FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》

FIRST LOVE DESTINY《 HeZa'S Love Story 》
FLD 161 • GC-nya Bikin Salfok



Selepas makan siang, Moza memutuskan untuk menemui Deana di kafe milik Dimas. Hari ini rasa penasarannya harus terobati.


Sekalian menunggu suaminya yang sedang meeting penting di kantornya.


Memang benar adanya jika menunggu itu ternyata sangat membosankan.


Dengan cepat dikeluarkannya ponsel berwarna babyblue miliknya. Dibukanya roomchat di aplikasi hijau miliknya.


Membuka grup Chat yang sudah diberi pin dan berada di urutan paling atas.


Grup Chat yang diberi nama KingQueen yang dibuat oleh suaminya beberapa waktu lalu. Dan tentu saja member grup chat nya hanya mereka berdua.


Lebay sekali bukan suaminya ini ? Sepertinya penyakit bucin posesif suaminya sudah berada pada stadium terparah. Dan tidak dapat tertolong lagi.


...❤ KingQueen ❤...


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^Kak, aku ijin pergi menemui Dea di kafe ya.^^^


^^^Nanti aku kembali sebelum rapat kakak selesai.^^^


💌 My Hubby ❤


Kakak, hm !!!


Pipi Moza langsung bersemu merah.


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^Maaf.^^^


^^^Maksudku By^^^


^^^Hubby. 🙈^^^


Moza memegangi pipinya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegang erat ponselnya, dengan tatapan gelisah menunggu balasan sang suami.


Duh, mengganti panggilan sayang memang tidak mudah ya.


💌 My Hubby ❤


Pergilah, kamu pasti bosan menunggu.


Aku yang akan menjemputmu nanti di kafe.


Tidak usah kembali ke kantor.


Nanti kamu kelelahan.


Senyum terbit di bibir Moza. Suaminya manis sekali, perhatian lagi. Aaaahhh, baper kan hatinya.


^^^💌 My Queen ❤^^^


^^^Iya, By.^^^


^^^Selamat melanjutkan meeting.^^^


^^^Assalamualaikum.^^^


💌 My Hubby ❤


Take care, honey.


Waalaikumsalam.


...______ End Chat _______...


Setelah mengirim pesan singkat pada sang suami. Gegas Moza menyaut slingbag nya yang berada di atas meja. Kemudian keluar dari ruang suaminya menuju lift vvip berada.


" Mbak Moza mau pergi ? " Sapa seorang wanita saat Moza melewati meja sekretaris.


Moza langsung menoleh, tapi bukan Anita yang ada disana. Melainkan seorang wanita yang sepertinya seusianya, atau sedikit lebih tua darinya satu atau dua tahun.


" Iya, saya mau keluar sebentar. "


" Apa yang harus saya katakan pada Presdir kalau beliau bertanya ? "


" Mbak Dela nggak usah bilang apa-apa. Saya udah ijin kok sama sama suami saya kalau saya akan keluar sebentar. " Jawab Moza seraya tersenyum ramah.


" Oh, baik kalau begitu, hati-hati di jalan. "


" Terima kasih. "



Tidak butuh waktu lama untuk sampai di tujuan Moza. Kafe milik Dimas yang kini dikelola oleh Deana itu berada tidak jauh dari gedung GIG.


Hanya berbeda beberapa blok saja, dengan jalan kaki hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.


Tapi sampai di bangunan bertingkat dua itu, Moza lagi-lagi tidak beruntung. Karena ternyata Deana sedang tidak ada di tempat.


Sepertinya ini juga salahnya sendiri, kenapa tadi dirinya tidak lebih dulu mengirim pesan pada sahabatnya itu.


Moza memutuskan duduk sebentar di salah satu spot khusus andalan JF Genk. Mengeluarkan benda pipih dari tas mininya dan menelepon Deana.


Namun nihil, dan saat dihubungi pun, pesan yang dikirim Moza hanya centang satu. Yang artinya ponsel sahabatnya itu sedang tidak aktif.


Beralih dari kontak Deana. Moza meng-scroll mencari nama grup yang berisikan sahabat-sahabatnya. Butuh waktu cukup lama Moza mencarinya, karena memang grup itu sudah beberapa hari ini jarang aktif.


Dan setelah beberapa menit tampak gadis itu menghela nafas, melihat ternyata nama grup sudah berganti.


Sambil geleng-geleng kepala Moza membuka roomchat grup yang kini berubah nama menjadi 'Bismillah Ketularan Momo Nikah'.


Dan bisa ditebak siapa pelakunya, tentu saja tak lain tak bukan adalah si bocah tengil Julian Adiputra.


..._'Bismillah Ketularan Momo Nikah'_...


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Assalamualaikm.^^^


^^^Ping.^^^


^^^Anybody here?^^^


Tak butuh waktu lama ada yang menyaut salamnya.


📩 Amira.R


Waalaikumsalam. Kenapa Mo ?


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Kamu dimana, Ami ?^^^


📩Amira.R


Di rumah


baru pulang dari H-Mo.


Why ?


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Ada Dea di H-Mo ?^^^


^^^Atau kamu ada ketemu sama dia ?^^^


📩 Amira.R


Nggak ada tuh


Sejak doi sibuk ma kafe, jarang ke H-Mo juga


Kecuali pas kita mau meeting berempat.


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Thanks Ami.^^^


📩 Amira.R


Yup, you're welcome, bestie.


Gue mau bebersih dulu, bye.


Assalamualaikum.


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Waalaikmslam.^^^


Untuk kesekian kalinya Moza menghela nafas, akhir-akhir ini sulit sekali bertemu Deana. Jika tidak janjian maka seperti mustahil menemui sahabat karibnya itu.


Saat hendak memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, Moza mengurungkan niatnya karena terdengar notifikasi pesan masuk. Dan ternyata masih di grup Chat.


📩 Renata


Eh, gue liat Dea tadi, Mo ?


Lo dimana ?


NJIRR nama GC nya bikin salfok.


Siapa yang ganti ?


Harus di-AMININ nih


@Umik : bikin pengajian biar beneran ketularan Momo nikah.


Moza memutar bola matanya, akhirnya memilih mengetik dua kata saja sebagai jawaban.


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Di kafe^^^


📩 Renata


Ngapain lo nyariin dia ke kafe ?


orang tu bocah tadi ada di GIG.


^^^📩Moza Art^^^


^^^Maksudnya ?^^^


📩 Renata


Gue liat Dea sama si Jul


lebih tepatnya Dea datang pas si Jul lagi mantau proyek BA buat final part photoshot.


Terus mereka pergi, katanya ada perlu.


Tapi gue nggak tau kemana mereka.


Gue nggak sempet tanya soalnya pas gue lagi make up.


Coba lo telfon deh.


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Nggak aktif nomornya.^^^


📩 Renata


Coba telfon si Jul.


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Oh, oke Rena^^^


^^^Makasih.^^^


📩 Renata


You're welcome, Mrs. Presdir. 😘


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Mau putus kontrak rupanya ? 😤^^^


📩Renata


Hahaha, ampun sayang.


Becanda elah.


Sensi Amat, lagi I S I lo ya ?


Wah JF Genk otw punya ponakan


Aseeekkk😚


Moza langsung membelalakkan matanya membaca pesan Rena.


^^^📩 Moza Art^^^


^^^Sudah, kerja sana ❗❗❗^^^


📩 Renata


Siap bu bosss 🙊


^^^📩 Moza Art^^^


^^^😡 (emoticon marah)^^^


📩Renata


🤣🤣🤣 (emoticon ketawa ngakak)


...____ End Chat ____...


Memilih mengabaikan keusilan Renata, Moza memasukkan ponselnya di tas. Kemudian bangkit dari kursinya, namun baru berdiri beberapa detik. Kepalanya terasa berkunang-kunang.


Moza kembali menjatuhkan bobotnya di kursi. Memijat pelipisnya perlahan sambil sesekali menggelengkan kepalanya, berharap pening nya menghilang.


Diliriknya jam tangan di pergelangan tangan kirinya. Masih satu jam lagi sebelum suaminya selesai meeting.


Setelah duduk diam selama beberapa saat untuk memulihkan dirinya. Moza kembali bangkit perlahan, kemudian keluar kafe berniat kembali ke kantor suaminya.


Namun lagi-lagi kepalanya terasa berputar. Pagi tadi saat bangun tidur, Moza sempat merasakan hal serupa.


Tapi karena rasa pusing yang dirasakannya tadi pagi hanya berlangsung sebentar, jadi Moza tidak terlalu menganggapnya serius.


Tapi yang dirasakannya sekarang sedikit berbeda. Selain pusing, ada sesuatu yang bergejolak dari dalam perutnya.


Bukan mulas apalagi sakit perut yang sering ia alami saat datang bulan. Tapi lebih ke rasa mual.


Moza berusaha menahan rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menyergapnya. Kakinya dipaksa melangkah perlahan di trotoar.


Hingga beberapa langkah saja badannya terasa lemas dan nyaris terhuyung jatuh ke aspal jika seseorang tidak dengan sigap menangkapnya dari belakang.


" Nona. " Pria itu terpekik dengan nada suara cemas.


Moza yang merasa kepala begitu berat dan tubuhnya melemas. Hanya bisa pasrah kemana pria berpakaian serba hitam itu membawanya.


Bibirnya bahkan tidak mampu mengeluarkan suara. Perlahan semuanya terasa memudar dan menggelap. Hingga kesadarannya hilang sepenuhnya.


Dan Moza tidak tahu lagi apa yang terjadi setelahnya.


***