FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 07 • Cepat Keluar, Aku Kangen



Hish, dasar rentenir.


Moza menggerutu dalam hatinya, tapi memang kali ini salah dia sendiri juga sih kenapa juga tadi tidak sekalian membawa baju gantinya ke dalam kamar mandi.


Moza kembali menghembuskan nafas panjang, dan kemudian memutuskan untuk mengiyakan saja permintaan suaminya. Gadis itu harus rela menuruti kemauan sang suami, apapun itu, walaupun Moza merasa sedikit ketar-ketir juga kalau-kalau permintaan suaminya itu aneh-aneh.


Kan pria yang ia nikahi itu mamang sejahil itu, kadang Moza sendiri suka tidak habis pikir bagaimana bisa ia begitu mencintai sosok Hega yang kadang sangat menjengkelkan. Apalagi jika sudah urusannya dengan debat atau argumentasi. Pasti kalah telak sudah Moza oleh suaminya itu.


" Eum, aku janji akan memberikan imbalan yang kakak mau selama aku bisa memberikannya. Jadi sekarang tolong ambilkan piyamaku ya, kak. " Moza memohon dengan sangat lembut berharap suaminya sedikit merasa tersentuh.


Namun tidak ada jawaban, gadis itu bahkan sampai harus merapatkan telinganya di pintu karena tidak juga mendapat respon dari sang suami.


Nyatanya pria di balik pintu malah sedang penuh semangat memenuhi permintaan sang istri, dengan langkah cepat berjalan menuju sofa dan mengambil piyama Moza.


Tok tok tok


Tak berselang lama, kembali terdengar suara ketukan di pintu yang membuat Moza setengah terjangkit kaget karena posisi telinganya masih menempel di pintu kamar mandi.


" Astaga. " Gadis itu reflek mundur sembari mengelus dadanya yang kaget akibat suara ketukan yang tiba-tiba muncul dan memekakkan telinganya.


" Buka pintunya ! " Hega sudah kembali dengan satu stel piyama di tangannya, piyama yang memang selera istrinya banget, berwarna dasar peach dengan motif beruang kecil-kecil berwarna coklat.


Bukan warnanya yang merupakan selera sang istri, tapi motifnya itu loh, beruang berwarna coklat yang merupakan salah satu tokoh kartun animasi berjudul "We Bare Bears " yang bernama Grizzly.


Si beruang yang seluruh tubuhnya benar-benar tertutupi bulu berwarna coklat, dan merupakan sosok tertua diantara kedua saudaranya.


Sebenarnya bukan hanya Grizzly si Beruang Coklat yang Moza suka, tapi juga kedua saudaranya yaitu Ice Bear dan juga Panda. Dan tentu saja Moza juga memiliki piyama dengan motif kedua tokoh itu.


Meskipun untuk sosok panda, sahabatnya Deana lah yang lebih fanatik menyukai binatang berwarna putih hitam khas negeri Tirai Bambu itu.


Ceklik. . .


Moza membuka sedikit pintu dan mengintip suaminya dari celah pintu, kemudian meraih piyama yang diulurkan sang suami, " Terima kasih, kak. " Tak lupa senyum cantik terukir di wajah yang memang sudah cantik dari lahir itu.


" Hem. " Jawab Hega singkat dengan wajah datar seraya mengangguk kecil, " Cepat keluar, aku kangen. " Sambungnya dengan ekspresi menggoda sebelum sang istri kembali menutup pintu.


Ya ampun, bisa ya manusia berubah ekspresi secepat itu ?


Kening Moza mengernyit sekilas melihat ekspresi sang suami yang berubah hanya dalam hitungan detik.


Sekilas tadi bahkan Moza bisa melihat senyum tampan suaminya yang sedikit aneh, dan entah kenapa gadis itu mendadak merasa merinding melihatnya. Belum lagi kalimat aneh yang dilontarkan sang suami membuatnya kembali mengernyitkan keningnya dan bergidik.


'aku kangen ' -- memangnya sudah berapa lama mereka tidak bertemu sih ? Bukannya baru satu jam berpisah, kangen darimana coba ?!


Dasar aneh.


Moza sedang terlalu lelah untuk memusingkan tingkah Hega yang seringkali tidak bisa dipahaminya, kali ini gadis itu memilih mengabaikan saja, mengedikkan kedua bahunya acuh, kemudian kembali mengunci pintu dan lanjut memakai piyama tidurnya.


▪▪▪


Hega mendaratkan tubuhnya di ranjang, meraih tablet berukuran 10 inch yang tergeletak di atas nakas di samping ranjang besar bernuansa putih keemasan itu. Kemudian menyandarkan tubuhnya di headboard tempat tidur.


Jemarinya sibuk menggeser layar benda pipih berlogo apel tergigit yang ada di tangannya, mengecek laporan perusahaan yang masuk ke emailnya. Sembari menunggu sang istri yang entah kenapa masih juga tidak keluar juga dari kamar mandi.


Ekor matanya sesekali melirik ke arah pintu kamar mandi, menanti sosok cantik keluar dari sana.


Sebegitu lamanya kah waktu yang dibutuhkan bagi seorang gadis hanya untuk berganti baju ? Atau mungkin istrinya itu mandi lagi ? Atau ada ritual mandi yang terlewat ?


Ah, sudahlah, jika dalam sepuluh menit tidak keluar juga, dia akan kembali mengetuk pintu itu. Pikir Hega disela kesibukannya.


Moza membuka salah satu laci meja riasnya, mengeluarkan sebuah hairdryer, membawanya ke sofa panjang dan menyambungkan ke sambungan listrik. Kemudian menjatuhkan pantatnya di sofa hendak mengeringkan rambutnya sembari bersantai melepas lelah.


Baru saja hendak menekan tombol on off, Hega yang entah sejak kapan sudah berdiri di sisi sofa mengambil alih pengering rambut berwarna hitam itu dari genggaman sang kekasih hati.


" Sini, biar aku saja yang melakukannya. "


Moza mendongak menatap sang suami, " Tidak usah, kak. " Tolaknya dengan lembut.


" Kenapa ? Kamu takut aku akan merusak rambut mu, hem ? " Moza menggeleng, " Tenang saja, aku akan melakukannya dengan baik. Lagipula ini bukan pertama kalinya aku melakukan ini untukmu kan ?! " Hega melihat ekspresi kekasihnya yang tampak mengingat-ingat.


" Aku pernah melakukan hal yang sama saat di apartemen waktu itu. " Hega gemas saat melihat kening Moza semakin mengerut, " Saat kamu datang dengan kondisi basah setelah kehujanan, kamu lupa ? "


" Ah, iya. Aku ingat, saat kakak sakit. " Moza mengangguk-angguk, beberapa detik kemudian wajahnya memerah saat mengingat moment yang terjadi di apartement Hega saat itu.


" Hem, jadi kamu tidak perlu cemas aku akan merusak rambut mu. "


" Bukan begitu maksudku, kak. " Satu Moza sambil mengibaskan kedua tangannya, " Saat itu kakak melakukannya dengan baik kok hingga rambutku benar-benar kering. "


Hega tersenyum, ada rasa bangga menyeruak dalam dirinya saat mendapat pujian dari sang kekasih atas hal sepele yang dilakukannya itu. Padahal saat itu adalah kali pertama baginya mengeringkan rambut orang lain dengan tangannya sendiri, apalagi rambut seorang gadis.


Dan memang sepertinya pemuda itu sungguh ditakdirkan untuk memiliki kemampuam melakukan hal apapun dengan sangat baik.


" Ya sudah, jadi biarkan aku yang melakukannya. Kamu duduk saja yang manis, hem. " Menekan pelan pundak Moza agar gadis itu duduk dengan benar dan memutarnya ke kanan.


" Tidak, kak. Biar aku sendiri saja. Kakak lebih baik istirahat saja, pasti lelah kan ?! " Gadis itu memutar tubuhnya hendak merebut kembali hairdryer tapi Hega malah mengangkat benda itu lebih tinggi.


" Iya, tentu saja aku lelah, kamu juga pasti lelah kan ? " Gadis itu mengangguk, " Makanya sini aku bantu mengeringkan rambutmu supaya kita bisa segera istirahat. " Ujarnya seraya ikut menjatuhkan tubuhnya di sofa di samping sang istri, dan kembali memutar tubuh Moza agar membelakangi dirinya.


" Kakak kan bisa istirahat dulu sambil menungguku mengeringkan rambut. " Tapi sepertinya Moza masih kekeh ingin mengeringkan rambutnya sendiri.


" Biarkan aku saja ya, aku senang kok melakukannya. Lagipula aku tidak akan bisa istirahat jika kamu masih sibuk dengan rambutmu. " Ujarnya seraya mengurai rambut hitam Moza dengan jemarinya.


" Eh, maaf kak, kalau gitu aku pakai hairdryer-nya di kamar bawah aja ya ? "


Alis Hega bertaut bingung atas ucapan Moza, " Kenapa harus dikamar bawah jika bisa dilakukan disini ? "


" Ya supaya suara alat ini tidak mengganggu kakak, jadi kakak bisa segera istirahat dengan nyaman. "


Loh, apa hubungannya coba ???


Mendengar penuturan sang istri sontak membuat Hega menekan keningnya sendiri, kemudian menghela nafas panjang saat tersadar maksud ucapan gadis itu, " Astaga, bukan itu maksudku, Momo sayang. Aku tidak bisa istirahat bukan karena suara benda ini. " Ujarnya seraya menggerakkan hairdryer di tangannya.


" Lalu ? "


...---------------------------------...


Lalu apa ?


Lalu bersambung lah 🙊🙈🙉


Dukung selalu othor tukang halu ini dengan selalu


✔ klik 👍


✔ tulis Komentar


✔ Kasih Hadiah & Vote yah ( buat yang ikhlas saja, dan punya poin nganggur )