LUCA

LUCA
Memaafkan



Ruang Tamu


Saka hanya menatap sekilas Lingga. Lingga mengangguk sekedar menyapa calon kakak iparnya itu.


Ingat selalu angkat telponmu jika aku menghubungimu...ucap Samudera yang duduk diruang tamu tanpa menoleh dan sibuk dengan HPnya.


HHH.. selalu saja begitu, jelas-jelas perduli, haruskah setiap mahluk yang memiliki darah anggara itu selalu begitu menyebalkan hanya karena gengsi hinggga tak mau menunjukkan niat hati yang sebenarnya.... batin luca menggerutu.


Luca bukan lagi gadis belasan tahun yang sedikit suka merajuk... ia sudah dewasa, hei bukankah ia sudah terbiasa dengan sikap tak acuh dan pengabaian mereka.


Luca mengalah, Ia menyerahkan tas dan buku yang ia pegang pada Lingga begitu saja, Lingga menerimanya dengan senang hati, Luca berjalan perlahan mendekat pada samudera. Luca duduk disampinya lalu mendekap tubuh lelaki itu, dan mengecup pipinya, Luca memang benci dengan pengabaian yang ia dapatkan sejak kecil, namun tak bisa dipungkiri ia sangat mencintai dan menyayangi ke 5 kakaknya yang berbagi darah yang sama dengannya itu.


Maaf, pergi tanpa pamit... ucap Luca lirih, Samudera mengehela nafasnya, ia pun membalas pelukan si bungsu yang selalu ia rindukan itu, Sibungsu yang pintar dan tak pernah mengeluh itu.


Samudera mengecup pipi dan kening sang adik. Luca membiarkan Samudera mendekap dan mengecupnya lama. Setelahnya Samudera dan Luca pun berdiri. Tak butuh waktu lama untuk Amara & Anita yang segera berhambur memeluk sang adik, kedua wanita cantik itu tak mengatakkan apapun, mereka hanya saling melepas rindu, mereka cukup bersyukur sang adik masih mau pulang walau hanya sesaat, setidaknya melihat luca baik-baik saja itu sudah lebih cukup bagi mereka.


Tak lama Orion menghampiri sambil bicara dengan seseorang di  hapenya.


Kamu gak nginap... tanya Orion setelah mematikan sambungan hapenya.


Mm... besok atau lusa aku harus balik ke Russia ada job disana...sahut Luca tanpa mau lagi repot-repot menyembunyikan keberadaannya. Orion mengangguk lalu dengan santainya memabawa Luca kedalam pelukannya.


Hati Luca terasa diremas... Ia mengeratkan pelukannya pada Orion, laki-laki dengan senyum menyebalkan poto copy sang papi......Tak bisakah mereka seperti keluarga lain diluar sana, tak bisakah mereka jujur pada perasaan mereka, haruskah mereka berjauhan dulu hanya untuk saling memahami betapa mereka saling menyayangi satu sama lain.


Setelahnya Lingga membawa Luca Pulang, mengantarnya ke Hotel tempatnya menginap karna sejak tadi Dani terus rewel menghubungi Lingga agar segera mengantarkan Luca pulang, Dani benar-benar sudah seperti seoerang ayah yang mengakhawatirkan anak perawannya yang belum juga pulang sehabis berkencan.


Ruang Kerja Anggara.


Dasar anak brengsek, entah mirip siapa dirimu itu, kalau begitu ingin mencegahnya pergi, harusnya kamu lakukan.....ucap Sang Kakek kesal dengan putra semata wayangnya itu.


Aku mirip daddy, kalau daddy lupa... ucap Anggara masih menatap Luca yang masih diteras mansion mereka.


Apa kamu gak takut, si Kendrick Junior itu macam-macam dengan putri kesayanganmu...tambah Daddy Anggara memanasi.


Apa Daddy fikir Kendrick Junior itu bisa macam-macam dengan cucu kesayanganmu itu?? ...ucap Anggara membalikan kata-kata daddynya..membuat Kakek tua mendengus kesal dan meleparkan bantal sofa kearah putra semata wayangnya yang masih betah menatap keluar jendela.


Luca menoleh pada jendela kamar kerja Anggara, ia tahu lelaki itu sedang mengamatinya dari balik jendela yang kacanya tak bisa dilihat dari luar itu.


Dasar Tua Bangka menyebalkan... gumam Luca kesal lalu masuk kedalam mobil Lingga.


Ya.. Luca sudah berbaikan dengan Luka dihatinya... Waktu, dan kehidupan yang dilaluinya tanpa embel-embel Anggara membuatnya mulai belajar menerima dan memaafkan pengabaian yang ia terima sejak kecil. Hati kecil Luca membela mereka dengan mengatakan pada dirinya sendiri, setidaknya kedua orang tuanya tak pernah membuatnya kekurangan materi apa lagi melakukan kekerasan padanya, Ke-5 kakaknya yang tampak acuh diluar tapi sebenarnya selalu mengawasi dibelakangnya dan selalu melindunginya dalam diam. Malik & para pekerja di Manssion yang selalu memberinya perhatian dan kasih sayang, Sang Kakek yang selalu bisa menjadi tempatnya bercerita, juga ada Dani & Sasa yang selalu menemaninya entah dalam keadaan apapun, Ada Luis Kendrick, sang calon ayah mertua yang selalu menemaninya bertengkar. Ada Hillary Kendrick, Sang calon ibu mertua yang selalu memperlakukan Luca layaknya putri kandungnya. Dan ada si BUCIN Lingga Kendrick, tunangan Pedophil yang tak pernah memaksanya namun selalu menunggunya dengan setia tidak perduli dengan segala penolakan yang Luca berikan.