LUCA

LUCA
EPISODE 62



Pemenang harus selalu selangkah lebih awal.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ini adalaha hari pertama bagi Elen ke sekolah dengan perubahannya. Ia sanagat gugup saat turun dari mobil tadi, apalagi saat dia di tatap oleh teman sekolahnya yang merasa heran. Segera Elen berlari menuju kelas untuk menghindari mereka.


Rupanya perubahan yang dia lakukan tidak semudah seperti yang ia pikirkan, dia sangat malu dan takut terlihat aneh.


"Itu Elen? Cantik juga dia." Seru seorang teman kelas lelakinya.


"Yaelah, itu juga pasti karena si Luca." Ucap perempuan di samping Lelaki yang memuji Elen.


"Bener banget, tanpa Luca dia mah bisa apa." Jawab satunya lagi.


"Tapi tetep Luca yang paling cantik di sekolah ini."


"Mungkin dia mau nyaingin Luca, tapi gak ngaca dulu."


Suara mereka terus saja mencela Elen, Elen berusaha diam dan tidak memperdulikannya. Padahal dia sudah ingin menangis karena kesal dan malu. Dia melakukan ini sama sekali bukan untuk menyaingi LUca, untuk apa ia bersaing dengan sahabatnya sendiri?


Melihat kedatangan Luca, mereka yang bergosip langsung menghentikan pembicaraannya.


"Lo kenapa?" Tanya Luca melihat wajah Elen yang terus menunduk.


Elen hanya menggelen pelan, ia membuka matanya selebar mungkin agar tidak ada air mata yang jatuh.


Luca duduk di samping Elen dan terus memandangnya. "Leher lo patah?" Tanya Luca.


"Iiihh bukan gitu, gue malu." Ucap Elen.


"Emang lo abis nyuri?"


"Hah?" Elen tampak bingung.


"Kalo lo gak nyuri, ya gak usah malu."


Elen hanya diam tanpa menjawab ucapan Luca, Luca tidak tau saja bahwa dirinya tadisudah menjadi bahan perbincangan.


"Siapa yang ngomongin lo? Lo kasih tau entar gue hajar." Luca sengaja menyaringkan suaranya, ia sepertinya mengerti kenapa Elen bersikap seperti ini.


Sekolompok orang yang tadi membicarakan Elen ketakutan, mereka taku jika Elen memberitahu Luca. Luca pasti akan menghajar mereka habis-habisan.


"Gak ada, gue cuman malu aja." Jawab Elen berbohong, dia tidak mau membuat Luca marah dan menghajar orang yang sudah membicarakannya. Jangan sampai dia masuk ke ruang kepala gara-gara masalah kecil ini.


Karena Elen tidak memberitahu, Luca rasa ini bukan masalah besar. Jadi dia hanya diam tanpa bertanya lagi.


Jam pelajaran berlangsung dengan cepat, hari ini sekolah mengadakan rapat dadakan sehingga memulangkan mereka. Tentu ini adalah hal yang sangat menyenangkan bagi seorang murid, mereka menyambut hal itu dengan suka cita.


"Lo pulang sama gue ya." Elen menawarkan tumpangan.


"Lo duluan aja, gue bentar lagi di jemput kok."


Mendengar hal itu, Elen masuk ke mobilnya sembari melambaikan tangan.


Baiklah, sebentar lagi akan di mulai.


Luca membelah jalan, ia berbelok ke arah gang sempit tempa ia terluka saat bertarung melawan lelaki bayaran Venya. Sebenarnya ia tidak menghubungi Galang untuk menjemputnya, tentu Galang tidak akan tau bahwa dirinya pulang lebih awal.


Dia ke sini memiliki tujuan, ia bersenandung kecil saat melewati gang itu. Tentu Luca sangat tau bahwa seseorang itu kembali mengikutinya lagi, Luca langsung berbalik dan memergoki sesorang di belakangnya.


"Siapa lo?" Tanya Luca tenang.


"Hahaha, lo pinter juga." Puji lelaki memai topi dan masker hitam itu.


Lelaki itu mundur dan Luca langsung melempar belatinya mengenai lengan orang itu. Pria itu tetap kabur meski tangannya sudah di lukai oleh Luca.


Luca beralari mengambil belatinya yang terjatuh di jalan dan menatap ke arah orang tersebut lari.


"Dia pasti punya lasan ngikutin gue, gak mungkin karena takut dia kabur. Siapa yang mengirimnya?" Luca mengabil tisu dan membersihkan belati yang penuh darah itu. Seharusnya ia langsung melempar ke arah jantungnya agar orang itu tewas.


Luca memutuskan pergi dari sana, orang itu tidak mungkin mengikutinya hari ini. Otaknya tidak bisa berhenti berfikir dan menerka siapa di balik semua ini.


Seseorang yang mengikutinya pasti sudah mempersiapkan dengan matang dan tidak mungkin kabur bahkan sebelum Luca melakukan hal apapun. Pasti ada siasat besar di balik ini, pasti orang itu bukan bertujuan menghajarnya, melainkan ingin terus menerus mengawasinya.


.


.


.


.


.


.


Waduhh gimana nihh?


Kira-kira Luca bisa gak ya mengetahui orang di balik semua ini?


berikan like dan komen kalian..πŸ™πŸ™πŸ™