
Aku mencintaimu.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Setengah jam lagi gue tunggu di bawah." Ucap Galang yang menelfon Luca dari kamarnya.
"Mau kemana?" Tanya Luca.
"Tadi kan udah bilang kita mau jalan." Ucapnya langsung menututp telfon.
"Ni anak seenaknya banget." Gerutu Luca, ia juga tidak menyangka bahwa Galang benar-benar akan mengajaknya jalan malam , ia pikir Galang hanya tidak ingin dirinya bersama Edward.
"Noona, ini baju yang di kirimkan tuan." Pelayan wanita itu mengetuk pintu dari luar.
"Oh iya." Ucap Luca mengambil baju dan beberapa perhiasan juga, segera ia bersiap sebelum Galang berteriak memanggilnya nanti.
Ia menggunakan waktu kurang dari setengah jam dan sudah selesai bersiap, segera ia menuruni tangga untuk mencari lelaki itu.
"Waahh Luca cantik banget." Ucap Gior menganga melihat Luca yang menuruni tangga.
"Gak boleh ada yang liat." Ucap Galang menghalangi Gior. Gior langsung melotot ke arah Galang.
"Cuman liat dikit doang." Gerutu Gior.
Luca terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna biru dengan aksen yang pas di telinga dan lehernya, tak lupa gadis itu mengikat rambutnya dan meenyisakan sedikit di depan.
"Mau kemana sih kak?" Tanya Galaxi.
"Makan malem." Jawabnya sembari meraih tangan Luca.
"Kak kita gak di ajak?" Giliran Gerald yang bersuara.
"Lain kali." Galang menuntun Luca berjalan meninggalkan rumah itu.
"Tumben pakai sopir?" Tanya Luca, biasanya Galang hanya mau di temani salah satu dari ketiga adiknya.
"Malam ini doang." Ia tidak melepas tangan Luca sedetikpun, lelaki itu terus menggenggam tangannya.
Rupanya Galang mengajak Luca makan malam di tepi danau, dengan dekor yang ia siapkan sendiri.
"Selamat datang noona." Ucap salah satu pelayan memberikan bunga kepada Luca menyambut kedatangannya.
"Berlebihan gak sih?" Luca menatap seluruh dekorasi yang bernuansa putih di sertai semua bunga berwarna biru.
"Ini semua belum cukup." Ucapnya menatap Luca.
Mereka berdua duduk, datanglah para pelayan menyajikan makanan untuk mereka. Luca hanya tersenyum melihat perlakuan Galang, apa ini benar-benar berkencan?
"Maksudnya apa?"
"Maksudnya, lo gak boleh punya cowok lain." Ucap Galang mencium jemari Luca lembut.
"Lo bisa gak sih yang jelas kalo ngomong."
"Gak usah terlalu banyak mikir, gue udah pernah bilang ini belum waktunya. Lo percaya sama gue?" Galang menanyakan keyakinan Luca padanya, tentu saja Luca mengangguk. Ia mempercayai Galang lebih dari dirinya.
Galang menarik Luca untuk berdiri, ia memeluk pinggang gadis itu dan mencium keningnya. Dalam waktu yang bersamaan, bunga mawar jatuh menghujani mereka berdua.
"Galang." Lagi lagi Luca tidak bisa menghindari senyumnya.
"Liat Itu." Galang menunjuk langit dan kembang api menghiasi seluruh permukaan langit itu.
Luca terperangah melihat kembang api itu, baru kali ini dia menikmati kembang api semeriah itu setelah bertahu-tahun. Terdengar beberapa pengunjung danau itu juga bersorak melihat pertunjukan kembang api.
"Terimaksih." Ucapnya memeluk Galang, ia sangat di istemewakan olehnya.
"Lihat juga ini." Galang menunjuk ke arah danau, terlihat beberapa lampu membentuk namanya dan nama Galang. Saat itu juga banyak orang yang melepas lampion terbang.
"I love you Luca." Teriak mereka bersama saat melepas lampion itu.
Terdengar jelas di telinga gadis itu, setiap menit Galang berhasil membuatnya tersenyum malam ini. Ia sampai bingung bagaimana cara berterimakasih kali ini, Dirinya bahkan sudah menatap Galang dengan mata Berkaca-kaca.
Galang mendekati wajah gadis itudan menciumnya, kali ini dengan lembut, tidak se ganas saat dia marah. Ia sangat ingin mengatakan bahwa dia mencintai gadis ini, tapi sekuat hati ia menahannya. Karena dia selalu berkata ini belum waktunya, biarkan dia menunjukan perasaan tanpa mengucapnya.
Luca membalas ciuman itu, mereka saling berpagut mesra di tepi danau dengan semua lampion yang semakin menjauh di atasnya.
Ini adalah malam terindah bagi Luca, meskipun ini belum saatnya seperti yang Galang ucapkan. Tapi dia sudah merasa sangat bahagia, dia sangat ingin waktu berhenti saja,biarkan ia berada di dalam posisi ini tanpa perlu memikirkan hal lain. Ia menginginkan kebahagiaan ini selamanya.
.
.
.
.
.
.
Uwu-uwuan dulu ya gess, abis ini baru deh tantangan yang sebenarnya...
Yuk komen kalian,, likenya juga