LUCA

LUCA
Hanya status



Lingga mengantar Luca pulang ke kediaman Anggara, sepanjang jalan tak ada pembicaraan apapun.


Makasih sudah diantar, assalamualaikum... ucap Luca lalu turun tanpa menunggu.


Wa'alaikumsalam... ucap Lingga tak sempat menahan Luca.


Lingga pulang ke rumah orang tuanya. Ia masuk begitu saja mengabaikan kehadiran papa dan mamanya.


Tu anak kenapa lagi pa?? tanya mama


Papa juga gak tahu mah, kan papa seharian sama mama... ucap Luis pada istrinya


Lingga segera masuk kekamarnya dan ia pun mulai berendam.


Ia memejamkan matanya, masih terekam jelas dalam ingatannya sirat luka dimata Luca saat ia mengatakan akan pergi.


Awalnya Lingga berfikir Luca hanya bercanda saja, namun saat melihat sirat Luka dimata gadis itu membuatnya tak lagi meragukan ucapan Luca.


Namun justru membuatnya was was, karna gadis yang menjadi tunangannya ini akan pergi dan mungkin takkan kembali.


Lingga tak keberatan jika ia harus ikut dengan Luca menetap dinegri lain, namun yang jadi pertanyaan adalah apakah Luca menginginkan Lingga berada disisinya.


Melihat Luca yang tak segan untuk pergi, tak menutup kemungkinan gadis itu pun akan menghilang dari hadapannya jika ia tidak hati-hati dalam menjaganya.


****


Madrid.


Lingga terpaksa menggantikan papanya ke Madrid untuk mengurus perusahaannya. Tak jarang Lingga menghubungi jordan agar memantau Luca, karna sulit baginya mempercayai orang lain, ia takut jika orang lain tahu ia perduli dengan luca dan justru menjadikan luca sebagai kelemahannya hingga ia pun meminta Jordan alih alih meminta bantuan papanya karna ia memiliki gengsi yang begitu tinggi.


Namun hal ini justru membuat Jordan sedikit kewalahan, akibat ulah Sasa yang berfikir Jordan adalah stalkernya. Alhasil playboy macam Jordan mati kutu, malu dan hampir gila karna ulah narsis Sasa.


****


Hai son, bagaimana kabarmu?... tanya Luis yang saat ini sedang bermain catur dengan Luca yang ia culik dari sekolahnya hari ini.


Hilary sendiri sudah mempermak Sasa dan Dani sedemikian rupa dengan fashion dan make-up. Sasa tak keberatan karna ia memang tertarik dengan fashion sedangkan Dani, ia sudah berteriak histeris minta tolong, tapi tak ada yang mendengar, membuatnya hanya pasrah di jadikan Boneka.


I'm fine dad, how's mom?? tanya Lingga


Your mom.?!... .hehehe....she looks so happy today... ucap Luis sambil tersenyum melihat istrinya tampak begitu bahagia mengerjai Dani. Dahi Lingga sontak berkerut, ia heran. Namun ia tak mempertanyakan ucapan papanya.


Luca sontak melirik tajam Luis seolah ingin membunuhnya. namun dasar luis, laki-laki paruh baya super menyebalkan itu hanya nyengir kuda.


Lingga tak menjawab, tentu ia rindu tapi ia tak ingin mengakuinya, egonya terlalu besar untuk itu. Ia tak mau mengakui kalau hatinya sudah terjerat pemilik mata indah yang selalu hadir disetiap mimpinya.


Dan itu jugalah alasan Lingga memilih pergi ke madrid menggantikan tugas luis, semua karna ia tak ingin dengan bodohnya menjadi stalker tunangannya sendiri. Atau lebih parah, ia mungkin akan menculik Luca dan menyimpannya untuk dirinya sendiri.


Sungguh Lingga tak tahu apa yang terjadi, ia hanya tahu, jantungnya tak pernah baik-baik saja saat berdekatan dengan bocah SMA itu.


Honey.... ucap seorang perempuan memanggil Lingga.


Lingga...siapa itu? jangan macam-macam kamu... menantuku hanya Luca, jika kau berani menghianatinya, papa gak akan segan segan membunuhmu.... ucap Luis seketika berubah kejam


Sontak Hilary, sasa dan dani menghentikan aktifitas mereka saat mendengar teriakan marah dari Luis dengan seseorang ditelpon.


Pa, aku agak sibuk, maaf... aku matikan telponnya dulu... ucap Lingga tanpa mau menjelaskan.


Lingga.....pekik luis marah karna Lingga mematikan sambungan teleponnya


Luca... ucap Luis tak enak pada luca yang duduk dihadapannya saat ini.


Ia pikir luca sedih atau bahkan mungkin saja luca marah, siapa yang tidak, tapi luca berbeda. Tak secuil pun ada rasa marah dan cemburu untuk lingga darinya.


Skak mat... ucap Luca meletakkan bidak caturnya dan mengalahkan luis dalam pertandingan catur mereka yang kesekian kalinya.


Luca mendongak, ia tersenyum sinis. Luis masih diam ia menunggu Luca meluapkan marahnya, namun lagi-lagi ia salah.


Menantu pilihannya itu justru bangkit dari duduknya dan memakai tas ranselnya.


Game over... terimakasih untuk makan siang dan pertandingan membosankan ini... ucap luca lalu berpamitan yang segera diikuti sasa dan dani.


Luca...lingga...ucap Luis berusaha menjelaskan.


Luca menoleh.


Bukankah itu hanya status... ucap Luca datar lalu ia benar-benar berlalu.


Sasa dan dani hanya mengikuti langkah sahabatnya itu tanpa mau menoleh.