
Ketika kau terluka, biarkan aku yang selalu ada.
๐น๐น๐น๐น๐น
Elen berpamitan untuk belanja sebentar kepada ibunya, setelah mendapatkan izin barulah ia pergi ke tempat yang di tuju.
Elen membeli beberapa buah dan susu sebagai simpanan di kulkas, tak lupa ia juga membeli cemilan kesukaannya.
Setelah merasa semua lengkap, barulah ia keluar dari mini market dengan belanjaan yang banyak.
"Aduh susah banget sih." Elen mengeluh karena berat. "Tau gini gue bawa mobil sendiri." Ucap Elen menyesal, ia tadi memang menaiki taxi karena ia tidak berpikir akan sebanyak ini belanjaannya.
Elen hendak memesan taxi lagi, tapi hpnya malah lowbat. Ia lupa mengecek batre ponselnya sebelum berangkat, habislah ia sekarang harus menunggu taxi lewat.
Setengah jam Elen menunggu tidak kunjung ada ojek ataupun taxi yang melintas, terpaksa ia sedikit jalan kaki siapa tau di depan ada.
"Nih supir taxi sama tukan ojek lagi demo kali ya." Serunya sembari kesusahan membawa barang setelah berjalan lumayan jauh.
"Hay neng." Sapa seseorang berpakaian bolong bolong.
Kelihatannya dia adalah preman, dan rupanya dia tidak sendiri, melaikan bertiga bersama temannya.
"Uang gue abis bang, nih udah buat belanja." Elen menunjukan belanjaan di tangannya.
"Masak sih cewek cantik gak punya duit." Ucap salah satu dari mereka yang berambut pirang.
"Hubungannya orang cantik sama banyak duit apa bang?" Tanya Elen polos, di saat seperti ini dia malah menanggapi ocehan preman itu.
"Banyak ba,,cot. Buruan bawa dia, lumayan bening begini." Ucap lelaki yang berambut ikal gondrong.
"Ehhh tunggu tunggu, gue mau di bawa pake apa bang? Mobil apa motor? Kalo pake motor entar dandanan gue rusak, gak cantik lagi deh."
"Tapi kita cuman punya motor neng, bonceng 4 bisa ya." Jawab lelaki botak dengan tubuh yang lebih pendel dari mereka.
"Gak model banget sih bang." Elen cemberut.
"Buruan bawa dia." Ujar si pirang lagi.
Mereka berdua memegangi lengan Elen dan menariknya..
"Tolonggg." Teriak Elen.
"Percuma, di sini sepi." Ujar si gondrong menyadarkan Elen situasi jalanan saat ini.
Bodohnya dia malah lewat di jalan sepi yang seperti ini. Luca sudah hampir menangis, dia tidak tau akan di apakan oleh mereka.
"Oke, oke tenang dulu, kata Luca gue harus mikir di saat begini." Batinnya berusaha mencari jalan keluar.
"Masa depan." Ujar Elen membuat merek bertiga kebingungan.
Elen menendang burung mereka bertiga dan secepatnya kabur.
"Aaauuuhj, woy sialan lo." Teriak preman itu.
"Bos, gak bisa hidup nanti." Rengek si pirang pada si gondrong.
Elen berlari sekuat tenaga untuk menghindari mereka, ia tidak tau akan ke arah mana. Dengan langkah yang asal, ia tetap berlari tanpa tujuan sampai menubruk seseorang.
"Ammmpunnn bangg." Rengek Elen, dia memejamkan matanya sangat takut.
"Eh culun, ngapain lo di sini?"
Mendengar suara itu, Elen langsung membuka matanya dan memeluk Gior.
"Hiks hiks, gue takut." Elen malah menangis setelah dari tadi susah payah menahannya.
Gior merasa bingung dengan sikap Elen. Tapi setelah melihat preman mengejar gadis itu, dia tau kenapa Elen menangis.
"Eh bang, mending kasih dia ke kita. Lo nanti nunggu giliran." Ucap si gondrong.
Elen mendongakkan wajahnya menatap Gior, dia takut Gior malah menyetujuinya.
"Lo mau dia bang?" Tanya Gior.
Elen meremas kemeja Gior, dia menatapnya tajam." Bantuin gue dong." Rengeknya lagi.
"Kalo gue bantuin lo, lo mau gak gue cium?" Gior berbisik, tersenyum mengangkat sebelah alisnya.
"Ihhh dasar mesum." Elen memukul dada Gior.
"Woy buruan." Teriak preman itu.
"Sorry bang, gue gak suka berbagi." Ucap Gior tegas.
"Hajar dia." Perintah si gdrong kepada kedua temannya.
Mereka bertiga menyerang Gior secara bersamaan, tapi Gior berhasil mengimbangi mereka. Saat Gior berhasil menjatuhkan dua orang, satu dari mereka berniat menyerangnya dari belakang.
Melihat hal itu, Elen langsung mengambil batu besar." Gior awas." Teriak Elen lalu memukul kepala preman itu dengan batu yang dia ambil.
belum sampai di situ, preman yang tadinya jatuh malah bangkit mengeluarkan pisau. Gior kembali melawannya dan..
Trassssss
"Giooorr." Teriak Elen.
.
.
.
.
.
Waduh si Gior kenapa nih???
jangan lupa like dan komen kalian. Nah kali ini author mau meminta bantuan kalian, kalian bisa bantu baca cerpen author dan like untuk mendukungnya. Mohon maaf kalau author tidak sopan๐๐