
Pagi itu seperti biasa dihari weekend nya Luca akan pergi ke Gym yang ada di gedung apartemennya.
Luca menunggu Lift datang tanpa melihat ada seseorang yang sejak tadi menunggunya keluar dari unit apartemennya. Ya siapa lagi kalau bukan Lingga.
Tanpa melihat kebelakang Luca masuk kedalam lift dan sibuk dengan HP nya. Tak lama lift yang ditumpanginya tiba di Lantai 1 tempat Gym center berada.
Morning Luca...sapa seorang receptionist di Gym tersebut.
Morning Dave... sapa Luca tersenyum tipis.
Wow, you are not alone today. Who is this handsome guy??? tanya Dave. Luca mengernyit ia menoleh dan menemukan Lingga sudah tersenyum dengan manis padanya.
(Wow, kau tak sendiri hari ini. Siapa pria tampan ini? tanya dave)
Hai, i'm Lingga, Luca Fiance ... ucap Lingga saat melihat Luca justru segera berlalu pergi saat melihatnya.
(Hai, Aku Lingga, Tunangan Luca... ucap Lingga)
Ow... congratulation... you've got the diamond in your hand, you need more to care of her or ....see, many guy put their eyes on her... ucap Ucap Dave memperingatkan.
(ow, selamat ya... kau sudah memiliki berlian di tanganmu dan itu artinya kau harus lebih menjaganya, Lihatlah ada banyak laki-laki yang mengincarnya..ucap dave memperingatkan)
Mendengar itu Lingga segera bergegas mengikuti Luca. Luca melakukan treadmill, lingga menemani disampingnya. 30 menit treadmill dengan kecepatan sedang tak membuat luca terengah-engah. Setelah selesai Luca duduk dan minum air, sedangkan lingga beralih pada alat berat.
Tak sedikit wanita muda yang mendekatinya, apalagi Lingga cukup terkenal dikalangan para sosialita cantik pecinta pria tampan dan uang. Setelah cukup beristirahat Luca berlalu meninggalkan Lingga dengan para fansnya. Kali ini Luca memilih berenang, hal yang memang sudah jadi hobinya.
Lingga pun menyadari luca menghilang, ia pun kecarian. Betapa terkejutnya ia saat menuju ruang kolam berenang Lingga menemukan Luca berjalan kearahnya dengan hanya mengenakan Pakaian renang yang bagi banyak wanita sangat sopan namun dimata seorang lingga begitu sexy.
Luca bersiap setelah pemanasan tak lama Luca sudah meluncur di air dengan gaya bebasnya. Tak sedikit mata pemuda menatapnya lapar, begitu juga dengan Lingga. Menyadari hal itu Lingga benar-benar marah dengan para lelaki yang menatap lapar pada calon ratunya itu.
Melihat itu Lingga segera membalut Luca dengan Juba handuk saat Luca selesai berenang.
Luca terkejut karna tiba-tiba Lingga mendekap Luca dan membalutnya dengan Handuk. Luca heran dengan tindakan Lingga. Lalu saat melihat ekspresi kesal Lingga yang menatap kesal dan marah pada sekitarnya membuat Luca sadar, kalau banyak mata keranjang yang menatapnya lapar.
Thanks... ucap Luca lembut. Lingga pun menatapnya lama, ia tersenyum lalu mengangguk.
Hey dude...what are you doing...protes seorang pemuda
(hey bung.... apa yang kau lakukan?..protes seorang pemuda)
Me?? i just hug my fiance, something wrong with that?!....ucap Lingga santai.
(Aku?? Aku hanya memeluk tunanganku, apa ada yang salah dengan itu...ucap lingga santai)
Fiance??!!! hey dude, don't make it up, how could she be your fiancé?!... We never saw you before...ucap pemuda itu tak percaya.
(tunangan??!!! hey bung, jangan ngarang lo, mana mungkin dia tunangan lo. lagi pula kami juga gak pernah liat lo sebelumnya disini... ucap pemuda itu tak percaya)
You can ask her,...ucap lingga menantang dengan sengaja. sambil menoleh pada Luca yang sedang mengeringkan rambutnya. Lingga menunggu jawaban Luca.
He already say it... sahut Luca kemudian berlalu menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sebelum kembali ke unit apartemennya.
Lingga tersenyum saat melihat tatapan tak percaya mereka. Lingga pun menunggui Luca, lalu setelahnya mengikuti Luca ke unit apartemennya.
Mau sampai kapan kamu mengikutiku... tanya luca
Ah aku belum bilang ya,.. aku pindah kesini...lebih tepatnya sekarang aku bertetangga denganmu... ucap lingga percaya diri.
Luca hanya bisa menghela nafas berat lalu masuk ke unit apartemennya begitu keluar dari lift.
Ya. Lingga mengikuti jejak nekat Jordan, dengan pindah tepat didepan unit apartemen Luca, atay lebih tepatnya memaksa penghuni terdahulu untuk pindah ke unit lain.
Sayang aku gak akan biarin kamu lari dariku lagi... gumam Lingga sambil tersenyum lalu ia pun masuk kedalam unit apartemennya.