lingga lalu mengangkat tangan luca yang sedang memegang garpu dengan sosis di ujungnya lalu memakannya.


Sejak kapan gue masih jadi tunangan anda.?..ucap Luca dengan kening Luca berkerut.


Ya, sejak dulu lah, kamu-nya aja yang nakal, pake menghilang segala.... ucap Lingga lalu mengambil hp Luca dan menyimpan nomornya. Sedangkan Luca, ia malas berdebat dan melanjutkan makan siangnya tak perduli dengan rekan sejawat yang masih shock.


Lingga sengaja menyimpan nama dirinya di hape Luca dengan sebutan "Husband❤️". dan Lingga menyimpan nama Luca dengan sebutan "My Fierce Wife😘". Luca melirik yang dilakukan., keningnya berkerut, ia pun ingin mengambil hapenya dari Lingga namun Lingga mengangkat hape luca tinggi-tinggi.


Jangan diganti, atau aku gak akan segen-segen maksa nikahin kamu sekarang, detik ini juga...ancamnya. Luca mendengus kesal, luca mengalah. Atau lebih tepatnya malas meladeni.


Lingga tersenyum.


Aku gak akan pernah biarin kamu ilang lagi.... batin Lingga, ia berjanji dalam hatinya.


Tiba-tiba mata indah Luca menatap berita yang menampilkan berita Lingga dengan beberapa model cantik.


Bahkan para rekan sejawatnya pun menantikan reaksi Luca, si ice princess, tapi sayang, luca, gadis itu terlihat begitu cuek dan tenang.


Luca meneguk orange juice-nya. lalu menatap datar pada Lingga. Lingga menelan ludahnya, ia terintimidasi oleh luca seperti 6 tahun lalu.


Saya gak perduli dengan siapa anda berhubungan, atau bahkan dengan seenaknya anda berkata masih menjadi tunangan saya, satu hal yang saya minta, pastikan MAINAN-mu itu, tidak pernah muncul dihadapanku, karna jika sampai itu terjadi, percayalah aku takkan segan-segan menikahkan-mu dengan Max... ucap Luca seraya merebut hapenya dan berlalu melewati Lingga yang bergidik ngeri saat tiba-tiba Max yang duduk dihadapannya meniupkan ciuman-nya.


Lingga sontak berdiri lalu mengejar langkah Luca, diikuti stuart. Saat didepan pintu kerja, Luca segera membanting keras pintunya dan membuat hidung Lingga terbentur.


Akhh...sakit....ringisnya.


Stuart shock, ia sudah was-was takut kalau-kalau Lingga mengamuk dan melukai Luca, namun perkiraannya salah. Lingga membuka pintu ruang kerja luca pelan, dilihatnya luca sudah duduk dimejanya dan fokus merancang.


Ia memberanikan diri mendekat.


Jangan marah, kamu tahu aku paling takut kalau kamu marah dan membenciku.... ucap Lingga, ia sudah tak perduli kalau pun orang-orang menganggapnya bucin, ia gak keberatan. Gak papa bucin, asal itu untuk Luca bukan yang lain.


Cup... L.ingga mengecup kening kiri atas luca tanpa menyentuhnya.


Nanti, aku jemput, jangan lari atau aku akan pindah dan tinggal seatap denganmu....ingat angkat teleponku, dan jangan abaikan pesanku.... ucap Lingga memperingatkan.


Ya, untuk yang satu itu Lingga memang tidak mau mengalah. Lalu Lingga benar-benar pergi. Luca tak menoleh dan tetap fokus pada pekerjaannya, Baginya yang dikatakan Lingga hanya angin lalu.


Stuart, segera singkirkan semua berita-ku dengan para model itu, dan deportasi para model itu ketempat yang tak bisa dilihat tunanganku... aku tak mau kehilangannya lagi, apa lagi karna salah paham dan gosip tak bermutu itu.... ucap Lingga dingin, kali ini ia akan benar-benar membuat Luca tetap disampingnya kalau pun ia harus mengikat Luca, ia akan melakukannya, yang penting Luca tetap bersamanya.